
Starla langsung menjemput koper dan guk guk nya
Dan Starla pun menempati apartemen nya, sudah menyapu lantainya, sudah mengepel, semua sudah dia lakukan.
Dan berbaring di lantai kamar dia lakukan. Bersyukur seprai nya ada 2, Starla mencuci sprei putih dari bawaan tempat tidur.
Butuh usaha keras menginjak dan membeeus seprei berwarna putih itu, dan lega ada mesin cuci nganggur dan masih baru disana.Starla sampai nelepon pihak pemasaran. Apa mesin cuci juga di kasi include, dan Starla lega, include.
Starla tersenyum senyum , inilah buah kerja kerasnya tak kenal hari dan tanggal.Bekerja serabutan.
Starla menyemprot bunga nya dan semua sangat subur.
" Ini tempat perhentian terakhir bunga bunga ku, kalian tidak akan kelelahan lagi pindah di berbagai apartemen, karena ketidak mampuan ku membayar uang sewa, nikmatilah ."
Telepon sang papi pun tertera di layar, dan sudah pasti yang berbicara bukan sang papi, sang mami.Sang mami mengirimkan alamat, dimana Starla wajib menemui seorang pria , berkedudukan tinggi, pemilik beberapa perusahaan ternama. Starla disuruh vertemu dekat Cafe seputar bandara.
Starla dengan enggan mandi dan bergegas jalan kaki ke cafe yang mami nya perintahkan.
Kalau bisa jadi anak durhaka, Starla la orang nya.Bertengkar tiada habis dengan sang mami.
Starla melihat sosok teman masa kecil
nya, yah Edward. Edward tersenyum dan memeluk tubuh Starla, begitu mendekat baru kali ini pilihan maminya terbaik.
" Sudah lama kita gak ketemuan ya Star, kamu super sibuk."
" Maklum kuli," ujar Starla tertawa.
__ADS_1
Starla tahu, Edward sosok mandiri, bertanggung jawab, baik dan perhatian.Tidak pernah sombong.Bahkan ketika Starla sampai ke Swiss, dia menelepon Edward , Edward langsung datang dan meninggalkan pekerjaan nya.
Edward mengenal sosok mantan kekasih Starla. Bahkan awalnya mengetahui kenapa Starla memilihnya, karena satu profesi dan sang mantan meyakinkan, beli apartemen, memberi gaji pada Starla. Ber komitmen namun kemudian ambyar.
" Kenapa ikut lingkaran kencan buta Ed, kamu kan tajir, bisa memilih wanita manapun."
" Aku hanya mau kamu Star. Dan sesudah kandasmu, aku terus mendekati kamu, kamu aja yang gak nganggap aku . Karena aku gak pernah setuju kamu jadi pilot, sama dengan alasan mamimu Star."
Starla hanya menunduk. Itulah perbedaan yang sedari dulu ,yang gak bisa Starla terima dari diri Edward , kasih sayangnya terlalu mengikat, dan membuat Starla kehilangan jati dirinya.
Disitulah pandangan mereka berbeda.
Starla tidak mau menyakiti hati Edward ,berterus terang , gak kepikiran menikah, dan hanya menganggap Edward teman masa kecil, gak lebih.Edward masih gak menyerah.Sampai pertemuan itu berakhir, Starla kembali berdebat dengan maminya. Dan Starla sangat kesal.
Sangkin kesalnya , siang itu, kepala Starla terantuk di dinding ,dan ada sudut lemari, ketepatan awalnya pening, dan dokter sudah melakukan CT scan, kepala Starla tidak kenapa kenapa, namun Starla di anjurkan buat menginap karena agak pening, 1 hari di rumah sakit, membuat Starla bedmood.
Clara, Melvin, Mitha, Lusi mencarinya ke segala sudut, begitu melihatnya duduk di kursi taman menikmati es creamnya, mereka pun menepuk jidat mereka.
" Star, kamu tuh sakit, bukan liburan."
Starla tersenyum.
" Bosan, kalian juga kan belum datang."
" Udah ayo masuk ke kamar, kamu ada ada aja dehhh, " ujar Lusi ngakak nya pun pecah.
" Starla cocoknya di beritahu deh maminya ,apa gak jegang jegang punya anak tingkahnya gini amat, " ujar Clara.
__ADS_1
Semua pun menahan tawa.
" Kenapa bisa terantuk di dinding sih Clar ?".
" Lampu mati, trus aku kan belum hapal denah , trus ada dinding ke kamar , ada kayu, nih jadi berdarah ".
" Kamu ke rumah sakit sama siapa Star ?".
" Kebetulan ada taxi , terus yah ke rumah sakit.Aku kan mandiri."
" Star..., kamu gak jadi ketemuan sama kencan buta dari mamimu , kali ini siapa Star?".
" Agak mending sih, teman masa kecilku, Edward."
" Lumayan banget Star, kan Edward keren ".
" Hmmm...,baru ini yang gak lain, biasa nya agak agak laen."
Smua kembali tertawa.
🥰😍🥰😍🥰😍😍
Jagan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment