Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 22


__ADS_3

"Siapa dia?" Tanya wanita itu,tanpa melepaskan pelukannya.


Wanita cantik bertubuh tinggi bak model yang saat ini sedang berada di dalam pelukan Arga adalah,mantan kekasihnya yang bernama Fiona azusena,anak dari pengusaha kaya. Saat ini ia tengah hamil 2 bulan hasil hubungan gelapnya dengan pria lain.


Ia melakukan s*x bebas dengan kekasihnya setelah putus dari Arga. Ia sengaja bilang pada Arga,kalau usia kandunganya adalah 4 bulan,tepat di mana saat itu ia melakukannya dengan Arga,sebelum putus karna tergoda pria lain.


Pria yang menghamili Fiona tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan sang kekasih,ia hanya ingin kesenangan,ia hanya mencintai tubuh Fiona. Saat ia tau kalau Fiona tengah hamil,ia langsung melarikan diri ke luar negri.


Fiona sudah pernah mencarinya,namun usahanya gagal,entah saat ini pria baji**an itu bersembunyi di negara mana,ia pun tidakntau.


Tidak ingin perutnya semakin buncit,akhirnya ia mengelabui Arga dengan mengatakan kalau ia tengah hamil 4 bulan,hasil dari buah cinta mereka dulu.


Merasa pernah menikmati kemolekan tubuh Fiona saat mereka masih pacaran,membuat Arga percaya dan memang harus bertanggung jawab atas kehamilannya saat ini.


Kembali ke permasalahan.


Arga diam tanpa berkata,ia berusaha menahan gejolak hati yang memintanya berlari ke arah Vania dan ingin memeluknya.


"Sayang..siapa.dia?" Kembali ia bertanya.


Deg..


"Dia bahkan memenggil Om Arga dengan panggilan sayang? Siapa dia? Kenapa Om Arga diam?" Air mata itu sudah jatuh saat melihat kemesraan mereka,namun semakin deras saat mendengar panggilan sayang yang keluar dari mulut wanita itu.


"Gue gak kenal." Ucapnya berusaha tegas,karna menjelaskannya pun,akan sia-sia,toh yang ia tau janin yang ada di dalam kandungannya adalah anaknya. Vania tidak akan menerima penjelasan apapun. Pikirnya.


"Om jahat..." Suara Vania terdengar sangat berat. Rasanya ingin sekali ia menghampiri wanita itu lalu menamparnya,tapi untuk apa? membuang energi. Dia juga sudah mengatakan,kalau dia tidak mengenal ku bukan?


Tak sanggup lagi berada di sana,akhirnya ia memutuskan untuk pergi tanpa meminta penjelasan apapun dari Arga,karna pemandangan dan sikap Arga tadi,cukup memperjelas semuanya.


Vania berlari masuk ke dalam mobil dengan keadaan menangis,Daniel yang mengikuti Vania ternyata ia kembali ke mobil untuk menerima telfon.


masih menerima telfon di dalam mobil. Ia di buat terheran dengan tangis sang adik yang terisak-isak. "E..eh..lo kenapa?" Tanya Daniel.


"Aku mau pulang kak. Cepat bawa aku pulang." Hikss..hikss... Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Situasi sedang tidak baik,Daniel mengakhiri obrolannya,lalu membawa Vania pergi meninggalkan rumah Arga.


Sepanjang perjalanan Vania terus menangis,Daniel semakin bingung karna sang adik tidak mau menjelaskan apapun padanya. "Aduuh..Nia..lo diem dong,jangan nangis terus,ngomong dong kenapa?"


"Berisik tau gak sih,dari tadi nanya melulu." Ucap Vania berteriak kesal pada kakaknya yang tidak ada hentinya bertanya.


"Diih..nih anak,jadi marah-marah." Daniel mengernyitkan dahinya,kembali ia fokus pada jalan.


"Aaaaa.... aku benci kamuuu Om... Om JAHAAAT..." Hikss..hikss..


"Kenapa om lakuin ini sama aku...?" Hikss...hikss...


"Nia..."

__ADS_1


"Diaaam...." Vania membentak sang kakak. dan ia kembali diam.walaupun suara sang adik sangat mengganggu pendengarannya. "Bodo amat ah.. Ntar di bentak lagi."


"Aku bersumpah,kamu akan menyesal sudah menghianati cinta ku." Sumpah serapah terus keluar dari mulutnya.


Begitu sampai di rumah,ia langsung berlari masuk ke dalam menaiki tangga menuju kamarnya,ia bahkan melewati Jehan tanpa menyapanya. "Kenapa dia?" Penasaran.


Daniel yang baru masuk pun menjadi sasaran Jehan untuk mencari tahu penyebab menangisnya Vania. "Daniel..." panggilnya,ia berdiri lalu menghampiri Daniel yang saat ini sedang minum.


"Apa?"


"Kenapa adik mu?"


"Gue gak tau." Jawabnya singkat. Ia menyimpan gelas bekasnya ke dalam cucian piring kotor,memutar tubuhnya menghadap Jehan. "Kenapa? Kepo? Seneng liat adek gue nangis?" Kata Daniel ketus.


"Kamu ko jahat banget sih Daniel." Ucapnya dengan menyentuh dada bidang putra tirinya itu dengan satu jari telunjuknya.


Daniel memutar bola matanya jengah. "Heh.. ibu tiri,lo ngerayu gue? Gue bakal ngadu sama papah."


"Ngadu aja. Dan saran ku,gak perlu ngadu,cape...toh ujung-ujungnya dia percayanya sama aku." Ucap Jehan dengan entengnya,dan memang pada kenyataanya begitu,Jehan sangat handal dalam bersilat lidah di depan sang suami.


Tidak perduli,Daniel berlalu meninggalkan Jehan di dapur. Ia pergi ke lantai atas guna menemui sang adik di dalam kamarnya.


"Jglek.." Daniel membuka pintu kamar sang adik yang tidak di kunci. Ia melihat Vania sedang menangis di atas kasur dengan posisi tengkurap memeluk bantalnya. "Nia..lo sebenernya kenapa sih? Dari tadi nangiiis terus,lo gak cape apa?" Menghampiri sang adik,lalu duduk di tepian tempat tidur.


"Dia jahat kak." Hikss..hikss.. Tetap di posisi yang sama.


"Iyaaa..."


"Selungkuh?"


"Iyaaa.. Nanya terus sih." Vania merubah posisinya menjadi duduk. "pergi sana,aku mau sendiri." Ucapnya sambil mendorong tubuh Daniel turun dari kasurnya.


"Aku ngadu papah ya."


"Terserah,soni pergiii..."


Daniel pun akhirnya keluar dari kamar Vania. Saat menuruni anak tangga,ia mendapat pesan dari teman Clubnya. "Tempat biasa."


"Malas." Jawabnya singkat.kembali ia melangkah turun.


"Ayolah.. pokoknya gue tunggu di tempat biasa nnti malam." Balasnya lagi.


Daniel mengabaikan pesan dari temannya,lala keluar meninggalalkn rumah,yang entah tujuannya mau ke mana.



Di tempat yang berbeda,Arga dan Fiona saat ini sedang berbaring di atas tempat tidur,nafas mereka masih memburu karna aktifitas yang baru saja mereka lakukan.


__ADS_1


Nampak Arga sedang menikmati hisapan demi hisapan sebatang rokok ti tangannya


"***Sungguh.. Kalau bukan lo yang ada di pikiran gue,gue gak bisa ngelakuin ini Nia. Gue cinta sama lo. Tapi dalam rahim Fiona,ada darah daging gue.gue gak mungkin lari dari tanggungjawab***." Batin Arga bergumam.kembali ia menghisap rokoknya lalu membuang asapnya jauh ke udara.



"Papah meminta kita cepat menikah sayang." Ucapnya sambil bersandari di dada Arga yang bidang.



"hhmm.." Jawabnya tanpa berkata.



"Kira-kira,kapan waktu yang tepat untuk kita menikah?" Fiona kembali bertanya dengan mendongakan kepalanya menatap wajah Arga dari dekat.



"Terserah." lagi-lagi jawabnya singkat. Ia bangkit dari tempat tidur lalau memunguti pakaina Fiona yang berserakan di lantai. "Pake.. dan bilang sama bokap lo,gue siap menikah kapan aja."



"Benarkah?" Fiona langsung kegirangan lalu turun dari ranjang,kembali memelik Arga. "Terimakasih sayang."



"Inget..lo sedang mengandung anak gue,berhenti main ke club malam,dan jangan ngumpul sama temen-temen lo yang gak jelas itu,gue gak mau anak gue kenapa-napa." Ucapnya sedikit ketus.



"Aku akan mematuhi semua perintah mu Sayang."



"***Akhirnya,gue bisa dapetin lo lagi Arga. Setidaknya,nama baik keluarga gue terjaga. Gue gak tau,apa yang akan papah lakuin kalau sampai nama baiknya tercoreng*** ***Karna kehamilan gue ini***." Batin Fiona bergumam.



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Follow me....


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2