
" Kenapa melamun Star? ", tanya Melvin.
Starla hanya tersenyum, Starla sudah berada di apartemen Clara dan Melvin.
Melvin memberikan yougurt buat Starla.Starla menjilati tutup yougurtnya, membuat Melvin tersenyum.
Yah , Starla wanita apa adanya, menggemaskan, dan gak topeng.
" Mami kamu datang ?".
" Hemmmm....".
" Aku dan Clara tidak keluar, karena kami tahu, kamu pasti mendapatkan petasan, dan akan malu jika di depan kami."
Starla mengangguk.
" Istirahatlah Star, jangan patah arang," ujar Clara.
Starla mengangguk.
Starla kembali ke kamarnya, membuka pintu kamar, sangat sedih melihat isi apartemen nya kosong melompong, dan sudah pasti saldo tabungan sudah tipis pakai banget.
Starka menghembuskan nafasnya.Begitu berat hidup berjuang sendiri, bisa sih menikah dengan laki laki konglomerat seperti Edward, namun Starla tidak nyaman memakai pendaoatan orang lain buat dirinya. Karena kebanyakan teman temannya berpisah, tabungan mereka pun menipis karena tidak punya pekerjaan apa apa.Starla masih bersyukur, usaha nya mendekor bunga, mwmbuahkan hasil, dia memiliki uang saku dari setiap pekerjaannya , dan juga Starla ikutan dalam modal usaha Clara.Gak banyak, hanya lumayan, buat uang mendadak jika kesulitan, Starla selalu menabung uang itu.
Starla membaringkan tubuhnya, kata kata sang mami sangat menusuk. Rasanya diperlakukan seperti anak tiri, karena terlalu menghawatirkan, makanya bisa seperti itu.
Starla menghapus air matanya dan memejamkan matanya.
Pagi itu, seperti biasa, roti dsn teh manis pengisi perut Starla.Bersyukur penerbangan siang dan malam, makannya di tanggung, jadi penghematan pun bisa terlaksana.
Starla kembali berpapasan dengan William. Terlalu malas buat keluar dari tower lain, toh jadi bahan gosip juga. Starla lebih cuek.
Starla hendak memasukkan kopernya, nsmun langsung William ambil alih.Begitulah William sangat perhatian.
__ADS_1
William pendiam, intovert, dan teliti. Starla melihatnya dari caranya makan, berjalan, sungguh penuh wibawa. Namun sisi jiwa mudanya juga terlihat saat di India.Starla tersenyum.
Starla hampir tersandung ketika akan turun dari bus kru karyawan, dengan sigap William mendekap Starla.
Semua mata menyoroti mereka ber dua.
Starla cepat tersadar dsn berusaha berdiri kembali.
" Makasih...kapten."
William mengangguk.
" Hati hati."
Starla mengangguk ,dan merapikan pakaiannya.
Mereka memasuki pesawat, dan seperti biasa William melirik Starla.
" Lagi ada tornado Kap, moody banget."
" Jangan sampai nangis dan membanjiri pesawat ya Star."
Tawa Starla akhirnya pecah.
" Hidup di jalani, bukan di cemberutin."
Starla mengangguk.
" Mamamu menemui saya Star, karena saya penanggung jawab operasional".
" Maaf...," hanya itu yang bisa Starla katakan.
Sebenarnya di usia saat ini, Starla malu mamanya seperti itu, dia hanya berharap, tempat kerjanya ngertiin dia walau sedikit.
__ADS_1
Starla kembali kosentrasi, menekan beberapa tombol atas perintah William.
" Kaptenmu nanti malam akan mengadakan perpisahan Star."
" Ya."
" Kamu datang ?".
" Tentu saja Kapten."
" Dia kapten terbaik yang pernah terbang bersama ajari banyak hal, penerbangan pesawat cargo, atau pun baling baling, dia banyak mengajari ilmu ketenagan ,berpikiran jernih."
" Pantasan kamu tetap kuat, walau ngadapi mami kamu.Hanya biasa kamu diamin, maka mamimu semakin kesal."
" Kalau di jawab bakalan pecah perang dunia ke 3".
William mengangguk.
" Buat copit seperti kamu, kamu berhemat, beli apartemen pakai uang sendiri, kamu mandiri dan gak ngandalin orang tua."
Starla kembali menetakan beberapa tombol.
Ketika pesawat landing, William langsung meraih tangan Statla buat mengikutinya. Starla kebingungan dengan reaksi William
🥰😍🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1