Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
part 35


__ADS_3

Baik banget ya aku,UP dua kali looh..boleh ya minta jempolnya,komentar,bunga setaman,Vote nya juga 💋💋😘


Tiba hari di mana hasil tes DNA itu keluar.


Burhan,Daniel,Fiona bahkan putrinya Shofia,saat ini sudah berada di kediaman Burhan,kecuali Megan yang masih menghabiskan waktu liburannya di kota Paris.


Daniel masih bersikap dingin walau di dalam lubuk hatinya mengatakan kalau iya,dia adalah putri ku.


Dan Fiona? Dia tersenyum bahagia,akhirnya putrinya akan di akui oleh ayah kadungnya,Ia masih menggendong Shofia sambil duduk di sebelah Vania,sesekali ia melirik melempar senyum namun masih kaku.


Burhan membuka amplop berwarna putih yang masih tersegel itu di hadapan semua orang,sebagai bukti kalu amplop itu belum ada yag membukanya.


Wajah yang awalnya biasa saja,seketika wajahnya berubah marah menahan emosi,ia melempar kertas itu ke arah Daniel. "Baca."


Daniel terperanjak,menatap Fiona dengan sorot mata tajam. Sedangkan Fiona,menampakan senyum manis penuh kemenangan di depan Daniel. "Kamu tidak bisa kabur lagi Daniel." Gumamnya.


Setelah membaca hasilnya,dan benar menunjukan kalau Shofia 99% memiliki gen yang sama dengan Daiel. Ia pun bangkit dari duduknya. "Wanita ini pasti membayar pihak rumahsakit pah,aku yakin ini akal-akala dia."


"Sekarang aku akan menagih janji anda tuan Burhan,aku harap anda tidak pengecut seperti putra anda yang terus menghindar dari kenyataan.


"Saya akan menepati janji,kalian atur hari pernikahannya,kapan pun saya siap,bahkan hari ini pun saya tidak ada masalah."


"Pah..apa-apaan ini?"


"Kalau kamu tidak mau menikahinya,maka keluar lah dari rumah ini Daniel."


Mau tidak mau,akhirnya Daniel menikah dengan Fiona setelah dua minggu mengurus berkas dan menceritakan semua kebohongan Fiona pada sang ayah.


Walau sulit,dan ayah Fiona hadir hanya untuk menjadi wali,akhirnya Daniel resmi menjadi suami Fiona,Baby Shofia sekarang betul-betul sudah tinggal bersama ayah kandungnya,mereka tinggal di sebuah Apartemen.


"Aku sendiri." Vania berada di atas Balkon menatap jauh ke depan. "Sangat menyedihkan,semua pergi dari ku."


Kriing...


Kriing....


Ponsel miliknya berdering,Vania masuk ke dalam guna mengambil ponsel yang ia letakan di atas sofa depan TV. "Kak Whisnu?" Dahinya mengernyit.


Sudah hampir satu bulan Vania menolak bertemu dengan Whisnu,bahkan di kampus pun mereka jarang bertemu,ia merasa percuma,kalau pada akhirnya,pria yang ia cintai akan meninggalkannya juga.


Karna panggilan telfon tidak juga di respon,akhirnya Whisnu mengirimi Vania sebuah pesan. "Sayang..semua berkas ku sudah selesai. Aku akan terbang nanti malam."


Deg..


Air mata Vania kembali mengalir,ia memeluk ponselnya,seolah ia sedang memeluk kekasih yang ia rindukan. Hikss.. hikss..


Whisnu kembali mengirim pesan. "Vania sayang,bales dong."


"Aku gak mau,kamu mau pergi,buat apa kak?"


Vania menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap memeluk bantal. Lagi-lagi ia menolak panggilan telfon,ia bahkan me-nonaktifkan ponselnya.


Hari menjelang sore,merasa bosan terus berada di kamar,akhirnya ia keluar menemui Arga di Restaurannya,karna setelah bercerai dengan Fiona,ia mengurus Restauran yang di berikan ayah Fiona sebagai rasa terimakasihnya karna sudah menyelamatkan kehormatan keluarganya.


"Bro.." Evan berteriak masuk ke dalam ruang kerja Arga.


"Apaan sih? Dateng-dateng ngagetin." Kata Arga sambil berdiri menghampiri Evan. Saat ini Evan bekerja dengan Arga di Restaurannya.


"Lo pasti gak bakal nyangka."


"Kenapa?"


"Bocil..si Bocil di sini."


"Lo yakin?" Kata Arga sangat antusias.


"Iya,ngapain gue boong."


"Di mana dia"

__ADS_1


"Aku di sini Om." Suara Vania terdengar sangat dekat,dan benar saja,kalau saat ini ia sedang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.


"Eh..lo udah ada di sini." Kata Evan.


"Gue duluan ya,kayaknya si bocil lagi sedih tuh." Kata Evan berbisik,lalu Evan pun pergi.


"Masuk lah." Arga duduk di sofa,Vaniapun masuk,tapi masih berdiri.


"Ko gak duduk?"


Bukannya menjawab,dia malah menangis. Hiks..hiks..


"Loh ko nangis sih?" Arga pun berdiri menghampiri Vania.


"Kak Whisnu Om."


"Whisnu? kenapa dia?"


"Dia mau pergii.."


"Pergi ke mana?"


"Keluar negri Om,dia dapet beasiswa dari kampus." hikss..hikss.. Tangisnya semakin terisak,lalu Arga membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.


"Sabar ya,dia kan mau menuntut ilmu."


"Dan nasib aku di sini hanya bisa menunggu?"


Arga melepaskan pelukannya,memegang bahu Vania lalu menatap wajah gadis mungil itu sangat lekat. "Kamu sayang sama Whisnu?"


Vania mengangguk.


"Kamu cinta?"


Mengangguk lagi,masih terisak.


"Kalau gitu,kamu harus kasih dia semangat,bukan malah buat dia kehilangan semangatnya." Kata Arga berusaha bijak.


"Kapan dia berangka?"


"Malam ini."


"Jam berapa?"


"Aku gak tau,HP nya aku matiin."


"Kenapa?"


"Buat apa? emangnya bisa dia gak jadi pergi kalau aku minta?"


Arga menghela nafas dalam. "Nia..Om saranin,aktifin HP nya sekarang,siapa tau ada pesan penting buat kamu sebelum dia pergi.


Vania menggelengkan kepalanya. "Aku gak mau."


"Ayo aktifin,daripada kamu nyesel nantinya."


Diam sejenak seraya berfikir. "Apa yang di katakan Om Arga benar? apa aku akan menyesalinya setelah kak Whisnu pergi?"


"Nia..ayo aktifin HP nya."


Sedikit ragu,akhirnya ia mengaktifkan ponselnya,begitu ponselnya menyala,semua notifikasi masuk,bebera panggilan,dan banyak pesan.


"Kamu lihat kan?dia hubungin kamu sebanyak itu. Ayo cepat baca."


Vania langsung membaca satu persatu pesan yang di kirim Whisnu padanya.


"Sayang,aku akan pergi,aku mohon kita bertemu." Satu pesan teratas,dan masih banyak pesan belum ia baca.


Vania melirik ke arah Arga. "Ayo next,buka lagi." Kata Arga,yang saat ini otak dan hatinya berjalan beriringan,tidak ada lagi niatan untuk menerkamnya.

__ADS_1


Next,ia membuka pesan berikutnya. "Nia,3 jam lagi aku akan pergi."


"Nia,kamu benar-benar tidak mau menemui ku?"


"Nia..Aku sedang berkemas."


"Sayang,aku sudah ada di bandara. Satu jam lagi aku akan meninggalkan tanah air."


"30 menit lagi Nia sayang,kamu benar-benar tidak akan menemui ku?"


"30 menit lagi?" kata Vania,setelah membaca pesan terakhir dari Whisnu.


"Apanya?" Tanya Arga.


"Dia akan terbang 30 menit lagi Om."


"pesan terakhir itu kapan?"


"10 menit yang lalu."


"Cepat,telfon dia."


"Tapi Om."


"Kamu gak mau menyesal kan?"


Vania mencoba menghubungi Whisnu tapi sayang,ponselnya sudah tidak aktif. Vania menggelengkan kepala. "Gak aktif Om."


Arga melirik jam yang melingkar di tangannya. "Kita punya waktu 20 menit lagi,ayo kita ke bandara."


"Apa masih sempat?"


"Lebih baik terlambat,dari pada kita tidak melakukan apapun Nia."


Visual Arga.



Visual Vania.



Visual Whisnu.


kasih jodoh baru atau buat Vania aja nih si ganteng,tampan,pinter?🤭



Sabar ya Om Arga tampan,kamu harus berkorban dulu untuk mendapatkan kebahagiaan.




Kolom komentarnya terus isi ya,biar Author semangat lagi nulisnya.



Likenya juga di tekan.



Bunganya juga di tebar,puasa niih..tebar kebaikan. 😁🙏.pahalanya berlipat.



Yang punya Vote,boleh juga bagi Vote nya .


__ADS_1


TERIMAKASIH 💋💋💋🙏


__ADS_2