Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 30


__ADS_3

Om.."


Arga mendongakan kepalanya,dan langsung berdiri,tatkala ia melihat gadis yang ia cintai ada di depan mata. "Vania..?" menatap tak percaya,ia bahkan datang dengan menenteng kotak P3K yang sudah pasti akan ia gunakan untuk mengobati luka di kepalanya.


Hati Arga sedikit berbunga,ternyata Vania masih perduli dengannya.atau mungkin masih mencintainya? Arga sangat berharap,kalau rasa cinta untuknya masih tertanam rapih di hati gadis kecil mungil itu.


Ia menatap Vania dengan senyum,tapi sayang,senyum Vania terasa sangat mahal harganya saat ini,yang terlihat hanya dua bola mata indah menatap tak suka ke arahnya.


"Terserah,yang penting dia ada di sini sekarang."


Vania masuk ke dalam sel,setelah mendapatkan izin dari polisi yang berjaga. "Sini.." pintanya sedikit kasar.


Arga melangkah ragu. "Perasaan gue gak enak nih?jangan-jangan P3K yang dia bawa isinya bukan obat-obatan,tapi gunting,pisau,atau..jangan-jangan Air keras?" Ia menelan kudahnya kasar.


"Kenapa mukanya? Takut..?" Kata Vania sambil membuka kotak P3K yang ia bawa.


Arga menggelengkan kepalanya. "Nggak..." Ia melihat Vania mengeluarkan cairan Infus,salep luka,dan gunting. "Aman,ternyata bukan senjata tajam.


Vania memerintahkan Arga untuk duduk di kursi yang sudah tersedia,Protes? Tidak. bertanya? Tidak,ia pasrah begitu saja,dan menuruti semua perintah gadis mungil itu.


Selama Vania membersihkan lukanya,selama itu juga otak Arga bekerja. "Aahh...andai aja dia gak lagi marah,udah di depan mata nih,angkat sedikit tangan lo Arga,peluk dia,lihat,betapa rampingnya tubuh gadis itu." Sayang ia tidak memiliki keberanian sampai situ. Dan yang bisa ia lakukan hanya diam dan pasrah menundukan wajahnya ke lantai.


Sesekali ia meringis kesakitan saat Vania mengoleskan salep cukup kasar. "Aaww.. Pelan dong." Pintanya dengan meringis kesakitan.


"Tahan dong,preman ko cengeng." Bentak Vania.


"Gila..lo mukul gue pake botol Nia,botolnya aja hancur berkeping-keping,gimana sama kepala gue,ya pasti sakit lah." Kata pembelaan itu hanya bisa ia ucapkan di dalam hati.


"Gue bukan preman kali." pembelaan diri.


"Orang yang sukanya berantem,maen hakim sendiri,tonjok-tonjokan kayak anak kecil,pantesnya di sebut apa kalau buka preman."


"Lo tau kan apa alesan gue nonjok Daniel? Fiona udah cerita kan?"


Enggan menjawab,Vania terus di sibukan dengan membersihkan luka di kepala Arga.


"Aaww..." kembali ia meringis kesakitan.


"Nia bisa pelan gak sih?" kembali protes.


"Ngga bisa. Masih untung aku mau dateng ke sini buat ngobatin luka kamu."


"Tapi gak gitu juga kali,ini mah tambah sakit."


"Ya udah,obatin aja sendiri." Vania melangkah mundur dengan melempar salep ke arah Arga.


"Aaiisahh..salah lagi." Bergumam. "Iya..iya.. Terserah lo deh,mau di tambah bonyok juga gak apa-apa lah,gue gak akan protes." Ucapnya seraya menarik tangan Vania memintanya untuk kembali mengobati luka di kepalanya.


"Sakit ya?"


Arga kembali meringis saat Vania mengoleskan salep pada luka di keningnya. "Tahan Arga."


"Coba Om bayangin gimana sakitnya kak Daniel,yang terluka lebih dari ini."


Masih sakit,Arga mengabaikan ocehan Vania.


Dia sampe gak sadar loh."

__ADS_1


"Kakak lo itu lebay."


"Ko lebay sih?" Vania menghentikan sejenak aktifitasnya,ia mengernyitkan dahinya menatap tak suka.


"Itu cuma pukulan kecil Vania."


"Pukulan kecil Om bilang?" Vania memutar bola matanya jengah. "Ciih.."


"Gak sampai di oprasi juga kan?" Kata Arga.


"Tapi wajahnya babakbelur Om,dan itu semua gara-gara Om Arga. Iihh..." menekan luka itu dengan jarinya.


"A..aduuh...duh..sakit Nia."


"Ngaku gak kalau itu semua salah Om juga?"


"Iya..iya.. Semua salah gue. Tapi pelan-pelan dong ngolesinnya."


"Terserah aku."


Sambil ngoceh,sambil melilitkan perban di kepala Arga,tak terasa waktu terus berjalan,hingga akhirnya selesai juga.


Belum sempat merapihkan kotak P3K,tiba-tiba ponsel milik Vania berdering,ia merogoh saku celananya,lalu mengeluarkan benda pipih berwarna putih itu. "Kak Whisnu?" nama yang tertera sangat jelas pada layar ponselnya


Ia pun menggeser icone berwarna hijau,lalu meletakan ponselnya di telinga. "Iya kak?" Sautnya seraya merapihkan kotak obat yang belum sempat ia rapihkan,sedang Arga terdiam melihat wajah Cantik Vania dengan jarak yang sangat dekat.


"Dikit lagi Arga,dikit lagi..." Arga menggigit bibir bawahnya menahan untuk tidak menyerang bibir Vania. "Aahh...andai gue punya keberanian kayak dulu." Bergumam.


"Kamu di mana?" Tanya Evan khawatir.


"Sendiri?"


"Iya."


"Kantor polisi mana?" Kembali bertanya.


"Kota." Jawab Vania singkat.


"Aku jemput kamu."


"Iya kak,aku tunggu." Selesai bicara di telfon,ia kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


"Siapa?" Tanya Arga penasaran,ia bangkit dari duduknya,lalu menggeser kursi itu ke sudut sebelah kiri.


"Kak Whisnu." Saut Vania sambil melilitkan sisa perban tadi.


Arga mengernyitkan dahinya. "Whisnu?" Ia kembali teringat saat itu Evan bilang padanya kalau Vania sudah punya pacar yang bernama Whisnu. "Aah..aku ingat."


"Pacar lo?" Bertanya hanya untuk lebih meyakinkan.


Vania mengangguk. "Iya."


"Terus,gimana sama gue?" Kata Arga tiba-tiba.


Vania menghentikan sejenak aktifitasnya. "Kenapa? Ada apa dengan Om?"


"Apa lo udah lupain gue Nia?" Suara Arga terdengar sangat lirih.

__ADS_1


"Udah lama banget Om, Semua udah berakhir."


"Katakan itu sambil liat mata gue,bilang kalau lo udah gak cinta lagi sama gue."


"Nggak."


"Nia..Liat gue."


"Aku gak mau." Ucapnya sambil berlalu,namun dengan sangat cepat Arga menahan langkah kaki Vania yang terkesa menghindar itu.


"Liat gue Vania."


"Buat apa sih Om?" Vania mengernyitkan dahinya. "Buat apa? apa kata cinta saat ini masih berarti?" Ia mengatakannya dengan sangat lantang.


"Setidaknya kita masih bisa bersama lagi Vania."


"Om gak denger ya,atau om pura-pura gak denger? Aku kan udah bilang,kalau aku udah punya pacar." Ucapnya dengan menekan kata PACAR.


"Kalian baru pacaran kan? belum nikah,orang yang nikah aja masih bisa cerai,apa lagi cuma pacaran."


"Dan aku gak akan putus dari kak Whisnu." Tegas Vania.


"Kenapa?"


"Dia terlalu berharga buat aku,dia baik,sederhana,perhatian,dan sangat romantis."


Tak lama setelah itu,Whisnu pun datang,dan langsung berlari ke arah Vania,lalu memeluknya erat. "Kamu gak apa-apa kan sayang." Ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.


"Aku gak apa-apa kak?"


Arga.. Bagaimana perasaan mu saat ini? seandainya ada alat pendeteksi cemburu,mungkin kadar cemburu Arga berada di level 90%.


"Dia orang yang kamu jebloskan ke penjara?" Tanya Whisnu pada sang kekasih setelah melepaskan pelukannya.


Vania mengangguk. "Iya.."


"Jangan dekat-dekat dengannya Vania,dia berbahaya." Ucapnya sambil menatap Arga dengan sorot mata tajam.


"Berengsek."




Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


JANGAN LUPA KASIH BUNGA SETAMAN BUAT MEREKA.


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2