
" Wanita yang kamu bawa , memang sangat handal Will, namun kamu harus sadar, kodrat wanita ,sesibuk apapun dia wajib mengurus suami dan anaknya di rumah.Jika isterimu pilot, bagaimana dia menjadi isteri yang mengurus kamu, dan merawat anak anak kalian ?, apa dia mau pensiun dan mengundurkan diri dari profesinya ?, " tanya papi William.
Starla memandang ke arah William.
" Aku memilihnya bukan untuk menghentikan langkah dan karir yang sudah bersusah payah di bangun dan di perjuangkanya. Aku suaminya akan mendukung apapun keputusan isteri ku kelak."
" Tidak bisa begitu Will, jika anak mu kelak sakit, apa kamu jadi pengasuh anak ?".
" Ya....".
" Kamu itu anak mami satu satunya Will, bukan pembantu."
" Starla juga anak satu satunya, bukan pembantu kan mi, aku menikahinya karena dia itu sepadan denganku, se jalan, seiring dan sama derajat, bukan aku mau jadikan pembantuku dan pembantu anak anak kami kelak."
Starla cukup syok dengan debat kedua orangtua William tentang dirinya. Bahkan debat itu sangat sengit, mirip debat pemilihan presiden🤭.
Mami William memandang Starla. Starla tidak tahu harus berbuat apa, kikuk sudah pasti, dalam hati Starla berkata , paling menemuinya secara terpisah, dan suruh Starla menjahui anaknya. Baiklah , apapun itu ,terserah saja, dalam hati Starla.
" Jangan ubah dirimu hanya karena ingin di cinta, jika tidak bisa menerima kamu apa adanya, temukanlah orang yang bisa menerima kekurangan dan kelebihanmu.Kuat kuat yah, jangan kalah sama mental dan trauma mu.Memang capek ,pasti sakit, dan banyak pahitnya, mungkin kamu akan menangis sejadi jadinya, tetapi bukan untuk putus asa.Dewasalah dengan cara yang elegan, tanpa harus mengemis belas kasihan orang lain.Starla menyemangati dirinya."
William menggenggam jemari tangan Starla.
" Ini perkenalan pacar atau kencan kedua anak kita ? Tanya mami sang calon di comblangi."
__ADS_1
Starla hanya diam, melihat reaksi kedua orangtua William.
" Maaf bu, saya juga tidak tahu, selama ini, anak saya sosok yang gak pernah mencintai wanita, sejak pacarnya meninggal. Ini baru pertama kali saya bertemu dengan pilihan hati anak saya."
" Apa masih lanjut, apa tidak, tolong perjelas."
Mami dan papi William mencoba berpikir.
" Kamu, apa menyukai William ?" tanya mami William ke anak yang akan dikenal kan.
" Saya menyukai William, kami satu kampus ,hanya beda jurusan bu."
" Kamu juga tidak kalah dari Starla, anak pengusaha hebat, hanya punya 2 saudara, kamu sangat cantik, lembut, cocok menjadi calon ibu, saya menyukaimu."
Mami William sengaja memperhatikan mimik Starla.
" Bukan suka mu yang di tanya mi, tetapi siapa yang ada di hati anakmu bu.Kamu boleh mengenalkan, tetapi jika dia ada pilihan, harusnya kamu bahagia, tidak malah melanjutkan perjodohan dan kencan yang di atur orang tua."
William tersenyum.
" Jarak usia mu dengannya sangat jauh Will, mami juga tidak terima profesinya pilot, profesi kamu aja mami tentang habis habisan ."
Starla sudah tahu, tidak mudah menerima jati dirinya.Starla berdiri.
__ADS_1
" Saya pamit tante, om ".
Hanya itu yang mampu Starla katakan.
Namun William juga berdiri bersamanya. William dengan sikap tegas , bersamanya. Dan Starla hanya bisa diam , saat tangan William menggenggamnya.dan pergi dari tempat itu.
" Kita baru dalam pacaran kapten, jangan menjadi anak durhaka hanya karena aku. "
" Aku ber hak memperjuangkan wanita ku Star, dan aku bukan anak durhaka, jika orangtua salah, wajib kan kita sebagai anak mengingatkan, bahwa pilihan dan hidup adalah milikku, bukan bahan di atur oleh mereka."
Starla hanya diam.
" Mereka sepertinya tidak menyukaiku, dan aku tidak akan meneruskan hubungan ini."
" Aku memberi mereka waktu buat berpikir Star, orangtua ku bukanlah orangtua yang diktator.Mereka hanya terkejut dengan kedatangan kita. "
Starla hanya ingin segera pulang dan membaringkan dirinya,terlalu lelah saat ni.
🥰🤩🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment