Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 61


__ADS_3

Malam hari setelah semua tertidur lelap, Vania mengerjap terbangun karena merasa lapar. Ia turun ke lantai bawah mencari makanan, tetapi tidak menemukan makanan yang sesuai dengan seleranya.


Vania kembali ke dalam kamar membangunkan Arga untuk mengajaknya makan di luar. Demi istri tercinta Arga pun bangun, mengantar Vania ke sebuah restoran sederhana yang letaknya tak jauh dari kediaman mereka.


Mereka masih duduk menunggu pesanan datang, tidak sengaja seseorang menumpahkan air minumnya ke atas meja, membuat Vania dan Arga harus berpindah tempat duduk dekat kaca yang menghadap langsung ke parkiran, di sana juga ia bisa melihat jelas mobilnya terparkir di barisan paling depan.


Tak lama pesanan pun datang, pelayan itu menghidangkan semua yang Vania minta termasuk burung puyuh panggang yang menjadi menu utamanya.


Tengah asik menikmati hidangan, tiba-tiba Vania seperti melihat seorang pria sedang berdiri di samping mobil menghadap langsung ke arahnya.


Vania terkejut, memberitahukan hal itu pada Arga, namun saat Arga menoleh ke arah yang Vania tunjuk, pria itu sudah tidak ada.


"Kamu yakin?" tanya Arga sambil melihat ke sekeliling area parkiran di balik dinding kaca restoran.


"Aku yakin tadi dia berdiri di samping mobil kita, dia juga liat ke arah kita terus," seru Vania.


"Tapi sekarang gak ada, Sayang."


"Tapi..."


"Nia, Sayang." Arga meraih tangan Vania, menggenggamnya.


"Kamu gak usah mikirin yang aneh-aneh ya, ada aku di sini."


Vania mengangguk. "Ya, Hubby."

__ADS_1


Mereka kembali menyantap hidangan sampai habis, setelah selesai Arga pun membayar tagihannya lalu keluar dari restoran.


Saat berjalan menuju parkiran, pria yang memakai jaket kulit hitam juga topi hitam yang Vania lihat tadi terlihat kembali berdiri di samping mobil mereka.


Kali ini bukan hanya Vania yang melihat, Arga yang tadinya tidak percaya pun ikut melihatnya. Pria itu melarikan diri saat Arga mendekat ke arahnya, Arga coba mengejar, tetapi Vania melarangnya karena ia takut sendiri.


"Sebaiknya kita pulang sekarang, Hubby. Aku takut." Vania mulai menangis ketakutan, akhirnya Arga pun membawa Vania masuk ke dalam mobil.


Tidak sampai di situ, saat Vania akan meletakkan tas kecil di samping kanannya, ia menjerit mendapati foto pernikahanya berlumuran darah yang entah darah apa,


"Aku mau turun." Vania berteriak ketakutan.


"Sayang tenang!"


"Aku gak mau, aku mau turun." Cepat-cepat ia melepaskan setbelnya, lalu Vania pun turun dari mobil sangat ketakutan, begitupun dengan Arga yang juga ikut turun dan langsung memeluk Vania seraya menenangakn.


Hiks.


Hiks.


Hiks.


"Tenang, Sayang. Aku ada di sini, tidak akan terjadi apa-apa."


Pria berpakaian hitam tadi kembali menampakkan diri di hadapan Arga, hanya saja kali ini ia berada di seberang jalan.

__ADS_1


Dengan santainya ia menunjukan jari tengahnya ke arah Arga, setelahnya pria itu pun pergi berjalan dengan santainya. Kalau saja Vania tidak mencegahnya tadi, Arga pasti akan mengejar kemana pun pria itu berlari.


Tanpa melepaskan pelukan sang istri, Arga mengambil foto tadi lalu memasukannya ke dalam kantung plastik untuk di jadikan bukti saat membuat laporan ke polisi.


Saat akan memasukkan foto itu ke dalam kantung plastik, Arga melihat ada sebuah tulisan tangan di balik foto tersebut.


"Ini belum apa-apa. Gue pasti datang lagi di lain hari."




Bukan pelakor kan konfliknya 🤭.



Ayo...selau tinggalkan jejaknya.


like


komen


bunga


vote

__ADS_1



🥰🙏


__ADS_2