
Seusai pertunjukan, Starla pun turun bersama mbak Niken. Saling tos dan meneguk minuman keras kesukaan mereka.Vodca dan Tequila menjadi pilihan mereka .
Starla tersenyum saat melihat sosok James hanya mengawasi sang kekasih. Yah , Starla cukup tahu, James sangat menyayangi Niken, dia tahu Niken hanya ngambek. Dan sebuah pelukan James lakukan pada Niken.Mereka saling bertatapan.
James sungguh pria baik. Wajar sih Niken dia tata, memang Niken kebangetan . Dan Niken meminta maaf juga saat itu pada James. Dan mereka berbaikan.
" Mbak, mobil mbak, aku gak berani bawa pulang, apartemenku tempat kumuh."
" Biar di bawa sopir Star."
" Kamu di antarin aja."
Starla mengangguk.
" Makasih udah nemani Star ," ujar Niken.
" Hmm, aku udah mirip konsultan pernikahan, " ujar Starla ngakak.
" Dan aku baru tahu, kamu bisa pole dance , Starla ajarin yah ?", ujar James menatap sang kekasih.
Niken mengangguk manja.
" Kamu sexy yaaaang. Dan aku harus menahan rasa cemburu, kamu di lirik dan di dekati banyak pria."
" Udah deh, aku duluan aja yah...,gini nih, kalau udah baikan, aku jadi kambing congek."
" Makanya , Steve ada , di tolak."
Starla hanya tersenyum.
" Aku cabut dulu ya Mbak."
Niken pun mengangguk.
Starla terlebih dahulu meneguk satu gelas tequila dan melangkah keluar pintu. Beberapa pria tajir mendekati Starla. Namun Starla menolak dan berlalu.
Sampai seseorang mendekapnya dengan erat, mengunci dirinya dan sosok itu perlahan bibir sang pria menyusuri bibir ranum Starla.
Starla syok melihat sosok berada di hadapan nya , sampai tidak bisa bereaksi, Starla membeku dengan skak mat pria itu.
" Jangan pernah melakukan kenakalan lagi Star, suara itu begitu serak , kembali ******* bibir Starla ."
__ADS_1
Dengan nafas ter engah engah Starla melepaskan diri.
Ketika Starla bergegas menuju mobil, William langsung mendekap Starla kembali.
" Starla akan saya antar ke apartemen nya pak."
Sosok sang supir pun mengangguk.
Starla pun memandang sengit ke arah William. Starla menginjak kaki William dengan sepatu sport nya, untung aja gak pakai heelsπ€£π π, kalau gak kaki William bisa bonyokπ€.
William mengangkat Starla seperti mengangkat sekarung beras.
Starla tidak mau menjadi pusat pemberitaan, Starla hanya bisa pasrah.
William memberikan jas nya pada Starla.
" Pakai Star, besok kamu kerokan."
" Udah biasa."
William menggaruk rambutnya.
" Pakailah, diri kamu itu berarti ".
Starla mengenakan jaket William.Wangi jas itu begitu sexy.
Starla terkadang merasa sedih, dia seperti luntang lantung di dunia ini.
Padahal dia menolong Niken dengan tulus, namun memang awalnya dia menjadi supir pengganti, bahkan beberaoa teman Niken juga masih memakai jasanya.
" Kita kemana ?".
" Ke apartemen kamu."
Yah banyak hal misterius yang ingin William ketahui tentang Starla.
William pun menggenggam tangan Statla.
Starla menatap gelapnya malam.Mencoba melepaskan genggaman iyu, namun tangan itu terlalu kekeh menggenggam.
Sesudah sampai di apartemen, mereka menaiki lift dan Starla membuka pintunya.
William dua kali datang ke apartemen ini. Sebelum bertemu dengan starla, William sudah mengecek biodata Starla dengan pertolongan teman nya bagian maskapai penerbangan.
__ADS_1
William duduk dan cukup terkejut setelah membaca profile Starla di laptopnya. Pendidikan nya di tempat terbaik, profesi kedua orangtuanya juga sangat baik. Apa yang menyebabkan Starla seperti ini? Tanda tanya besar.
" Gak capek hidup begini Star ?".
Starla hanya tersenyum.
" Kamu merasa aku perempuan murahan, makanya maksa nyium aku ?".
" Maaf..., bukan merendahkan kamu, kamu butuh tempat berpijak, dan aku akan menjadi pria yang ada buat kamu."
" Aku tidak berminat kapten, ini dunia ku."
" Tidak Star, aku tidak ijinkan kamu merusak dirimu seperti ini."
Starla hanya tertawa. Berjalan menutup pintu mengganti pakaian rumahan nya.
Starla membiarkan sosok William di luar, dia berpikir , di diami akan pergi namun salah, setelah 2 jam ,sosok itu malahan sudah berganti pakaian rumahan.
" Ngapain disini ?"
" Belum pulang Kapten ?".
" Kita perlu bicara."
Starla akan menutup pintu kamarnya , namun William menahan nya, dan meraih tubuh Starla.
" Kamu punya aku mulai saat ini. Jangan secapek ini bekerja."
" Aku tidak punya siapa siapa, dan aku juga gak mau dengan siapa siapa ," ujar Starla.
" Tidak Star, kamu tidak bisa lepas dari kontak antara kita. "
William menangkup wajah Starla aura William begitu kuat. Seolah meyakinkan Starla , bahwa Starla membutuhkannya.
Tangis Starla pun pecah dalam dekapan William.
William sangat memperhatikannya. Starla bahkan melihat, William kembali mencuci pakaian nya dan kembali mengisi kulkas Starla.Baru kali ini Starla di perhatikan seperti ini.
π₯°ππ₯°ππ₯°ππ₯°ππ€
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment