
" Dahi kamu kenapa Star?".
" Mati lampu, jadi kan takut, trus buru buru keluar, dan kena sudut siku lemari, yah karena luka, kan standart kita wajib CT scan, yah rawat inap, makan tidur, jajan di kantin, "
William bengong melihat perkataan Starla.
" Star , wajar sih mamimu marah sama kamu, kamu tuh punya orangtua, kamu luka gitu , berobat sendiri, apa apa sendiri, kamu belum ngerasain jadi orangtua seperti apa."
" Makanya Kap, aku tuh orang muda ,gak mau jadi orang tua", ujar Starla ngeyel.
" Kamu pernah gak Star, menangis ?".
" Gak kapten, kalau aku menangis, gak akan cantik lagi, " ujar Starla nyantai đ€.
Starla pun dengan santai melangkah ke dalam pesawat, memasang sabuk pengaman dan alat komunikasi dengan ATC dan sang Kapten.
Starla menyapa penumpang, dengan ramah dan serius untuk melakukan penerbangan.
" Cuaca kurang bagus Kapten, banyak awan dan petir ," ujar Starla .
" Ya, tetap pantau."
" Baik kapten."
Naik pesawat saat hujan tetap aman bagi penumpang. â(Pesawat) Aman untuk lepas landas saat hujan deras,â apabila turun hujan, bukan berarti semua otomatis penerbangan batal.
Hujan dapat mempengaruhi penerbangan pesawat terutama pada saat lepas landas dan mendarat. Saat lepas landas, hujan dapat memperpanjang jarak yang dibutuhkan pesawat untuk mencapai kecepatan lepas landas, sementara saat mendarat hujan dapat mempersulit proses pengereman pesawat.
Hujan, kabut dan salju umumnya memberi pengaruh berupa berkurangnya jarak pandang sehingga menyulitkan pilot untuk mengarahkan pesawatnya. Landasan yang basah karena hujan atau tertutup salju akan menyebabkan tertundanya pesawat yang akan terbang ataupun akan mendarat.
Turbulensi bukanlah penyebab pesawat jatuh. Karena pesawat sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi guncangan-guncangan tersebut. Meski sebesar apa pun angin yang bertiup, sayap pesawat tidak akan patah dan kita tidak akan jatuh. Jadi kita sebagai penumpang tetaplah tenang.
__ADS_1
" Kapten ,pada saat saya akan onboard cuacanya masih kurang baik dengan intensitas hujan sedang.
Take-off berjalan lancar sampai pesawat cruising di ketinggian maksimal sekitar kurang lebih 30.000ft saat tadi hujan mulai reda, kaca jendela juga sudah mulai kering. hujan turun hanya di Doha saja dan ternyata tidak, saya mengumukan ke penumpang mengenai keadaan di bandara sebelum descent, mengatakan bahwa cuaca di langit buruk dan menghimbau supaya penumpang tetap tenang jika ada sedikit goncangan. Lalu saat pesawat mulai descent karena sudah mendekati New delhi, air hujan mulai berjalan lewat jendela kaca ternyata cuaca di langit New delhi lebih extreme."
" Awak kabin mengumumkan bahwa cuaca kurang baik dan memberi tahu penumpang kalau jam kedatangan kita di Bandara akan terlambat."
" Menurut awak kru penumpang disini mulai agak mencekam suasananya, hujan sangat deras, angin juga sangatlah kencang terlihat dari sayap pesawat yang bergoyang ke atas dan kebawah, ditambah lagi petir yang membuat penumpang panik. Pesawat mulai mengalami tubulensi yang cukup kuat. Turbulensi ini saya rasakan cukup lama ," ujar Starla.
William yang sudah berpengalaman , menekan beberapa tombol, dan berkomunikasi dengan ATC.
" Akhirnya......pesawat approaching ke runway datang dari arah barat melalui runway yang menjorok ke laut Kapten . Saya lihat spoiler pesawat membuka dan menutup juga dengan aileron sayap yang naik turun cukup cepat, badan pesawat agak serong karena hambusan anginnya sangat kencang, "ujar Starla. Sayap pesawat sangat miring dan dari penglihatan saya mungkin sayapnya hampir menyentuh runway , " ujar Starla.
" Sudah hampir setengah runway dilewati roda pesawat belum juga menyentuh runway., " ujar Starla tenang."
" Saya memutuskan untuk go-around Star, " ujar William.
" Roda kembali ditarik, kecepatan juga dinaikan dan flaps juga ditarik kedalam sayap."
" Kita melakukan pendaratan ke 2 Star, bersiap."
" Baik kapten, " ujar Starla.
" Setelah melakukan go-around pesawat yang William dan Starla terbangkan, berputar-putar cukup lama sampai akhirnya suara flaps turun menandakan pesawat akan mencoba approaching ke 2 kalinya. Hujan masih sangat deras begitu juga angin ma!sih bertiup sangat kencang, badan pesawat kembali miring ke kanan dan ke kiri, roda pesawat mulai menyentuh runway dan suara reverse thrust kedua mesin terdengar bergemuruh menandakan pesawat sukses melakukan pendaratan. Suasana kabin yang panik langsung hilang digantikan suara tepuk tangan penumpang dari kursi depan sampai belakang sebagai tanda apresiasi crew pesawat yang sukses membawa penumpang dengan selamat.
Akhirnya pesawat mendarat di New delhi sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
William dan Starla tersenyum dan Starla membuat tanda salib.
" Hujan masih sangat deras Star. "
" Dan banyak penerbangan batal kapten, ada juga badai "
__ADS_1
" Untungnya di sini ada armada bus yang menjemput karena apron parkir juga lumayan jauh dari terminal.
Sebenarnya go-around & touch and go adalah hal yang umum dan terbilang biasa terjadi di dunia penerbangan dan sudah ada prosedurnya jadi sebagai penumpang sebaiknya jangan terlalu panik dan cukup percayakan kepada crew yang bertugas, benar kan Star."
Starla mengangguk.
" Apalagi kapten penuh pengalaman, namun jujur ini penerbangan ter extrim yang saya alami."
" Kamu rasakan apa Star ?".
" Jarak kematian dan kehidupan beda tipis ,namun harus mengutamakan keselamatan penumpang dan saya berusaha Kapten, buat berani, buat belajar banyak dari anda."
William tersenyum.
" Kita batal pulang, harus menginap disini."
" Mudah mudahan aku ketemu sama Syahrul khan, hehehehe," ujar Starla.
" Kamu tuh sama aku aja Star."
Starla menepuk jidatnya kemudian mengeluh karena terkena lukanya.
William langsung melihat Luka dahi starla.
đ„°đđ€©đ„°đđ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment