Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 26


__ADS_3

"Padahal gue mau bilang ada Megan di sana. Tapi..apa iya s bocil jadi pembantu di rumah mewah itu?" Ucapnya seraya berfikir.


Sedang asik melamun,Evan mendapat teguran dari bosnya. "Woy..Evan,lo niat kerja gak sih?" Ucap bosnya mendengus kesal.


"Iya bos,iya." Membuang puntung rokok yang masih setengahnya itu,ke dalam tong sampah,lalu kembali masuk ke bengkel.



Selesai dengan kegiatan kampusnya,Vania pulang ke rumah di antar oleh Whisnu menggunakan motor Matic nya.



Begitu sampai di depan rumah,ia melihat Jehan sedang menerima paket dari salah seorang kurir. Vania turun dari motor terus menatap ke depan "Ngapain lagi itu nenek?" Ucapnya pelan.



"Kenapa?" Kata Whisnu sambil membantu Vania membuka helm yang di pakainya.



"Oh..Gak apa-apa." Ucapnya dengan senyum.



Selesai melepaskan Helm,ia mengikatnya di jok belakang. "Mampir gak kak?" Tanya Vania.



"Nggak dulu ya,aku mau ke bengkel lagi,motornya masih gak enak nih." Saut Whisnu seraya merapihkan rambut Vania yang sedikit berantakan setelah melepaskan helm tadi.



"Ya udah,nanti kabarin aku ya."



"Pasti."



Whisnu menyalakan motor metic nya. "Aku pulang ya."



"Iya kak,hati-hati."



Setelahnya ia pun pergi meninggalkan rumah Vania menuju bengkel. Hanya 15 menit,ia tiba di tempat tujuan. "Bang.." Panggil Whisnu pada salah satu montir di sana.



Pria itu menoleh,lalu berdiri. "Ada apa Nu?" Kata pria itu sambil berjalan menghampiri Whisnu.



"Bang, motor saya kayaknya masih ada yang rusak nih,gasnya kenceng banget,padahal pedal gas udah turun." Ucapnya menjelaskan.



"Masa sih?" Pria itu mulai mengecek kembali motor yang memang tadi ia betulkan dengan mencobanya di jalan.



"Iya,di tinggal dulu gimana?" Kta pria itu.



"Wah..saya ngangkot lagi dong pulangnya." Keluh Whisnu.



"Soalnya gue banyak kerjaan,antri bro. Tuh liat." Pria itu menunjuk pada mobil dan motor yang sedang mengantri.



"Mmm... ya udah deh,tapi nanti malem saya ambil ya."



"Iya,tenang aja,nanti malam mah beres. Lagian mau ke mana sih? Kayak punya pacar aja." Ejek Pria itu.


__ADS_1


"Punya bang. Cantik lagi." Saut Whisnu dengan bangganya.



"Wah...hebat. Kalah gue ama lo."



Whisnu tersenyum. "Bisa aja si abang. Oh iya,saya gak punya no abang. Minta dong,biar nanti kabarin kalau udah kelar."



"Boleh.. Catet. 08572381\*\*\*\*."



"Ok,aku catet ya. Abang Evan." Nama yang ia catat di dalam ponsel miliknya.



"Sip."



Sedangkan di tempat lain,saat ini Vania sedang mengintip kegiatan Jehan di dapur yang sedang membuatkan teh untuk sang ayah.


Ia melihat Jehan memasukan serbuk ke dalam minuman itu. "Kali ini aku gak akan gagal." Ucap Vania dalam umpatan.


Selesai dengan kegiatannya,Vania bergegas pergi dari persembunyian menuju tempat di mana sang ayah sedang bersantai.


Tak lama Jehan pun datang membawa dua cangkir teh,yang satu untuk suaminya,dan yang satu untuk dirinya. "ini mas teh hangatnya." Ucap Jehan dengan memberiakan langsung teh itu ke tangan Burha.


"Terimakasi sayang." Ucap Burhan dengan senyum.


Vania menatap jengah. "Sayang,sayang. Munafik lo." Batin Vania bergumam.


Namun, saat akan hendak menyerup teh yang di buat Jehan,dengan sangat cepat Vania mencegar sang ayah untuk tidak meminum minuman yang di buat mamah tirinya itu. "Stop pah.."


"Kenapa?" Tanya burhan terheran.


"Aku mau mamah Jehan duluan yang minum minuman itu." Tegas Vania menatap tajam pada Jehan.


Jehan nampak kebingungan.


"Pokoknya mamah minum dulu teh ini,habis itu papah boleh minum."


"Kamu curiga sama mamah? Kamu takut mamah meracuni papahmu Nia?" Kata Jehan seolah dia lah korban fitnah dari anak tirinya itu.


"Karna aku lihat sendiri mamah memasuka sesuatu ke dalam teh itu pah." Masih dengan posisi duduk menghadap sang ayah,mencoba meyakinkan.


"Vania..tolong jangan bersikap berlebihan.." Saut Burha.


"Aku gak berlebihan pah,aku..."


"Vania cukup." Suara Burhan terdengar sangar lantang.


"Sudah mas,gak apa-apa. Kalau kamu mau, mamah akan turuti kemauan kamu."


Saat Jehan menenggak minuman yang ia buat tadi,setelah beberapa saat,tidak terjadi apa-apa pada dirinya. "Lihat..Aku gak apa-apa kan mas?" Kata Jehan sambil memutar tubuhnya di depan Burhan.


Vania langsung berdiri,menatap tak percaya. "Jelas-jelas aku lihat dia memasukkan sesuatu ke dalam gelas itu." Batin Vania bergumam.


"Pasti kamu ganti kan minuman itu." Ucap Vania dengan suara membentak.


"Vania sayang,kenapa sih kamu selalu curiga sama mamah?" Ucapnya penuh kepalsuan.


"Minta maaf nak." Titah burhan pada putrinya.


"Minta maaf? aku?" Vania menghela nafas dalam menahan emosi. "Tidak akan pernah pah."


Vania melangkah maju menghampiri Jehan. "Aku tidak sudi meminta maaf padanya."


"Vania." Burhan membentak.


Tak ingin semakin terpancing emosi,akhirnya ia meninggalkan sang ayah dengan Jehan di sana. "Vania.. "


Tidak perduli,ia terus berjalan dengan cepat menuju pintu utama, sambil menghubungi seseorang. "Kak, di mana?" Tanya Vania tanpa menghentikan langkahnya.


"Aku di bengkel." Jawab Whisnu.


"Belum selesai motornya?"


"Belum,mungkin sebentar lagi. Kenapa?" kembali bertanya.

__ADS_1


"Jemput aku dong kak." Ia terus berjalan,kali ini ia ada di depan pos satpam.


"Non..? Ko ada di sini?" Tanya pak satpam yang sedang bertugas menjaga rumahnya,memotong percakapan ia dengan Whisnu.


'Gak apa-apa pak,aku nunggu temen." Saut Vania bersikap biasa saja.


"Nunggunya di dalem aja non."


"Gak apa-apa di sini aja,takut temen ku gak tau rumah ini."


"Oh.. ya sudah,kalau begitu saya permisi dulu untuk keliling rumah."


"Iya.. pak."


Setelah pak satpam itu pergi,kembali ia bicara pada sang kekasih. "Kak.. " Panggilnya lagi.


"Iya Nia."


"Bisa kan jemput aku?"


"Mmm.. "


"Kak.. "


"Iya iya bisa. Tunggu ya."


"Ya udah,aku tunggu."


Sambungan telefon pun terputus. Whisnu menyimpan ponselnya ke dalam saku jeansnya,lalu bicara pada Evan. "Bang,boleh pinjem motornya gak?"


"Pinjem motor? mau kemana?" tanya Evan tanpa menghentikan aktivitas nya.


"Jemput pacar."


"Jangan di bawa kabur tapi ya."


"Yaelah bang,motor saya sama motor abang juga masih bagusan motor saya." Ucap Whisnu meledek.


"Ah.. bisa aja lo sayur lodeh." Kata Evan. Dan Whisnu cuma tertawa. "Nih kuncinya."


"Makasi ya bang,cuma jemput doang,nanti aku bawa cewek ku ke sini." Ucapnya sambil memasang helm nya.


"Iya."


Akhirnya ia menjemput Vania menggunakan motor jadul milik Evan. 15 menit perjalanan,motor yang ia tumpangi tiba di depan rumah Vania.


Melihat Whisnu sampai,setengah berlari ia menghampiri sang kekasih. "Kak."


Whisnu melepaskan helm nya. "Kenapa Nia?"


"Aku pusing di rumah,aku mau ikut kamu ke bengkel. Boleh kan?" Pintanya.


Whisnu mengangguk.


Saat akan naik,Vania memperhatikan motor yang di pakai Whisnu seperti motor yang pernah ia lihat yang entah di mana. "Motor siapa ini kak?"


"Punya mekanik bengkel. Tempat motor ku di servis."


"Oh.."


"Kamu gak apa-apa ikut aku ke bengkel?"


"Gak apa-apa,aku bosen di rumah."


"Ya udha,kita ke bengkel ya."


"Ok.. "




Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Follow ya,supaya bisa bikin group chat,biar bisa ngobrol santai di sana.😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2