
Menyelesaikan drama,Arga kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,30 menit kemudian mereka sampai ke tempat tujuan.
"Papah..." Vania memanggil sang ayah begitu masuk ke dalam rumah lamanya.
"Non Vania..?" Bi Narmi yang mendengar suara Vania langsung menghampirirnya.
"Kemana papah bi?"
"Papah di sini sayang."
Vania menoleh ke belakang. "Papah..?" ia berlari menghampiri sang ayah,lalu memeluknya. "Kangeeeenn..."
"Papah juga kangen sayang." Burhan mengusap lembut punggung putrinya.
"Nia.." Seseorang memanggil Vania di belakang Burhan.
"Bu Inez..?" Vania melepaskan pelukan ayahnya,bergantian memeluk Bu Inez. "Bu Inez ada di sini juga."
"Ia,ibu sama papah mu habis dari luar." Saut Inez dengan senyum. Bu Inez melepaskan pelukannya.
"Kita habis dinner Nia." Saut Burhan.
Arga mendekat merangkul Vania dari samping,mengusap lembut bahunya.
"Kalian pergi berdua? nge-date pah?" Saut Vania menatap tak percaya,pasalnya Burhan tidak pernah mau keluar dengan Inez kalau tidak dengannya,tapi kali ini mereka jalan berdua,bahkan tanpa Vania yang menjadi perantaranya. "Hebat."
"Boleh kan kalau papah pergi sama bu Inez?"
"Boleh dong,itu yang aku mau selama ini,kapan papah mau jadiin bu Inez mamah ku?"
"Jangan dulu tanya kapan,tapi tanya dulu Bu Inez nya mau atau gak?"
Mendengar Burhan mengatakan itu,wajah Inez berubah merah jambu karna malu,secara tidak langsung,Burhan sedang melamarnya saat ini.
"Jawab dong bu..!" Kata Vania,yang sudah tidak sabaran.
"Jawab apa?"
"Iihh..ibu mau kan jadi orangtua ku,jadi istri baru papah,sekaligus jadi ibu baru ku."
Burhan terus memandang wajah Inez,membuat Inez semakin salah tingkah,jangankan untuk menjawab,untuk menaikan wajahnya aja dia tidak berani.
"Bu ayo jawab. Gak mau ya?" Vania mengerucutkan bibirnya.
"Nggak sayang,bukan gitu." Bu Inez mengangguk. "Mau ko." Ucapnya malu-malu.
"Yee...aku punya ibu lagi Hubby.." Arga ikut bahagia dengan kebahagiaan Vania ia mengecup puncak rambutnya.
Saat tengah asik berbincang,tiba-tiba Arga mendapatkan panggilan telfon dari Evan. "Sayang,aku angkat telfon dulu ya."
"Siapa Hubby.?"
"Evan."
"Oh..Ok,jangan lama-lama ya."
__ADS_1
"Iya sayang." Arga mengusap pipi Vania lalu sedikit menjauh untuk menerima panggilan dari Evan.
"Hallo.. Ada apa?"
"Gue udah nemuin rumah si Megan."
"Bagus. Terus..?"
"Kalau masalah pelaku penabrakan gue belum tau,masih gue selidiki,kita gak bisa sembarangan nuduh dia,kalau salah kita yang bakal di penjara."
"Iya gue tau,terus lo selidiki,kalau sampai terbukti ulah si Megan,langsung aja eksekusi,dan gue mau malam ini juga." Perintah Arga. Ia tidak mau menunda masalah ini terlalu lama,karna khawatir akan sangat membahayankan keamanan sang istri.
"Siap bos,gue usahain malam ini."
Arga pun mengakhiri sambungan telfon,lalu kembali masuk ke dalam menghampiri Vania. "Sayang.." Panggilnya dari belakang.
Vania menoleh ke belakang sambil menautkan tas nya di bahu. "Hubby.. udah telfonnya?"
"Udah sayang."
"Ayo kita pulang,aku lelah."
"Mmm... sayang."
"Ada apa Hubby..?" Tanya Vania berjalan ke arahnya.
"Gimana kalau kita nginep di sini?"
"Nginep?" Vania menatap tak percaya. "Kamu yakin?"
"Oh,ya gak apa-apa dong,papah seneng malah."
"Ok, Tapi aku mau istirahat sekarang Hubby."
"Ayo kita ke kamar,kita istirahat." Ajaknya sambil menggandeng tangan Vanai.
"Pah,bu Inez,aku duluan naik ya."
"Iya nak." Saut Burhan.
"Iya Nia,ibu juga sebentar lagi pulang ko." Bu Inez pun ikut berdiri.
"Papah anterin bu Inez pulang ya,kasihan udah malem loh pah."
"Iya nak,sana kamu istirahat."
"Hubby.. Ayo."
Vania dan Arga pun naik ke lantai atas menuju kamarnya,sedangkan Burhan mengantarkan bu Inez pulang.
Begitu sampai di kamar,Arga sibuk mengirim pesan pada Evan,sementara Vania masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju.
Tak lama Vania keluar dengan menggunakan lingeri berwarna hitam,menerawang,seakan tidak ada bedanya antara memakai lingeri atau tel**jang,Semua nampak jelas terlihat puncak gunung kembar berwarna kehitaman di ujungnya itu. "Wow.. Nia sayang,apa yang kamu pakai?"
"Hubby..apa aku terlihat cantik?" Tanya Vania dengan polosnya,ia masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Sangat cantik sayang. Sini,duduk di atas pangkuan ku." Pintanya sambil menepuk pahanya.
Vania pun mendekat lalu duduk di atas pangkuan suaminya. "Kamu sangat cantik istri ku." Arga mengecup tengkuk leher Vania,hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana."
"Hubby.." Tubuh Vania bergetar hebat menahan kenikmatan yang di rasakan,saat tangan Arga masuk ke dalam lingerinya,dan bermain di puncak gunung,ia mengeratkan pelukannya.
Puas bermain di puncak gunung,Arga membawa tubuh istri kecilnya naik ke atas ranjang. "Are you ready Nia ku sayang?"
"Aku selalu siap kapan saja Hubby." Ucapnya sambil memainkan dada Arga dengan jarinya.
Arga menurunkan relsleting celananya di depan Vania,matanya membulat sempurna saat melihat betapa besarnya senjata itu,senjata yang masih tersimpan di dalam bungkusnya,dan senjata yang selalu membuatnya lemas tak berdaya,namun memiliki candu yang luarbiasa.
"Sekarang Nia sayang." Arga terus menghentakan tubuhnya,berusaha mengatur agar mencapai puncak bersamaan."
"Hubby..Aahh... "
Akhir mereka mencapai puncak bersamaan,dengan nafas yang saling memburu,perlahan Arga melepaskan senjatanya dari dalam sana,sedikit mengalir cairan putih seperti susu keluar dari wadahnya.
Dengan sangat telaten,Arga membersihkan bekas percintaan di selan***ngan istri kecilnya menggunakan tisyu basah,setelah itu Arga berbaring di sampaing Vania dengan nafas yang masih saling memburu. "Aku berharap kamu cepat mengandung buah cinta kita sayang."
"Kamu hebat sayang." Ucap Arga sambil menutup tubuh mereka dengan selimut.
"Aku akan selalu memberiakan servic yang terbaik Hubby." Vania mendongakan kepalanya ke atas,lalu Arga mencium kening Vania penuh cinta.
"Terimakasih sayang. Sekarang ayo kita tidur."
"Hubby..!" panggilnya lagi.
"Kenapa istri ku?"
"Aku lapar."
Arga membuka mata yang sempat terpejam. "Mau makan?" Ucapnya menatap ke bawah.
Vania mengangguk.
Arga pun mengambil ponselnya di atas nakas,lalu memesan makanan online. Selesai memesan tiba-tiba ia mendapat pesan dari Evan yang berisi :
"Gue udah tangkep komplotan yang berusaha nabrak Bocil."
Arga merubah posisi duduknya. " Hubby kenpa?" Tanya Vania sedikit heran melihat raut wajah Arga yang seketika berubah menegang.
"Gak ada apa-apa Nia sayang." kembali ia mencium puncak rambutnya lalu membalas pesan dari Evan. :
Tunggu gue di tempat biasa,20 menit gue nyampe ke sana." Balasan Arga.
Yang baik-yang baik minta jempolnya di tekan ya,bunganya di tebar luas,dan boleh dong Om Arga minta Vote nya 🤭🤭🙏.
Terimakasi..💝🙏
__ADS_1