Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 46


__ADS_3

"Di mana Vania Pah."


"Bugh.." Burhan melayangkan pukulan cukup keras. "Kemana? kamu dari mana Arga." Burhan berteriak sangat kencang.


"Mas,tenang lah. Arga pasti punya alasan kenapa harus pergi." Timpal bu Inez seraya menenangkan.


"Dia sudah tidak becus menjaga putri ku."


"Mas..."


"Katakan? kamu dari mana?"


"Aku mencari dalang dari kejadian ini pah."


"Lalu siapa dalangnya?"


"Megan."


"Megan?" Mengernyit.


"Iya,ini semua ulah Megan pah."


"Kamu sudah menangkapnya?"


"Aku sudah memerintahkan Evan untuk menangkap Megan di kontrakannya."


"Kamu harus menangkapnya Arga,jangan biarkan mereka lolos." Pinta Burhan menekan.


"Pasti pah,aku pasti menangkap mereka."



Di tempat lain,Megan tertawa penuh kemenangan saat mendapat kabar dari orang suruhannya,kalau mereka berhasil menabrak Vania. "Dan bisa di pastikan kalau Gadis itu tidak akan selamat nyonya." Kata para preman itu berdiri di depan Megan.



"Bagus. Ini yang gue mau."



"Sekarang mana bayaran kita?" Pinta preman itu.



"Sabar dong,ini kan tengah malam,mana ada bank buka,besok gue kasih duitnya."



"Besok?" kata Preman itu dengan senyum menyeringai. "Jangan main-main dengan kita nyonya."



"Gue gak main-main,besok pasti gue bayar."



Salah satu preman itu melangkah maju. "Berikan bayaran kita,atau gue habisin lo sekarang juga." Ucapanya penuh ancaman.


__ADS_1


"Kalian gak akan bisa bunuh gue." Saut Megan dengan beraninya.



"Cih.. Apa lo bilang? gak berani?" Preman itu meraih dagu Megan. "Apapun biasa gue lakuin,gue bisa bunuh gadis itu,kenapa gue mesti gak berani bunuh lo?"



"***Sial***." Umpatnya dalam hati.



"Cepat." Suara preman itu sangat lantang.



"Iya,iya. Sekarang lepasin gue.



Preman itu melepaskan cengkramannya,lalu Megan masuk ke dalam kamar Jehan untuk mengambil seluruh simpanan uang kes mamahnya di dalam lemari.



Berhasil mengambil uangnya,Megas segera melarikan diri,namun sayang,saat akan keluar tanpa di sengaja ia menjatuhkan vas bunga di dekat meja TV. "Pray.."



Jehan mengerjap bangun,ia cukup terkejut dengan kehadiran Megan berada di ambang pintu kamarnya,dan yang lebih mengejutkannya lagi,ia melihat Megan memegang amplop berwarna coklat yang berisi semua uang tabungannya. "Megan,apa yang kamu lakukan?"




"Megan." Bentak Jehan,yang tidak mendapatkan jawaban dari sang anak.



"Apa sih mah? bawel banget."



Jehan turun dari ranjang nya,menghampiri Megan dan berusaha merebut amplop itu. "Kemarikan Megan."



"Gak mah,aku pinjam sebentar." Menyembunyikan amplop itu ke belakang.



"Gak,mamah gak punya uang lagi."



"Udah lah,nanti pasti aku ganti." Tidak perduli dengan sang ibu,ia tetap membawa amplop itu lalu menyerahkannya pada preman suruhannya.



Saat menyerahkan amplop itu,tiba-tiba "Jeder.." Polisi dengan senjata lengkap mengepung kontrakan Megan. "Jangan bergerak,tempat ini sudah di kepung."

__ADS_1



Polisi langsung memborgol mereka yang ada di sana. "Apa ini?" kata Megan ketakutan.



"Kalian semua,kami tangkap."



"Tapi,apa kesalahan kami?" Tanya Jehan kebingungan.



"Kalian kami tangkap,atas tuduhan telah melakukan pembunuhan berencana,terhadap saudari Vania atmaja."



"Kalian salah tangkap,aku tidak melakukan apapun." Saut Megan berusaha membela diri.



"Kalian bisa menjelaskannya nanti di kantor."



"Lepaskan saya." polisi menarik paksa Megan dan jehan masuk ke dalam mobil polisi.



"Bawa saja anak saya,saya tidak terlibat atas kejahatannya pak." Kata Jehan membela diri.



"Mah.. mamah apa-apaan sih? aku ini anak mamah,seharusnya mamah membela aku."



"Ini semua juga gara-gara kamu Megan,mamah bersih,tidak melakukan apapun,kamu masuk aja ke dalam penjara sendiri,jangan ajak mamah."



"Mamah.." Suara Megan membentak.



"Berisik!! Mau langsung saya masukan ke dalam sel?" Suara pak polisi itu sangat menakutkan,hingga keduanya diam membisu.



Dasar anak laknut dan ibu durjana,rasakan hukuman dari Author 😂😂😂.



LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Buat Author lebih semangat lagi ya Reader 💋🙏


__ADS_2