Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 51


__ADS_3

"Nia sayang.." Whisnu melangka maju menghampiri Vania sambil mengulurkan tangan,namun vania menjauhkan tangannya. "Kenapa Nia?" Dia mengerut bingung.


"Aku sudah menikah."


"Menikah?" Menatap tak percaya.


Percakapan mereka terpotong karna para mahasiswa yang mulai berdatangan masuk ke dalam kelas. "Jangan ngobrol di jalan dong."


Vania yang berdiri di ambang pintu pun harus mundur keluar,memberikan jalan untuk mereka,begitu pun dengan Whisnu. "Hei Whis,kapan dateng?" Sapa salah satu mahasiswa yang mengenal Whisnu. Ia juga melirik ke arah Vania sekilas,walaupun bukan teman dekat Whisnu ia tau kalau dulu dia berpacaran dengan Vania.


"Kemaren Har." Saut Whisnu ramah.


"Lo ngisi kelas di sini?"


Whisnu mengangguk,sambil melirik ke arah Vania. "Iya."


Cukup terkejut,kelasnya akan di isi oleh Whisnu,ia mengerutkan keningnya seolah tak suka,begitupun dengan Arga. "Pantasan gue ko tiba-tiba pengen nemenin Vania ke kampus,ternyata ada ini." Batin Arga bergumam. Ia berusaha bersikap biasa saja,walau hati merasa was-was.


Haris teman Whisnu menepuk bahunya "Hebat ya lo,sekarang udah jadi motivator."


"Alhamdulillah." Saut Whisnu.


"Ntar ngisi kelas gue juga nih?"


"Belum tau kalau itu,jadwal gue baru di kelas ini."


"Iya...iya...kalau gitu gue duluan ya,kalau ada waktu kita ngobrol-ngobrol lagi."


"Ok siap bro." Setelah berjabat tangan Haris pun pergi.


Whisnu kembali menoleh ke arah Vania,ia melihat Vania menautkan tangannya pada lengan Arga,tanpa bertanya pun ia sudah bisa menebak kalau Vania menikah dengannya. "Jadi..kamu beneran udah nikah?"


Vania mengangguk. "Iya.."

__ADS_1


"Dan.. Orang yang sering kamu panggil om ini adalah suami mu?"


"Iya." Ia menjawab dengan menatap wajah Arga,sambil tersenyum. "Cup.." Arga mencium tangan Vania.


Perih memang,tapi Whisnu berusaha biasa saja,terpaksa ia harus menelan pil pahit karna cinta Vania bukan untuknya lagi,cinta yang masih tertata rapih di dalam hatinya,bahkan kepulanganya ke Tanahair semata-mata untuk dirinya. Whisnu menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. "Aku fikir kamu menungguku."


"Maaf kalau aku terlalu percaya diri."


"Oh iya,sekarang aku yang mengisi kelas,mungkin kita akan sering bertemu untuk satu minggu ke depan." Kata Whisnu berusaha biasa aja. Ia pun masuk ke dalam.


Setelah Whisnu masuk,Vania menoleh ke arah Arga. "Hubby.."


"Iya.. "


"Boleh aku masuk?" Vania meminta izin sang suami,sebelum masuk kelas, dan pasti akan bertemu lagi dengan Whisnu.


Sebenarnya Arga merasa takut,tapi melarangnya tidak mungkin,Arga berusaha biasa saja dan mengizinkan Vania mengikuti kelas bersama Whisnu. "Masuk lah,aku tunggu di kantin." Kata Arga sambil mengusap pipi vania dengan tangannya.


Setelah mendapatkan izin dari sang suami ia pun masuk ke dalam, lalu Arga memilih menunggu di kantin. Sambil mengaduk-aduk es teh manis ia berfikir. "Apa kamu masih mencintainya Nia..?" Batin Arga bergumam.


Arga menoleh dengan wajah datar. "Udah selesai?"


"Udah." Vania mengulurkan tangannya. "Ayo kita pulang." Ajaknya dengan senyum.


"Iya,aku bayar dulu."


"Bu.." panggilnya pada ibu kantin.


"Iya mas.." Ibu itu menghampiri Arga.


"Semuanya berapa?" Sementara ibu itu menghitung,Arga merogoh dompet di dalam saku belakang.


"Es teh manis,gorengan 5 ya mas?"

__ADS_1


"Iya bu,sama lontong juga 3."


"Hubby..kamu lapar? sebanyak itu makan gorengan?" sela Vania,namun Arga hanya meresponnya dengan senyum.


"Semua jadi tiga belas ribu mas."


Arga menyerahkan uang sebesar lima puluh ribu pada ibu itu. "Tunggu bentar ya kembaliannya." Ibu itu kembali masuk ke dalam,guna mengambil kembalian.


"Hubby.."


"Hhmm..."


"Jangan terlalu banyak makan gorengan,nanti muka kamu cepet keriput loh." Kata Vania sedikit meledek.


"Kalau cepet keriput emang kenapa?" Suara Arga terdengar sedikit ketus.


"Ini kembaliannya mas." Arga menerima kembalian dari ibu itu,dan memasukannya ke dalam saku celana.


"Makasi bu."


"Sama-sama."


"Kamu bakal berpaling sama pria lain kalau aku keriput? mau cari yang lebih muda?" lanjutnya.


"Dih..gitu sih? ngambek ya?" Menusuk bahu Arga dengan jarinya.


"Udah lah,aku lagi gak mau bercanda. Ayo cepat pulang." Ajaknya sambil mengkerut,ia bahkan mengabaikan uluran tangan Vania.


"Hubby.. tunggu." Vania sedikit berlari kecil,demi mengsejajarkan langkah kakinya dengan Arga. "Jangan marah dong,aku kan cuma bercanda."



__ADS_1


Babang Arga lagi ngambek tuh,kasih vania LIKE dong,VOTE,juga BUNGA setaman,dan KOMENTARNYA ya jangan lupa. 🤗🤗😘🙏


__ADS_2