Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 60


__ADS_3

"Dokter tau dari mana?" tanya Vania masih berbaring di atas tempat tidur.


"Semua wanita menyukai style itu. Termasuk istri saya," ucap Dokter Yoga setengah berbisik.


Vania tersipu malu mendengarnya.


"Tugas anda sudah selesai, Dokter Yoga," tegas Arga.


Dokter Yoga pun berdiri, dan meninggalkan beberapa pesan sebelum ia pergi.


"Style apa pun dalam berci**ta untuk ibu hamil itu sah-sah saja, selama ia melakukannya dengan hati-hati. Yang paling penting, jangan stres. Itu yang berbahaya."


Setelahnya Dokter Yoga pun berpamitan, dan Pak Burhan lah yang mengantar Dokter Yoga ke depan pintu.


"Terima kasih Dokter Yoga. Uangnya sudah saya transfer," kata Pak Burhan sambil berjabat tangan.


"Seharusnya anda tidak perlu membayar saya, Pak. Saya kan teman istri anda, anggap saja kita ini saudara," saut Dokter Yoga sangat ramah.


"Oh... kalau begitu, anda boleh mentransfer kembali uang yang sudah saya berikan, saya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda loh, Dokter Yoga," ejek Pak Burha .


"Kalau anda memaksa sih tidak apa-apa, Pak. Takutnya nanti saya yang menyinggung perasaan Pak Burhan, kan gak enak sama Bu Inez."


Pak Burhan mengangguk seraya melepaskan tangannya. "Iya. Itu lebih baik."


Setelah Dokter Yoga benar-benar pergi, Pak Burhan kembali ke dalam menghampiri sang istri yang masih berada di dalam kamar putrinya.


"Jadi tadi kalian ada di dalam kamar ku?" tanya Vania sambil menelusupkan wajahnya pada dada Arga, menutupi wajahnya yang merah menahan malu.


"Nggak ko, Tadi Mamah cuma ngetuk pintu aja. Mamah fikir kamu tidur, jadi kita bertiga turun ke bawah lagi," saut Bu Inez berbohong.


"Mamah Inez bohong."

__ADS_1


"Nggak."


"Nia, Sayang... biarin aja mereka tau, palingan juga iri sama kemesraan kita," ledek Arga.


"Hubby..."


"Iya, iya maaf." Rasa cinta Arga sangat besar, mencium penuh sayang di kening sang istri berusaha menenangkannya.


Masih dalam pelukan Arga, Bu Inez dan Arga menahan tawanya di depan Vania, tak lama Pak Burhan pun datang.


"Ada apa?" tanya Pak Burhan sambil meraih tangan Bu Inez menggenggamnya erat.


"Gak ada apa-apa, Mas," saut Bu Inez.


"Nia..."


"Hhmm..." jawab Vania tanpa berkata. Ia masih menyembunyikan wajahnya ke belakang sambil memeluk Arga.


"Papah..."


Setelah puas menggoda putrinya, Pak Burhan pun keluar dari kamar Vania bersama Bu Inez sambil tertawa.


"Vania... Vania. Aku gak nyangka putri ku ternyata sudah besar."


Mereka masih berada di depan pintu kamar sambil berpegang tangan. Bu Inez tersenyum sambil melihat wajah suaminya terlihat sangat bahagia.


"Dulu dia masih sangat kecil saat ibunya meninggal, sampai aku menikahi wanita yang salah, bahkan aku hampir kehilangan putri kesayangan ku akibat dari keegoisan ku dulu."


"Yang penting sekarang Vania sudah bahagia kan, Mas." sela Bu Inez.


"Iya. Sangat bahagia. Kehadiran kamu juga membuat Vania semakin bahagia."

__ADS_1


Bu Inez tersenyum terharu, lalu Pak Burhan mencium singkat bibir Bu Inez.


"Terima kasih."


"Sama-sama."


"Sekarang tugas Bu Inez harus membuat aku puas malam ini," seloroh Pak Burhan membuat Bu Inez tersipu malu.


"Mas..."


"Tadi kan gak jadi, sekarang harus jadi gak boleh gagal."


"Vania masih bangun, Mas,"


"Biarin aja. Kita main di kamar."


Tak ingin menunda lagi, Pak Burhan menggendong tubuh langsing itu masuk ke dalam kamarnya, dan segera menuntaskan pekerjaan yang sempat tertunda.


"Mau pakai gaya seperti mereka."


"Mas...."



Besok tak kasih part tegang ya. Boleh gak? 🤭



Walaupun tidak mencapai target, aku tetap UP ya sayang. Baik kan? 🤭.


Sekarang boleh kan minta like dan komennya lagi? sama bunga dan Vote nya kalau ada.

__ADS_1


maaf memaksa. 🤭🙏🥰


__ADS_2