Sang Pilot Cinta Beda Usia

Sang Pilot Cinta Beda Usia
Kamarku


__ADS_3

William berjalan bersisian dengan para kru. Pihak petugas bandara New delhi memberikan selamat pada usaha Starla dan William.


Mereka segera di berikan kamar hotel tidak jauh dari airport. Para kru berpencar, sudah lebih dahulu memasuki mobil .


Starla perutnya mau nge bom, sehingga di tinggal bus kru nya.


Hujan masih deras, Starla kesulitan mencari taxi. Sebuah dekapan di pinggangnya membuat Starla syok dan berniat memukul orang yang lancang melakukan hal itu.


Tatapannya terkunci saat sang Kapten disana ,dengan tegap dan kokoh mendekapnya.


Starla mengambil jarak, namun William lebih dahulu menahan langkahnya.


" Perut kamu sakit Star ?".


Starla hanya diam.


" Kamu lapar ?".


Starla juga hanya diam tanpa mengatakan apapun.


" Aku akan mengantarkan mu ke hotel Star, kalau badai begini, jarang ada taxi lewat."


" Tunggu aku disini, aku akan ambil mobil , jangan kemana mana ," ujar William menitipkan kopernya pada Starla.


William menembus hujan lebat, mengambil mobilnya dan menjemput Starla .


William membuka bagasi, memasukkan kopernya dan koper Starla.Kemudian Starla pun di suruh duduk di bagian depan.


Starla melihat pakaian William basah.Starla pun membuka tas ranselnya , mengambil handuk dan melap wajah William di lampu merah.

__ADS_1


William menatap Starla dengan teduh. Starla menjadi gelagapan sehingga handuk tersebut lepas dari tangan Starla.


Starla hendak meraih handuk, namun William sudah mengambilnya.


Starla kembali duduk dan merasakan hujan begitu deras.


" Banjirnya lumayan tinggi di depan, " ujar Starla.


William pun membelokkan kendaraan ke arah lain, kemudian berbelok sampailah ke hotel yang mereka tuju.


William mengeluarkan kopernya, juga koper Starla.


" Terimakasih," ujar Starla.


Starla duluan berjalan ke dalam hotel, menunjukkan sms kamarnya ke reception ,receptikn pun memberikan kunci .


Starla tidak melihat sosok William .Starla menaiki lift, menekan tombol kamarnya. Dan menyusuri kamar, mencari nomor kamarnya.


Tas pun terjatuh, disana dia melihat sosok William.William sudah berada di dalam kamar Starla.


William langsung mendekap Starla dengan baju basahnya, meraih tengkuk Starla , perlahan mengulum bibir Starla. Ciuman itu sangat lembut dan memabukkan. Begitu besar keinginan William memiliki Starla.


Namun William tahu batasan nya. Sebenarnya William sering nyaris tidak bisa menahan gejolak emosinya, hanya pada Starla.


William melepas kan ciumannya ,perlahan mereka saling menatap. Namun mata Starla menunduk tidak tahu apa yang Starla pikirkan.


William duduk di sofa.


" Kalau ada orang melihat kapten masuk ke kamar saya, maka akan beredar gosip , dan kita kena masalah."

__ADS_1


" Aku belum berumah tangga Star, kamu juga.Jadi tidak akan ada tindakan maskapai."


William membuka kancing bajunya. Starla pun melotot.


" Kapten kenapa buka baju, "ujar Starla dengan suara gemetar.


" Baju saya basah Star, saya mau numpang mandi. "


Tubuh itu tanpa memakai sehelai pakaian. Hanya celana bagian bawah, otot itu begitu kekar dan kuat, atletis. Starla terkesima melihat postur tubuh William sebelum pikirannya kemana mana , Starla cepat cepat tersadar, mengalihkan pandangannya dari William.William hanya tersenyum, membuka kopernya dan mengambil handuk.


William dengan santai memasuki kamar mandi dan bersenandung mandi disana.


Starla lemas duduk di tempat tidur.


Begitu susahnya menghindari sosok William.


Tubuh itu keluar dari dalam kamar mandi masih basah, kembali hanya bertautkan handuk.


" Ke..kenapa gak dikamar kamu aja sih kapten. Kamu ganggu privasi saya."


William hanya tersenyum.


😅😆🤣😂🤭😆😅😂😂


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2