Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 66


__ADS_3

"Udah mendingan sekarang?" tanya Pak Burhan berdiri di depan Arga sambil merangkul bahu Bu Inez.


"Iya, Pak," saut Arga masih berbaring di atas tempat tidur bersama Vania, menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.


"Ya udah, kamu istirahat aja! kita bicarakan hal ini besok."


"Iya, Pak."


Setelah itu Pak Burhan, Bu Inez, dan Evan pun keluar dari kamar Vania, membiarkan mereka istirahat.


Keesokan harinya, Jehan dengan tristan berkunjung ke lapas menemui Megan dan menceritakan kejadian semalam kalau dia berhasil menembak kaki Arga sebanyak dua kali.


Bukan merasa puas, justru Megan marah dan hampir saja menampar Tristan karena telah melukai pria yang paling ia cintai, tetapi berhasil dicegah oleh sang Jehan.


"Berani lo melukai Arga gue?" teriak Megan sambil menggebrak meja.


"Megan, jangan emosi, Tristan pasti punya alasan kenapa sampai nembak si parasit itu."


"Dia udah lancang masuk ke dalam rumah gue," tegas Tristan.


"Tapi kenapa mesti lo tembak, khah...?"


"Dia mau menyerang Tristan Megan," sela Jehan memotong pembicaraan.


"Tapi kan dia gak perlu menggunakan senjata, Mah."


"Arga nyerang Trisna tiba-tiba," tegas Jehan.

__ADS_1


"Lo gak usah kurang ajar sama gue, Megan. Lo mau membusuk di penjara?" kata Tristan mengancam.


"Lo fikir tugas gue ke sini cuma buat bebasin lo? jangan mimpi, siapa lo?"


"Kalau lo mau bebas, lo tinggal diem, ikut arahan gue, dan jangan bersikap kurang ajar. Ngerti lo?"


"Gue cuma mau, Arga. gue mau milikin dia seutuhnya," ungkap Megan di depan Tristan dan Jehan.


"Mangkanya gak usah kurang ajar sama gue."


Megan rela melakukan apapun demi bisa bebas dari penjara dan mendapatkan Arga yang menjadi tujuan utamanya, Megan mengalah, tunduk dengan apa yang Satya perintahkan demi kebebesan dan demi seorang Arga.


"Tunggu satu minggu lagi, gue bakal bebasin lo."


Kediaman Pak Burhan.


Kondisi Arga sudah mulai membaik, dia sudah bisa berjalan walaupun menggunakan alat bantu.


Beberapa strategi sudah Arga susun, untuk mencari bukti kejahatan mereka, agar polisi segera menangkapnya dan ia bersama Vania bisa hidup dengan tenang tanpa adanya pengganggu atau ancaman-ancaman yang meresahkan.


"Alamat rumah Tristan.sudah saya tulis, dia punya banyak penjaga di apartemennya, termasuk salah satu keamanan di sana. Kalian harus hati-hati!"


Arga berencana akan kembali ke sana setelah kondisi kakinya membaik, tetapi Vania langsung menolaknya.


"Kalian pergi tanpa suamiku," tegas Vania.


"Sayang. Mereka gak mungkin pergi tanpa aku, Gak ada peperangan kalau panglimanya cuma duduk manis di rumah," kata Arga coba memberi pengertia.

__ADS_1


"Dan kamu bukan panglima perang, kamu suami ku, pemimpin rumah tangga," tegas Vania terus menolak.


Kemaren kaki kamu yang tertembak, nanti apa lagi? bagaimana kalau sampai kepala kamu, dada, dan..."


"Mati?" sela Arga cepat.


"Hubby... jangan sembarangan kalau ngomong."


"Kalau kamu mati, sama aja kamu membunuh aku, aku gak bisa kalau sampai itu terjadi, bagaimana dengan bayi kita? kamu mau bayi kita lahir tanpa ayah?"


Mendengar Vania terus bicara, dengan sudut matanya Arga meminta anak buahnya untuk keluar dari ruangan meninggalkan mereka berdua di sana.


Setelah anak buahnya keluar, Arga langsung membekam mulut Vania dengan bibirnya.


Cup.


Seketika ocehan Vania pun berhenti.




Maaf Reader SAYAAAANG...maafkan aku yang baru UP ini 😭😭 . aku punya kewajiban di suatu tempat hingga cerita Om Arga yang belum bisa aku teruskan.



Janji ku padamu cerita Om Arga pasti aku selesaikan sampai akhir, gak akan aku gantung lagi, tapi untuk sekarang bersabar ya readers ku sayang 🥰🥰🥰.

__ADS_1



Untuk sementara masik FAVORIT dulu Cinta, biar pas aku UP kalian langsung dapet notifikasinya. Ok Sayang 🥰. love you sun jauh 💋💋


__ADS_2