Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 52


__ADS_3

**Maaf ya,baru UP lagi,lagi di sibukan di dunia nyata nih,jarang pegang HP pula,mudah-mudahan masih pada suka sama cerita Om Arga yang lagi puber ke dua ini.


Happy reading**


"Aku antar kamu pulang." Kata Arga sedikit ketus,karna masih kesal dengan Whisnu yang malah kembali secepat ini. "Walaupun cuma sebentar,tetep aja ketemu,gimana kalau Vania berpaling,kulitnya masih kenceng,sedamhkan gue?gue udah tambah tua lagi. Sial." Ia memegang kendali stir cukup kuat.


"Emangnya mau ke mana?" Ia menatap Arga sambil memiringkan wajahnya.


"Aku mau ke Restauran."


Vania mengernyit. "Loh..ko ke Restauran? katanya libur? katanya mau nemenin aku di rumah?"


"Gak jadi." Lagi-lagi Arga menjawab singkat.


"Kenapa sih?"


"Evan butuh aku,Restauran lagi rame." Sesekali ia melirik kaca Spion untuk memastikan kendaraan di belakangnya.


"Aku juga butuh kamu loh,mana yang lebih penting? aku atau Evan?"


"Ya jelas kamu lah." Berucap dalam hati,tak ingin di utarakan,karna modd nya yang sedang tidak baik.


"Hubby..jawab dong."


"Ya masa Evan,kamu yang bener aja."


"Ya udah,kalau gitu kamu gak boleh kerja,temenin aku di rumah." Ia membetulkan posisinya duduknya menghadap ke depan.


"Iya..iya."




Begitu tiba di Apartemen,Arga yang masih di selimuti rasa cemburu sekaligus takut,langsung masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan Vania yang berjalan di belakangngnya. "Iisshh...nyebelin kalau lagi ngambek." Ia memilih duduk di sofa sambil menaikan kaki ke atas meja,sambil memainkan ponselnya.



Begitu masuk ke dalam,ia melempar jaket ke atas sofa,lalu ia berbaring di atas kasur,cukup lama ia berbaring,tapi Vania tak kunjung masuk ke kamar,padahal Arga udah nunggu dari tadi,berharap Vania merayunya,eehh...sampai sekarang belum nongol juga. "Ini Vania ngerti gak sih kalau gue lagi ngambek,ngerayu ke,apa ke gitu. Masa diem-diem aja." Keluhnya.



"Aaa.. Terserah lah." Arga merubah posisinya tengkurap lalu tidur.



Bukan tidak mengerti kalau suaminya sedang marah,ia tahu persis kalau suaminya sedang cemburu dan merajuk. "Hubby..sifat pencemburu kamu itu yang aku suka,itu artinya kamu sangat mencintai ku." Tak henti-hentinya tersenyum sambil membuat adonan kue kesukaan Arga.



Sambil menunggu adonan sedikit mengembang,Vania naik ke lantai atas guna menemui Arga di dalam kamarnya.



Ia melihat Arga masih berbaring dengan posisi tengkurap,mulut Arga yang sedikit menganga,ada air sungai yang sedikit mengalir,membuat jiwa jahilnya meronta-ronta ingin segera merekam momen manis ini.



Vania mengambil ponselnya di atas nakas,lalu mulai merekam Vidio. "Ya ampun Hubby...kamu itu tampan,tapi ngiler." hi..hi.. Ia menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.



Vania terkejut saat melihat mata Arga tiba-tiba terbuka. Dengan gerakan cepat Vania berdiri lalu menyembunyikan ponselnya ke belakang. "Kenapa?" Tanya Arga sambil bangun,lalu berdiri di depan Vania.



Vania menggelengkan kepala sambil melangkah mundur. "Ng..ngak ada apa-apa Hubby..."



"Nia... apa yang kamu sembunyiin di belakang?"



"Nggak ada.."


__ADS_1


"Nia..." Ucapnya menekan.



Melihat gelagat Arga akan melalukan sesuatu,membuat Vania harus segera melarikan diri. "Ampun Hubby..." Ia berteriak sambil berlari keluar dari kamar.



"Vania..awas kamu ya..." Ia mengejar sang istri menuju lantai bawah.



Sambil berlari,Vania mengunggah vidio tadi ke akun sosial media suaminya. "Maaf Hubby..habis kamu lucu." Karna pandangannya terus fokus pada Handphone,ia sampai tidak tau kalau di depannya ada kursi kecil yang menghalangi langkahnya.



Arga yang melihat itu langsung berteriak. "Awas Nia.." Beruntung jarak mereka tidak terlalu jauh,sehingga Arga bisa meraih tangan sang istri lalu menahan pinggangnya supaya tidak jatuh ke lantai,melainkan jatuh ke dalam pelukannya. *Brug*.. Ia berhasil di selamatkan,walau sedikit terbentur dada Arga yang kekar,sekekar lontong.



"Kamu gak apa-apa sayang?" ia memeluk tubuh mungil strinya sangat erat.



Vania menggelengkan kepalanya. "Aku gak apa-apa."



Arga melonggarkan pelukannya,namun tangan Vania masih melingkar di pinggang Arga. "Kamu itu lagi hamil sayang,jangan lari-larian kayak tadi,kalau tadi kamu jatuh gimana coba?"



"Kamu harus ingat,ada buah hati kita di dalam perut kamu,kamu harus menjaganya,aku gak..."



Ucapanya terhenti saat mulut Arga di sumpal oleh sentuhan nikmat dari bibir Vania. Cukup lama ia baru melepaskannya. "Kamu itu cerewet Hubby.." ia menggesekan hidungnya pada hidung Arga,walaupun harus sangat berjinjit karna tubuh Arga yang terlampau tinggi.



"Sayang...bukannya cerewet,aku gak mau terjadi hal buruk sama kamu,sama calon anak kita." Kata Arga bersungguh-sungguh.




Arga menghela nafas dalam. "Jangan lari-larian lagi ya."



"Kamu tenang aja,aku gak akan kenapa-napa ko."



"Kalau kamu khawatir sama aku,kenapa tadi kamu marah? kamu gak takut aku stres? terus berdampak pada kehamilan ku."



Merasa malu,Arga memalingkan wajahnya dari tatapan Vania yang terkesan mengintimidasi. "Kenapa?" Tanyanya lagi."



"Aku marah ada alasannya." Dia masih tidak berani menatap mata Vania.



"Marah kenapa?" Kalaupun Vania sudah tau alasanya,tetap ia harus bertanya,karna ingin sekali mendengar pengakuan cemburu langsung dari bibir suaminya.



"Aku gak suka Whisnu kembali."



"Kenapa? takut?"


__ADS_1


Kali ini Arga menatap wajah Vania sambil mengernyit. "Ko kenapa? alasannya udah jelas lah,kamu juga pasti tau dong. Masa mesti di jelasin."



"Aku gak ngerti Hubby... Katakan."



"Nggak."



"Kalau nggak,aku mau temuin Whisnu di luar jam kuliah." Ucapnya mengancam.



"Loh..ko gitu." Lagi-lagi ia mengernyitkan dahinya.



"Lagian gak mau ngomong."



"Vania... Masa aku harus bilang kalau aku cemburu?"



Ha..ha..ha.. "Kamu lucu Hubby.." Kali ini ia mencubit hidung mancung suaminya.



"Aku suka kamu cemburu." Ia menautkan kedua tangannya pada leher Arga.



"Aku suka wajah kamu yang selalu tampan." Mengusap pipi Arga yang selalu di tumbuhi rambut-rambut,yang selalu membuat ia kegelian nikmat saat bertempur. Vania menaikan kakinya di atas kaki Arga.



"Lalu..?" Arga mulai melangkahkan kakinya,bersama kaki Vania berada di atasnya.



"Aku suka aroma tubuh mu,aku suka wangi baju mu,aku suka model rambut mu,aku su .."



"Yang lain..?" Pintanya sangat cepat.



Vania tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya pada telinga suaminya. "Aku suka senjata kamu Hubby.." Bisiknya sangat sensual.



"Sayang.... nakal ya." Mereka terkekeh dengan ucapannya sendiri,mendudukan Vania di atas meja mini bar,menyibakan mini dres milik sang istri,kulit kenyal nan lembut yang saling menyatu membawa kenikmatan tiada tara dengan posisi Vania duduk,sedang Arga berdiri.



"Kamu suka sayang?"



"Sangat Hubby.."



"Kalau suka,Minta jejaknya dong."



LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


BUNGA YANG BERMEKARAN


__ADS_2