
Dan benar saja ,di depan kamarnya , William menunggui Starla.
Starla terkejut dan langsung William memasuki kamar Starla. Menghujani Starla dengan ciuman panas.Sampai tidak menyisakan perlawanan dari dirinya.Bahkan berbicarapun tidak bisa.
" Ampun..., "ujar Starla memelas.
William hanya diam.
Kembali William merengkuh tengkuk Starla , memperdalam ciuman nya. William menarik tangan Starla.
Merapikan pakaian Starla dan mereka keluar dari kamar Starla.
Starla bagaikan anak Tk, dan William menekan lift, ketika lift berhenti,mereka pun keluar dan William menarik tangan Starla menuju sebuah mobil.William mengendarai mobil dengan wajah serius, kemudian mereka sampai ke sebuah apartemen mewah. Disana William memarkirkan mobil.
" Kita mau kemana ?".
" Kita tidur disini malam ini, " dengan tegas William bersuara.
" Aku gak mau, mau balik ke hotel aja deh."
William hanya diam dengan pemberontakan Starla ,William menggendong Starla bak sekarung beras.
Starla menatap William dengan tatapan tajam, William pura pura tidak lihat.
William membawa Starla memasuki kamar di apartemen.Suasana santai , romantis pun tercipta.Pemberontakan itu pun hilang.Mereka terbuai dengan alunan lagu klasik, saling menaut satu sama lain, saling melepas rasa dongkol, rasa rindu dan hanya ada cinta di sana.
Pengendalian diri William pun hilang. Malam itu mereka melebur menjadi satu, tanpa sehelai benangpun. Hanya ada pemenuhan batin disana.Erangan, rintihan memecahkan malam sahdu, logika pun menjadi tumpul.
Dalam dekapan William, Starla menyerahkan tubuhnya. Casing itu tidak tua, begitu indah, berirama dan menghanyutkan.
" Tidurlah sayang".
" Setelah kamu menerkamku ?".
__ADS_1
William membelai wajah Starla.
" Kompensasi dari malam ini, akan kamu terima sayangku."
Starla hanya bisa memejamkan matanya dan dinginnya malam membuat semuanya tenang. Ketika mentari datang, Starla terkesiap memandang William sudah rapi dan dirinya masih dalam balutan selimut.
" Gila.....," satu kata dalam pemikiran nya .
Starla kembali menutup wajahnya dengan selimut.Tidak ada pemaksaan disana , yah mereka melakukannya dan terjadi begitu saja.
" Star.....".
Starla menunduk.
" Kita ke Korea, " ujar William.
" Untuk ?".
Starla syok.
William langsung mendekap Starla dan mengelus rambut Starla dengan penuh kasih sayang.
" Maaf Star ,aku salah."
Starla hanya membisu.Kesalahan bukan pada William, Starla juga salah, larut dalam suasana.
" Apa kamu mau menikah denganku Star ?, aku janji gak menyia nyiakan kamu, seumur hidup."
Starla hanya diam.
" Apa gak sebaiknya kita beritahu orangtua ?".
" Aku akan beritahu orangtua ku dan akan menemui orangtuamu Star."
__ADS_1
" Akalku pendek, menyesal tiada guna," keluh Starla.
" Kenapa bilang gitu yaaang ?".
" Aku belum siap hamil, punya anak, dan masih labil.Harusnya kamu yang paham gak melakukan ini semua ," ujar Starla dengan tatapan sedih.
" Ya Star, aku salah, sangat salah."
" Cintaku melebihi akal, melebihi batas untuk memilikimu secara utuh. "
" Aku masih mau berkarir menjadi pilot."
" Ya yaaang."
William sibuk menelepon seseorang dan William pun pamit, pergi ke apotik.
Starla perlahan kembali ke kamarnya, merenung, bagi orang Eropa, kehilangan sesuatu yang berharga tidak menjadi persoalan.
Namun bagi orang Asia , blasteran, itu masih menjadi hal tabu. Apalagi Starla berkewarganegaraan Korea, padahal wajah Starla dan William bule banget.
Kalau William memang orangtuanya sudah lama tinggal di Korea, sedangkan orangtua Starla baru beberapa tahun pindah kewarganegaraan dengan alasan bisnis keluarga mereka sangat berkembang di Korea.
Perlahan air mata Starla berlinang di pelupuk matanya.Dia merasa memang benar kata orang orang ,kehilangan kesucian membuat perasaan tidak nyaman, ada yang hilang dalam diri.Penyesalan selalu datang terlambat.
😔😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1