
Arga melihat Vania gelisah,beberapa kali ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kenapa sayang?"
"Aku terlambat satu mata kuliah." Ucapnya sedikit kesal. Karna aktifitas tadi pagi,membuat Vania tertinggal satu mata kuliah.
"Maaf,sayang,habis aku suka gak tahan kalau liat kamu." Meraih tangan Vania,lalu menciumnya.
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi,karna Vania tidak mau tertinggal lagi. Cukup menempuh jarak selama 15 menit,mereka sampai di depan gerbang utama. "Nanti aku kasih tau kamu kalau mata kuliah ku udah selesai." Ia melepaskan setbel nya."
"Aku ikut masuk?"
"Mau ngapain masuk?" Aneh.
"Nunggu kamu lah." Arga juga melepaskan setbelnya. "Di dalam ada kantin kan?"
Vania mengangguk. "Ada."
"Aku tunggu di sana aja."
Arga keluar dari mobil lebih dulu,di susul Vania setelah Arga membuka pintu di sisi sebelahnya.
Vania menggandeng mesra Arga masuk ke dalam kampus,tak sedikit mereka para mahasiswi berdecak kagum melihat ketampanan seorang Arga. "Hubby.."
"Iya sayang?"
"Lain kali kalau datang ke kampus ku pakai topi,jangan berpakaian casual kayak gini,pake sandal jepit,pakai kaus,sama celana pendek."
Arga menghentikan langkahnya. "Tunggu..tunggu.. Ko dalam pikiran ku,itu stile nya tukang becak ya? Sandal jepit,kaus,topi,celana pendek? kamu mau mengingatkan aku sama masa lalau aku?"
"Emang dulu kamu pernah jadi tukang becak?"
__ADS_1
"Ya nggak sih,cuma..."
"Ya udah kalau nggak." Ucap Vania menyela.
"Iya..cuma,kenapa gitu? Kamu gak malu aku berpakaian kayak gitu."
"Nggak."
Tiba-tiba seorang mahasiswi menyapa Arga
"Kak.." Panggilnya dari belakang.
Arga pun menoleh. "Aku..?"
Gadis itu mengangguk dengan senyum.
"Ada apa ya?"
"Oh..bukan,saya.."
"Dia suami ku." Vania langsung menautkan tangannya pada lengan Arga.
"Upss....kamu istrinya? kayak anak kecil ya?" Ucapnya meledek.
Vania melangkah maju. "Apa kamu bilang? seperti anak kecil?" Ucapnya dengan sorot mata tajam,bahkan tangannya sudah mengepal kuat,rasanya ingin sekali merobek mulut gadis itu. Aaaahh...mungkin ini karna hormon kehamilannya.
"Nia..nia.. Jangan emosi." Arga mencoba melerai. "Dia memang istri ku." Bicara pada gadis itu sesopan mungkin,karna gak mungkin kan Arga bersikap seperti Vania?
"Dan kamu tau,aku sedang mengandung anak nya."
__ADS_1
"Oh..ho.. Pantesan keliatan tua,dan sudah kendor" ha..ha..
"Tua..?" Habis sudah kesabaran Vania,ia menjambak rambut gadis itu sangat kuat,menjambak,mencakar,bahkan kalau Arga tidak melerainya,mungkin gadis itu akan terkena tamparannya.
"Sudah sayang." Arga memeluk Vania dari belakang,lalu menggendongnya.
"Lepaskan aku Hubby." Ia memukul dada Arga cukup kuat. "Dia sudah menghina ku."
"Hei...wanita tua,tunggu nanti pembalasanku." Teriak gadis itu dari kejauhan.
"Hubby..turunkan aku."
"Aku turunkan,tapi jangan kejar gadis itu lagi." Pintanya.
"Nggak,aku akan tetap ngejar gadis itu." Tegas Vania masih kesal.
"Ya udah,kalau gitu aku gendong kamu sampai kelas."
"Apa..?"
Dan benar saja,Arga menggendong Vania sampai ke dalam kelas,ia kembali melewati rintangan ejekan dari teman-teman kampusnya. "Hubby aku malu." Ia menelusupkan wajahnya di dada suaminya yang bidang.
Saat akan masuk ke dalam kelas,langkah Arga tiba-tiba terhenti di ambang pintu. "Kenapa?" Tanya Vania terheran,saat mata Arga mengunci sosok pria yang ada di depannya. Ia pun menurunkan Vania.
Saat menoleh ke dalam,ia di suguhi pemandangan yang tak pernah terlintas di dalam benaknya. "Kak Whisnu...?"
"Nia..?" Dengan senyum bahagia,Whisnu melangkah maju,menghampiri Vania. "Sayang ku."
"Mau ngapain kamu ke sini?"
__ADS_1
"Aku mau VOTE,LIKE,KOMENTAR,BUNGA SETAMAN,biar semangat lagi nulisnya 😂😂😂 maaf ya banyak maunya 🤗🙏