Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 40


__ADS_3

Menangis terisak setelah mendapati pria yang di cintainya sedang bermesraan di taman kampus tempat Whisnu menimba ilmu.


"Terulang. Kejadian ini kembali terulang." Kegiatan mereka berdua di saksikan langusung oleh Vania dan Arga.


Sangat menyakitkan pasti,Arga membawa Vania ke dalam pelukannya,agar ia berhenti menatap Whisnu yang tengah asik bermesraan.


"Hikss...kenapa?" Vania mengeratkan pelukannya,membenamkan wajahnya pada dada Arga yang bidang. "Kenapa kak Whisnu khianatin aku Om?"


Arga mengusap rambut gadis itu,seraya menenangkan.


"Untuk yang kedua kalinya,lagi-lagi aku ngerasain sakitnya di khianati." Hikss...hikss...


"Siapa lagi yang udah selingkuhin kamu?" Tanya Arga,setaunya pacar Vania cuma Whisnu.


"Kamu lah. Siapa lagi" Ucapnya masih dalam tangis terisak.


Arga menghela nafas dalam,saat dirinya kembali di salahkan. "Aku lagi yang kena."


Jahat gak sih,kalau bahagia di atas penderitaan orang lain? Karna yang di rasakan Arga saat ini adalah bahagia,bercampur sedikiiit kesal,hanya sedikit,dan lebih banyak ingin mengucapkan terimakasih pada Whisnu,terimakasih karna sudah menghianati cinta Vania.


"Maafkan Om Vania,tapi gemuruh di dada tidak bisa di kendalikan."


Ia berendam di dalam Bethup dengan air hangat,berusaha merilekskan tubuhnya yang cukup lelah dengan kegiatan hari ini,di tambah lagi harus menghadapai gadis yang sedang patah hati. "Aahh..melelahkan."


Sedang di luar sana,Vania yang masih merasa sedih,kali ini ia sedang merenung berdiri di dekat jendela,menatap keramaian kota Amsterdam dari lantai 20 hotel tempat mereka menginap.


"Harusnya kamu jelasin kak,saat tau aku ada di sana,bukannya pergi." Air mata Vania terus mengalir mengingat kejadian tadi,terlebih saat Whisnu tidak perduli dengan kehadirannya.


Cukup lama Arga berada di dalam kamar mandi,tubuhnya terasa sangat segar,ia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang. Ia melihat Vania masih berdiri di dekat jendela. "Nia.." panggilnya pelan.


Vania menoleh ke arahnya,tanpa berkata,bahkan tanpa senyum,yang terlihat hanya raut kesedihan atas penghianatan kekasinya.


"Mandi gih,udah sore." Kata Arga sambil mengeluarkan baju dan celana levis yang ada di dalam koper.


Belum menjawab,terdengar seseorang menekan bel diri luar. Arga menaikan kedua alisnya. "Siapa?"


Vania menggelengkan kepalanya.


"Kamu pesen makan?"


Lagi-lagi Vania menggelengkan kepalanya. "Mungkin petugas kebersihan" Saut Vania dengan wajah datarnya.


"Coba aku lihat."


"Aku aja yang liat,Om belum pake baju juga kan."


"Oh iya." Sementara Arga memakai kausnya,Vania membukakan pintu. Matanya terbelalak saat tau yang datang adalah si penghianat Whisnu. "Kak Whisnu?"


Mendengar nama Whisnu,Arga langsung menghampiri Vania dengan handuk yang masih melilit di pinggang,namun sudah mengenakan kaus berwarna biru langit. "Masih berani lo ke sini." Ucap Arga ketus,sambil memegang pintu berdiri di belakang Vania.


"Aku ada perlu." Kata Whisnu dengan nafas yang masih terengah-engah setelah berlari.


"Udah gak ada urusan lagi kak." Saut Vania yang hampir menutup pintu kamar.


Namun Whisnu menahan dengan tangannya. "Aku mohon Nia,dengarkan penjelasan ku."


"Gak Kak."


"Sebentar aja Nia,aku mohon."


Melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "5 menit,gak lebih dari itu."


Arga cukup tau diri,ia memberikan ruang untuk mereka bicara berdua. "Om ke dalem,kalau butuh apa-apa,panggil aja."


"Iya Om.."

__ADS_1


Arga pun masuk ke dalam,sesekali ia menoleh ke belakang,untuk memastikan.


"Nia sayang.. gimana kabar kamu?" Whisnu mencoba meraih tangan Vania,namun gagal saat tangan Vania malah mengibaskan tangannya.


"Bisa gak ngomong gak usah pegang tangan?"


Menghela nafas dalam. "Ok."


"Dia putri rektor di kampus ku Nia,dia menyukai ku." Whisnu langsung bicara pada intinya.


"Dan kamu juga suka sama dia." Timpal Vania.


"Nggak sayang."


"Jangan panggil aku sayang." Ucapnya tegas.


"Gak suka tapi pacaran,mesra-mesraan." Cih.. Vania mencibir kesal.


"Gadis itu penyebab tugas-tugas ku selalu di tolak dosen."


"Beasiswa ku tergantung dengan nilai ku Nia,aku gak mau beasiswa ku di stop karna tugas-tugas ku yang selalu di tolak,bukan cuma satu,tapi dua Dosen sekaligus."


"Sebesar itu kah pengaruhnya?"


"Iya sayang,aku terpaksa menjadiakan dia sebagai pacar ku. Kamu bisa ngertiin aku kan?"


Diam sejenak seraya berfikir. "Kayaknya aku gak bisa ngertiin kamu kak,Kita jalan masing-masing dulu aja ya."


"Nia..." Whisnu meraih tangan Vania menciumnya beberapa kali. "Jangan seperti ini sayang,aku mohon,tunggu aku."


Vania tersenyum sinis. "Kalau wanita itu sangat berpengaruh besar,kamu boleh lanjutin hubungan itu."


Dari kejauhan,Arga melihat Vania tidak melakukan apapun saat tangannya di genggam erat oleh Whisnu. Tanpa mendengarka pembicaraan mereka,Arga bisa menangkap akhir dari pembicaraan mereka. "Balikan,pasti." Gumamnya sok tau.


Waktu yang di berikan selama 5 menit,ternyata lebih dari itu,kalau di hitung-hitung,ini sudah menit ke 30,beberpa kali ia melirik stopwatch yang sengaja ia nyalakan,dan ternyata sudah berada di menit ke 40. Arga mengacak rambutnya frustasi. "Bego..bego..bego."


Saat ia bangki dari ranjangnya,saat itu juga Vania masuk ke dalam dengan menyunggingkan senyum di bibirnya. "Ah..udah,balikan pasti." Fikirannya yang sok tau.


"Om mau ke mana?" Tanya Vania sat melihat Arga sedang memakai jaket bulu berwarna abu,dia menyiris rambutnya di depan cermin besar.


Entah keasikan,entah sedang cemburu,entah tidak mendengar suara gadis itu. Arga diam tak menjawab.


"Om.." Kali ini Vania memanggilnya dengan berteriak.


"Apa?"


"Om mau ke mana?"


Selesai menyisir,menyimpa kembali sisir itu ke dalam laci. "Jalan-jalan dong."


"Sendiri?" Mata Vania terus mengikuti gerak lagkah Arga,kesana kemari "gak jelas."


"Sendiri"


"Aku gak di ajak?"


"Ngapain? kamu kan ada Whisnu." Jam tangan bermerek tapi KW melingkar di pergelangan tangan Arga.


Vania melihat itu,tapi memilih cuek. "Apaan sih Om.." Ia mengernyitkan dahinya tidak suka.


"Loh..ko apaan?" Arga mendekat ke arah Vania berdiri. "Nanti kalau Whisnu marah gimana cantiiiik..?" Ucapnya dengan meraih dagu Vania ke atas,


"Aku udah gak ada urusan sama kak Whisnu."


Melepaskan dagu gadis itu. "Gak ada urusan? maksudnya?"

__ADS_1


"Kita udah jalan masing-masing." Vania mendudukan diri di tepian Ranjang,dan Arga masih berdiri di depannya.


"Putus?" Tanya Arga penasaran.


Vania mengangguk. "Iya."


"Bagus lah,keputusan yang tepat."


"Tapi aku sedih Om." Hikss..hikss.. Air mata yang ia tahan sejak tadi,akhirnya berhasil lolos dari pelupuk matanya.


"Jangan sedih,ada cowok di dalem sini yang siap gantiin posisi Whisnu."


"Di luar sana Om." Timpal Vania membetulkan.


"Kalau di luar sana artinya banyak cowok,kalau di dalem sini kan cuma satu."


"Om maksudnya?"


"Thats right."


"Norak.. " Memukul dada Arga. "Om fikir Om bisa gantiin posisi kak Whisnu di hati aku?"


"Bisa banget." Kata Arga dengan PD nya.


"PD tau gak."


"Nanti Om buktiin."


"Gak usah,gak usah cape-cape. Om kan udah tua."


"Ya ampun Nia,ngeselin juga ya kalau lagi patah hati." Arga menggelengkan kepalanya,berlalu pergi meninggalakan Vania.


"Om tunggu." Ia turun dari ranjang,mengejar Arga.


"Bodo."


"Tunggu aku.."


Arga menghentikan langkahnya. "Tunggu,tunggu apa sih? masih di sini,belum keluar juga."


"Maksudnya,tunggu aku di pelaminan."


"Wo..wo..wow.. " Arga melipat kedua tanganya di dada,menghadap Vania. "Mabuk ya?"


"Bercanda Om,he..he.." Ia bergelayut manja di lengan Arga. "Cukup hibur aku malam ini,Om gak perlu ngelakuin lebih dari itu Ok?" Ucapnya sambil merapihkan kerah baju Arga yang sedikit melipat. ia tersenyum sangat manis,menatap Arga dari jarak yang sangat dekat.


"Kalau Om serius gimana? Mau kalau Om lamar?"



Maaf ya baru UP,soalnya suami udah mulai libur,jadi agak susah buat nulis.


Ini juga dapet nyolong-nyolong 😁🙏.



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2