Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 32


__ADS_3

Dengan deru nafas yang memburu,mereka saling menatap satu sama lain. "Om..,lepasin aku." Suara Vania terdengar lirih.


"Vania,tolong jangan menolak lagi,Om kangen sayang." Arga menyibakan rambut Vania ke belakang telinga,hingga leher jenjang putih itu bisa ia lihat sangat jelas.


"Nggak Vania,lo jangan mau tertipu dengan perkataan manisnya. Tapi...Apa ini,ada apa dengan jantung ku? kenapa berdetak tidak beraturan?" Masih dalam hitungan detik ia segera menyadarkan dirinya,dan kali ini ia betul-betul turun dari pangkuan Arga.


"Nyebelin tau gak." Kesal.


"Om cuma minta waktu kamu sebentaaar..aja." Kali ini Arga bicara sangat lembut,bahkan terkesan sopan.


Bahkan,Evan yang mendengarnya pun merasa geli sendiri. "Parah emang kalau lagi puber kedua." Ujarnya.


"Sebenernya Om mau bawa aku ke mana sih?" Raut wajah marah,bingung,bercampur jadi satu.


"Ke Apartemen Om sayang."


"Apartemen?" Ia Mengernyitkan dahinya. "Mau ngapain ke apartemen?"


"Om cuma mau menghabiskan waktu sama kamu,itu aja."


"Om..." Vania merubah posisi duduknya menyamping. "Om sadar gak sih barusan ngomong apa?"


"Apa?"


Vania membuang muka ke arah lain sebelum kembali bicara. "Om lupa ya kalau aku udah punya pacar."


"Nggak,Om inget."


"Kalau ingat,kenapa ngelakuin ini? kalau kak Whisnu tau gimana?"


"Jangan sampe tau lah."


"Om ngajarin aku selingkuh?" Kening Vania tidak berhenti mengkerut.


Arga mengalihkan pembicaraan saat mobil melewati pasar. "Stop di depan Van.." Perintahnya.


Perlahan mobil menepi di bahu jalan. "Ko di sini?" Kata Arga.


"Gue dapet chat suruh ke bengkel sekarang Ga." Saut Evan setelah mobil menepi.


"Banyak pelanggan?"


Evan mengangguk.


"Ya udah deh." Arga merogoh dompet di saku celananya,mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah sebanyak 5 lembar pada Evan. "Buat Taksi,sorry ya gue gak bisa anter."


"Sip..gak apa-apa."


"Nia..gue duluan ya."


"Aku ikut kak..."


"Ngapain?" Kata Evan.


"Aku mau pulang." Kata Vania yang sudah siap membuka pintu.


"Enak aja." Timpal Arga.


"Udah,lo tenang aja,si Arga gak bakal gigit."


Vania masih memasang wajah malas,setelahnya Evan pun pergi.


Arga mengambil alih kemudi,lalu kembali melajukan mobilnya memasuki parkiran pasar hendak membeli beberapa lauk untuk ia masak di apartemen bersama Vania.


Arga turun lebih dulu,di susul Vania walau sangat malas.


"Ayo.." Arga mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Namun Vania enggan untuk meresponnya,hingga beberapa orang yang berlalu lalang menbrak dirinya,dan Arga berusaha melindungi dengan berdiri di belakangnya.


Masuk ke dalam pasar dengan pengawalan ketat dari seorang Arga,ia membeli beberapa sayur dan seafood untuk ia masak.


30 menit lamanya berada di dalam pasar,Arga sudah mendapatkan semua yang di butuhkan,ia pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan pasar menuju Apartemen.


Mobil mewah berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan sedang menuju kediama Arga,Apartemen cukup besar,terdiri dari 2 kamar,dan beberapa ruangan lainnya.


Vania menatap tidak percaya dengan tempat tinggal Arga sekarang,bukan terkagum dengan Apartemen nya,ia bahkan memiliki Apartemen yang lebih besar dari ini,yang Vania kagumkan adalah,kehidupan mewah Arga yang sekarang,sangat jauh berbeda dengan kehudupannya dulu. "Kehidupannya membaik."


Masih berdiri di ambang pintu,ia enggan untuk melangkah masuk. "Vania..?"


Menoleh memang,tapi ia diam.


"Ayo masuk." Kata Arga.


Vania menggelengkan kepalanya. "Tidak,aku tidak mau terpesona lagi dengan sikap manis mu Om."


"Nia ayo.." Lagi-lagi uluran tangan Arga tidak ia respon,hingga ia meletakan kantung belanjaannya di meja,lalu berjalan cepat menghampiri Vania.


Di luar dugaan,Arga langsung menggendong tubuh mungil itu dan membawanya masuk ke dalam,dan menutip pintu menggunakan kakinya. "Om..turinin aku." Pintanya dengan memukul bahu Arga.


Arga tidak perduli mau se keras apapun ia memukul,baginya itu pukulan kerinduan yang tak mampu ia ucapkan,sepanjang jalan Arga tersenyum senang dengan tingkah Vania yang menurutnya menggemaskan.


Arga menurunkan tubuh mungil itu,dan mendudukannya di atas meja kitchen set. "Tunggu di sini ya. Om keluarin belanjaan dulu."


Diam..


Satu persatu ia mengeluarkan isi belanjaannya,yang mana terdiri dari Labusiem,daun tangkil,kacang panjang,jagung manis,kacang tanah atau biasa di bilang sayur asem. Tau dong? he..he..


Ada juga bumbu dapur seperti bawang,tomat,cabe merah,cabe keriting,jahe,lengkuas,bumbu dapur lah pokonya.


Aah..satu lagi,ikan teri..dan kerupuk Dorokdok kata orang sunda mah.


Ternyata masih ada satu lagi,terasi...perpaduan yang nikmat bukan.


Sesekali vania menyunggingkan senyum,melihat Arga beraksi di dapur menurutnya sangat seksi,masih mengenakan kemeja berwarna biru langit,menggulung bagian tangannya sampai sikut,tak lupa ia juga mengenakan celemek. "Mmm...kereeen..Ototnya itu loh,mungkin dia rajin nge gym."


"Kenapa senyum-senyum? Terpesona?" Kata Arga tanpa menghentikan aktifitasnya,selesai memotong labu,giliran jagung manisnya tinggal di potong.


"GR."


"Mau nonton aja apa mau bantu?" Selesai motong jagung,menyimpan potingan jagung itu ke dalam wadah bersama sayuran lainnya untuk di cuci.tinggal geptek laosnya. "Prek.. prek.." di atas cobek,gepreknya pake mutu bahasa prancisnya.


Vania turun menghampiri Arga,berdiri di sampingnya. "Bantu apa? aku gak bisa masak." Katanya,sambil memainkan sayuran yang sedang di tiriskan setelah di cuci.


"Kalau ngiris bawang merah bisa dong?"


"Nggak ah,bawang itu yang suka bikin nangis kan?"


"Ya udah,goreng ikan terinya,tapi apinya kecil ya."


"Nggak ah,ntar meledak-meledak."


"Ya udah,ulek sambelnya."


"Iris bawang aja nangis,apa lagi ulek sambel,bisa nangis darah aku."


"Mmm..bisanya apa?"


"Mandangin wajah Om." Keceplosan deh...


Arga tercengang...


"Maksud aku..aku..mau.."


Arga membersihkan tangannya,mengeringkan lalu berjalan perlahan menghampiri Vania. "Mau om ajarin?"

__ADS_1


"Ajarin apa?"


Arga melangkah maju,sedang Vania terus melangkah mundur,sudah tidak ada kesempatan lagi untuk terus mundur dan menghindar,sampai tembok yang menjadi pembatas membuat Vania tidak bisa lagi menghindar. "Om.."


Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Vania,ia memejamkan mata,merapatkan bibirnya.


Arga tersenyum.rasanya ingin sekali menghabisi bibir ranum gadis ini,menghabisi di atas ranjang,aah..tidak,tidak..tidak perlu di atas ranjang,di sini juga bisa. "Puasa oouuyy...puasa" Terpaksa Author harus skiiiip bagian ini 😁😁.


Hening..


Hening..


"Udah siap-siap ko gak di serang?" Perlahan Vania membuka mata,ia melihat dari sudut matanya,ternyata Arga tengah asik ngulek sambel jauh dari posisi ia berdiri. "What..? jadi gue di kerjain?"


Arga tersenyum ke arahnya. "Ngapain di situ?"


"Ngapain? khah...?" Vania memutar bola matanya malas. "Ini bener-bener gue di kerjain sama tuh Om-Om kucrut."


"Aku mau ke toilet." Ketus.


"Ada di sana." Arga menunjuk ke sisi kananya,di mana pintu toilet berada di sana.


Masih kesal,ia berjalan dengan menghentakan kakinya. "Nyebelin,awas aja kalau.."


Belum terlalu jauh melangkah,sangat cepat Arga menarik tangan Vania,hingga ia jatuh ke dalam pelukannya. "Mau apa lagi? mau ngerjain aku?"


"Nggak." Arga kembali menyibakan rambut panjang Vania ke belakang.


"Terus...?"


Menatap kedua bola mata hitam yang indah,Kedua tangan Arga menangkup leher jenjang Vania,menyentuh bibir itu dengan jarinya,laluuu......"


Hingga Vania Harus berjinjit.


Anda bisa bayangkan sendiri mereka mau ngapain 🤭.




Cukup ya,tidak di gambarkan dengan jelas kemesraan mereka.



Tadinya mau nulis part ini pas malem aja,biar sedikit gemesin gitu.,tapi karna sebuah janji,jadi nulis di siang bolong deh.



Udah di tepati ya janjinya.



Tapi kolom komentarnya terus isi dong,biar Author semangat lagi nulisnya.



Likenya juga di tekan.



Bunganya juga di tebar,puasa niih..tebar kebaikan. 😁🙏.pahalanya berlipat. "***MODUS***"



Yang punya Vote,boleh juga bagi Vote nya .


__ADS_1


TERIMAKASIH 💋💋💋🙏\*\*


__ADS_2