
William memakai topi dan menyeret koper nya, keluar dari jalur crew penerbangan. William mengerutkan dahinya ketika melihat sosok seorang pilot begitu cantik, ceria dan sangat bahagia juga keluar beriringan dengannya dan begitu sang pilot wanita keluar, dia langsung ditemani teman temannya yang bukan dari kalangan penerbangan.
Sudah pasti sangat heboh.
" Beneran, Lusi sudah punya SIM internasional, sudah punya mobil baru ?".
" Beneran donggg, " ujar Lusi.
" Let' s go baby ....".
" Yey...," ujar mereka ber 4.
Dan benar saja, di parkiran terparkir mobil sport gedek, dan Starla mengacungkan jempolnya.
" Ya udah, aku duduk tenang di depan , nemani supir baru."
Semuapun tertawa.
William masih memperhatikan mereka. Karena terlalu lama memperhatikan mereka, Starla mengedipkan matanya ,gaya ala cewek nakal, kemudian semua pun tertawa.
" Gayaluh Star, ntar di dekati Kapten , lu lari maraton, gak ngeh. Diliatin pura pura main kerling lagi, jago di kandang aja, tuh ngantri kapten , dokter, CEO, lu tuh kapan gak jomblo sihhh Star."
" No man no Cry sweety....," ujar Starla mendaratkan tubuhnya di kursi depan.
Lusi pun perlahan melajukan mobilnya , dengan arus kesibukan bandara, Lusi kelihatan masih kagok.
" Yakin lo Lus , bisa bawa ?," tanya Mitha.
__ADS_1
" Yakin gue...yakin....".
" Lus , tadi yang bawa kan Mitha, nih baru lu bawa, kok gue gak percayaan gitu ya Lus, " ujar Sinai.
Benar saja di jalan raya, Lusi membawa mobil gak stabil banget , bahkan ke kanan dan ke kiri sangat sulit. Dan ke kiri juga dia sangat ragu ragu memotong jalan, sehingga sudah di pastikan klakson berbunyi terus menerus dari pengendara bagian belakang.
" Mith...,sipion kok gak lu buka, trus lu bawa dari tadi gimana sihhh?, " ujar Sinai mencengkeram pegangan mobil dengan erat.
" Minggirin Mith, biar aku bawa aja ," ujar Starla.
" Gue gak bisa ke pinggir, takut...".
Starla perlahan mengambil kendali stir , perlahan memberi tanda lampu send dan mobil pun berhenti.
Starla keluar dari mobil dan berputar, sedangkan Mitha sudah berpindah duduk.
" Hati hati eyyy, preman ngamuk, bawa mobilllll," ujar Sinai ngakak.
Gaya khas Starla, dia membuka kaca mobil, perlahan melajukan mobil . Dari kejahuan , William memandang wajah Starla. Begitu cantik, tanpa beban dan penuh percaya diri.
Starla melajukan mobil dengan satu tangan. Cuitan beberapa mobil pun mengejar mobil yang Starla kendarai.
William akui, wajah sang pilot sangat cantik, terlihat begitu maskulin, berani, penuh percaya diri, dan dengan sigap, gaya nyetir sebelah tangan dan gaya zig zag bisa melaju meninggalkan beberapa mobil yang mengejar mereka.
William melajukan mobilnya , hingga menuju ke sebuah restoran.
Dan entah kebetulan , disana juga terparkir mobil dengan nomor polisi yang sudah nyantol di kepala William.
__ADS_1
Disana , William bengong melihat pakaian Starla , sang pilot sudah berubah menjadi pakaian weitres, pelayan pengantar makanan.
Dengan fasih, sosok wanita itu membuat beraneka minuman, dan makanan, sangat lihai membuat aneka minuman dan makanan. Pesanan grabfood, yang ngantri dengan sigap dia tangani dengan teratur dan cepat.
William pun ngantri dan tidak menunggu waktu lama, memang cara kerja sang wanita sangat profesional.
" Selamat sore pak, mau pesan apa ?".
" Kebab beef satu, jus jeruk 1."
" Cukup pesanan nya pak ?".
" Cukup."
Starla mengatakan sejumlah uang, lalu William memandang Starla, mereka saling beradu pandang.
Starla mengembalikan uang yang William berikan.
Starla hanya bergegas membuat pesanan yang lain.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment