
BIJAK DALAM MEMBACA 🙏
Penghulu : Saya nikahkan,dan saya kawinkan engkau Arga aditama bin Raimon aditama dengan Vania atmaja binti Burhan atmaja dengan mas kawin satu set berlian di bayar tunai.
Arga : Saya terima nikahnya Vania atmaja binti Burhan atmaja dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.
Sah?
Sah
sah
Alhamdulillah.
Arga pun langsung melihat ke arah samping,melihat wajah cantik istrinya,dan Vania mencium punggung tangan Arga,dan langsung di balas dengan kecupan mesra di keningnya. "Kamu istri ku." Ucapnya saling menatap satu sama lain.
Burhan yang dari kejauhan menatap putrinya berada di atas pelaminan,merasa terharu sampai meneteskan air mata. "Rasanya baru kemarin aku menggendongnya,dan sekarang aku sendiri yang sudah menyerahkan dia pada orang masa depannya." Burhan berkata pada Inez,yang saat ini sedang berada di samping Burhan.
Inez sangat mengerti perasaan Burhan saat ini,ia mengusap lembut bahu pria paru baya itu seraya memberi kekuatan. "Bapak sudah menjalankan kewajiban bapak dengan baik,aku yakin...Arga adalah orang yang tepat untuk masa depan Vania."
Burhan melihat ke samping. "Terimakasi bu,bu Inez mau membantu Vania menyiapkan semuanya,bahkan bu Inez mau mendampingi Vania saat ijab kabul."
"Sama-sama pak,saya suka ko ngelakuinnya." Mereka saling melempar senyum ramah.
"Dan rumah pasti sepi tanpa Vania." Sambungnya lagi.
"Anda belum menjemput istri anda?" Tanya Inez sedikit penasaran,ia mengetahui hal itu dari Vania,yang banyak curhat dengannya.
Sebelum menikah,Vania banyak menghabiskan waktu dengan Inez,tak jarang ia menginap di rumahnya,menemani jalan-jalan,bahkan Vania sering kali mengajak Inez dinner bersama sang ayah,apa lagi tujuannya kalau bukan untuk mendekatkan sang ayah dengan mantan wali kelasnya itu.
"Saya sudah menceraikannya bu." Kata Burhan tanpa mengalihkan pandangannya terus menatap ke arah Vania dan Arga yang sedang sibuk bersalaman dengan para tamu undangan.
"Cerai?" Cukup terkejut,karna Vania belum sempat cerita tentang perceraian Burhan,yang ia tau,hanya pengsingan Jehan dan putrinya di sebuah apartemen sempit.
Burhan menoleh ke arah Inez. "Iya bu,saya sudah menceraikannya."
"Oh..maaf ya pak,saya gak tau."
"Gak apa-apa,santai aja."
"Kalau begitu,bapak harus segera mencari pengganti,supaya rumah gak sepi." Kata Inez sedikit bercanda,untuk mencairkan suasana yang sedikit serius.
"Pasti,saya pasti segera mendapatkannya,dan sepertinya putri saya menyukai bu Inez?"
"Maksud bapak?"
"Bu Inez mau menjadi penghuni tetap di rumah ku?"
Blus...
Seketika wajah Inez berubah merah seperti udang rebus,tak bisa di pungkiri,saat Burhan mengatakan itu,jantung Inez memompa darah sangat cepat. "Ini mimpi."
Waktu menunjukan pukul 23.00,dan pesta pun sudah berakhir,Arga yang sudah tidak sabaran itu, langsung membawa Vania pulang ke Aprtemennya,dan berencana akan menetap di sana.
Brugh..Begitu sampai di apartemen,mereka menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang,dengan nafas saling memburu. "Om.." Suara Vania terdengar sangat seksi di telinga Arga.
"Sayang,aku sudah menjadi suami mu,panggil ku dengan panggilan lain." Kata Arga sambil memiringkan tubuhnya di samping Vania,dan mengusap wajah mulus sang istri dengan punggung tangannya.
__ADS_1
"Mau aku panggil apa?" Tanya Vania.
"Terserah,panggil aku dengan panggilan yang menggoda sayang."
"Uncel?"
"Hei..itu sama aja."
He..he.. Vania tertawa kecil menjahili Arga yang sekarang sudah menjadi suaminya.
"Yang lain." Pintanya lagi.
"Hhmm...apa dong? Paman?"
"Ayo lah Vania sayang,ini malam pertama kita,panggil aku dengan panggilan yang menggoda,bukan mengejek."
Arga pun beranjak dari ranjangnya,menghampiri sang istri yang meminta bantuannya. Ia membuka relsleting itu sampai bawah,udara dingin langsung menyentuh punggung Vania yang mulus.
"Sayang.." Bukan hanya menurunkan relsleting,dia bahkan membantu Vania membuka baju sang istri lalu membuangnya tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Kenapa semuanya?"
"Kamu sudah memancing gairah ku."
"Hubby..tunggu,aku belum.." Perkataannya terputus saat tangan kekar Arga masuk ke dalam kain berenda itu. Ia menggigit bibir bawahnya,menahan kenikmatan yang bergejolak. "Hubby..."
"Jangan di tahan sayang,aku menyukainya."
"Tapi aku..belum mandi."
__ADS_1
"Kita mandi keringat malam ini." Timpal Arga yang masih memeluk Vania dari belakang,tangan itu terus menelusuri lekuk tubuh sang istri,dan berhenti di sana.
"Hubby.. Hentikan,aku.." "***Aku bisa gila,dan ini benar-benar membuat ku gila***." Arga melakukanya sangat lihai,tubuh Vania bergetar hebat,hingga ia tidak bisa lagi mengatur frekuensi nafasnya.
"Sayang..kamu siap memberikan hak ku?" Kata Arga menghentikan sejenak aktifitasnya,ia memutar tubuh sang istri menghadap dirinya.
"Kamu menginginkan malam ini Hubby?"
"Ya sayang,tapi.. kalau kamu belum siap,aku siap menunggu."
"Lakukanlah,lakukan apapun yang kamu mau,aku milik mu." Walaupun sebenarnya ia merasa takut,tetap ia harus mengatakan itu. "***Aku gak mau mengecewakan suami ku***."
Karna sudah mendapatkan izin,akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
dua? tiga? bahkan lebih dari empat ronde? mereka menghabiskan malam,dan mereka benar-benar mandi keringat,padahal di dalam kamarnya terpasang AC yang sangat dingin.
Seakan tidak ada puasnya,mereka hanya tertidur dua jam saja,setelah sinar matahari berhasil menembus jendela kaca yang tak tertutup gorden.
Arga yang bangun lebih dulu,membiarkan Vania tidur lebih lama,karna ia tau,kalau semalaman istrinya sudah bekerjakeras demi memuaskan hasrat seorang Arga,yang kata orang,pria yang sudah berumur 40 tahun ke atas,maka gairahnya akan semakin meningkat,dan Vania benar-benar merasakannya itu semalam.
"Morning sayang..." Ia masuk ke dalam kamar dengan membawa nampam berisi nasi goreng,dan air mineral.ia meletakan nampan itu di atas nakas,lalu membangunkan Vania dengan sangat lembut.
"Istri ku sayang,bangun dong,aku bawa sarapan buat kamu." Ucapnya berbisik di telinga sang istri yang masih berkulum di bawah selimut tebalnya.
Tidak juga bangun,beberapa kali ia mengecup pipi,kening,dan terus sampai Vania bangun. "Hhmm.." Tubuhnya menggeliat,seketika ia merintih kesakita.. "Aaww..."
"Kenapa sayang?"
"Sakit Hubby."
Hayo Om,neng Vanianya di apain? tanggung jawab looh..
Maaf kalau banyak typo,maklum nulisnya malem 😁🙏
Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗
LIKE
KOMEN
😁😁
💋🙏🙏
__ADS_1