Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 24


__ADS_3

Belum lama ini Vania menyandang status sebagai mahasiawi di salah satu Universitas ternama ibu kota,bukan hanya itu,ia bahkan sudah memiliki kekasih baru,yang mana dia adalah kakak seniornya di kampus. Ia bernama Wisnu wijaya.


Setelah kejadian saat itu,Vania bertekad untuk melupakan Arga dari ingatannya,ia ingin fokus pada karir dan masa depan perusahaan ayahnya yang saat ini semakin di kuasai Megan dan Jehan.


Sebetulnya ia lebih handal dalam mengurus perusahaan,di bandingkan kakaknya,karna Vania masih kuliah,dan itu pun baru semester awal,sang ayah belum mengizinkan Vaina turun ke dunia bisis,karna menjaga kepercayaan para investor.


"Kak,ayo..udah siang nih.." Ajak Vania pada sang kakak yang malah asik main game di pagi yang sibuk ini.


"Ntar dulu dong,tanggung." Saut Daniel yang kedua jarinya masih sibuk dengan game onlinenya.


"Aku telat kak. Sini HP nya." Vania merebut HP itu dari tangan sang kakak.


"Wa..wah.. jangan dong,nanti gue kena hukuman,sini HP nya." Berusaha merebut,ia mengejar Vania sampai ke depan pintu utama.


"Siapa yang mau ngehukum kamu? polisi?" Masih berlari mengitari mobil yang sudah terparkir di depan rumah.


"Nanti gue kena AFK."


Vania berhenti karna cape terus berlari. "AFK..? apa itu? penjara?" Ucap Vania dengan nafas terengah-engah.


Daniel kembali merebut ponselnya. "Tuh kan..aku kena AFK. Lo sih ah.." Mendengus kesal.


"Terserah lah,aku gak ngerti. Buruan kak." Ucapnya.


"Iya..iya.. Bawel."


Mereka pun pergi meninggalakan rumah


menuju kampus Vanai. "Lagian kemana sih cowok lo?"


"Gak bisa kak,motornya mogok." Ucapnya seraya sibuk dengan ponselnya.


"Lagian,punya cowok miskin amat sih."


"Biarin,yang penting baik."


"Baik doang gak cukup Nia,pacaran itu butuh modal."


"Biarin,yang penting udah laku,daripada kakak,gak laku sampe sekarang." Ucapnya,sekilas mlirik Daniel,yang sedang fokus pada padatnya jalanan ibu kota.


"Enak aja kalau ngomong."


Percakapan hangat mereka mengisi waktu perjalanan menuju kampus,hanya 30 menit,mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di tempat tujuan. "lo pulang naik taksi ya? gue ada metting sama klien." Kata Daniel.


"Iya..,kalau motor whisnu udah beres,aku pulang di anter dia." Setelah merapihkan tataan rambutnya,ia pun keluar dari mobil,dan langsung di pertemukan dengan Whisnu yang baru saja turun dari angkot.


"Vania.." Panggilnya dari belakang,Vania pun menoleh,setengah berlari ia menghampiri sang kekasih.


"Motornya udah di bengkel?" Tanya Vania,yang langsung menautkan tangan ke lengan Whisnu.


"Sudah,mudah-mudahan siang selesai,jadi aku bisa anter kamu pulang."


Vania membalasnya dengan senyum,merkapun masuk ke dalam kampus saling bergandengan. Nampak jelas kebahagiaan di wajah Vania,setelah memiliki kekasih sebaik Whisnu.



Sedang di tempat lain,nampak seorang pria tengah mempersiapkan berkas perceraiannya dengan sang istri,dan bukti DNA yag menunjukan kalau bayi yang di lahirkan sang istri,bukanlah darahdagingnya.



"Apa semua sudah siap Mark?" Taya Arga pada asisten yang mengurus semua berkas yang d perlukan. Ia duduk di atas sofa di dalam ruang kerjanya.



"Sudah tuan,semua bukti dan berkas sudah ada di dalam sini." Ucapnya sambil menepuk tas yang ada di atas pangkuan sang asisten.



"Bagus,di mana dia sekarang?"

__ADS_1



"Nyonya ada di rumah."



"Kalau begitu,ayo kita pulang,aku sudah tudak sabar ingin mengakhiri sandiwara ini." Arga berkata sambil berdiri lalu mengenakan jasnya,tidak lupa rokok dan korek ia masukan ke dalam jas,karna itu sudah menjadi kebiasaanya.



Mereka pun meninggalkan kantor menuju kediaman Arga di salah satu komplek elit kota Napoli. Tidak membutuhkan waktu lama,hanya 40 menit perjalanan,mobil yang Arga tumpangi tiba di depan rumanya.



Arga keluar dari mobil,setelah asistenya membuka pintu samping kanan jok penumpang. Begitu turun ia langsung di sambut oleh sang istri sambil menggendong putrinya yang berusia 7 bulan,yang di beri nama Shofia aditama,nama belakang Arga di pakai saat bayi itu lahir, hanya nama,tidak masalah fikirnya.



"Papah.." Ucapnya,menirukan suara bayi. Fiona menghampiri Arga,saat akan mencium pipi suaminya,Arga langsung menjauhkan mukanya dari Fiona. Cukup heran,dan malu karna mendapat penolakan dari sang suami di depan orang-orang yang ada di sana. "Apa ini?" Gumamnya.



Arga masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Fiona yang masih mematung di depan pintu utama. Ia terus berjalan menaiki anak tangga meuju kamarnya.



Mark mengikuti langkah Arga dari belakang,lalu Fiona berjalan di belakang Mark dengan wajah kebingungan sambil menggendong putrinya.



Sudah berada di dalam kamar,Arga melemparkan jasnya ke atas tempat tidur,ia duduk di sofa depan TV sambil mengangkat kakinya ke atas meja.



"Ada apa ini?" Wajah Fiona menyimpan ribuan pertanyaan.ia melangkah maju,berdiri di depan Arga.




"Ia tuan?" Mark melangkah semakin dekat dengan tuannya.



"Keluarkan semuanya,tunjuka pada istri ku yang tercinta ini." Ucap Arga penuh penekanan.



"Baik tuan." Mark mulai membuka tasnya,satu persatu ia keluarkan semuanya.



"Apa ini sayang?" Kali ini Fiona membuka suara. Ia masih berdiri di depan Arga.



"Bacakan Mark. Aku tidak mau menghabiskan tenaga ku untuk hal yang tidak penting."



"Baik tuan." Langsung pada intinya,Mark membaca surat hasil tes DNA di depan Fiona dengan lantangnya,dan menyatakan kalau bayi yang bernama Shofia aditama,100% bukanlah putri biologis dari pria bernama Arga aditama.



Begitu mendengarkan penjelasan Mark,keringat dingin nampak jelas di wajah Fiona yang juga memucat. Seketika kakinya terasa lemas. "Nyonya..?" Beruntung dengan sigap Mark menahan tubuh Fiona yang hampir saja terjatuh karna lemas.



"Tidak Arga.. Itu tidak benar." Bahkan untuk bicara pun ia sudah tidak memiliki tenaga lagi.

__ADS_1



Arga memerintahkan pembantunya untuk mengambil Shofia dari tangan Fiona. "Ambil Shofia dan bawa ia ke bawah."



"Baik tuan." Saut salah satu pembantunya,segera ia mengambil alih Shofia dari tangan Fiona,lalu membawanya keluar dari kamar Arga.



"Arga.." suara Fiona terdengar lirih.



"Apa? lo mau bilang kalau itu sebuah kesalahan,atau..harus gue bilang kalau dokter itu bo\*oh?" Ucapnya dengan sorot mata tajam.



"Shofia anak kita Arga." Fiona berteriak sambil menangis.



"Jangan menunjukan sikap bodoh lo di hadapan gue Fiona." Suara Arga terdengar sangat lantang,dan ia pun bangkit dari duduknya,sedankan Fiona masih menangis terisak dengan menundukan wajahnya.



"Kenapa lo lakuin ini sama gue Fi? Dulu lo yang buang gue,terus seenaknya lo menjerat gue masuk ke dalam permasalahan lo?"



Fiona masih menagis menatap wajah Arga seraya memohon pengampunan.



"Tapi kamu juga nikmatin tubuh aku kan?"



"Tapi lo gak hamil,dan di saat gue sayang-sayangnya sama lo,lo seenaknya ninggalin gue,saat itu gue butuh seseorang untuk bersandar Fi. Gue hancur sendiri."



Fiona terus diam selama Arga berbicara,ia menyesal sudah menyia-nyiakan kesetiaan Arga saat itu. "Aku menyesal Arga." Hikss..hikss..



"Percuma Fi,keburukan lo sudah terbongkar semua."



Arga mengulurkan tangan pada Mark,ia mengerti,lalu menyerahkan surat perceraian ke tangan Arga.



Arga melempar surat itu,tepat di depan mata Fiona. "Apa ini Arga?" Ucapnya sambil membuka lembar demi lembar surat itu.



"Itu surat perceraian kita,cepat tandatangani itu."



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Follow ya,supaya bisa bikin group chat,biar bisa ngobrol santai di sana.😁😁


💋🙏🙏


__ADS_2