Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 56


__ADS_3

Takut?


Sepertinya Arga menjadi gelisah saat melihat Whisnu ada di kampus, terlihat dari gelagatnya yang masih mengawasi sang istri di area kampus untuk beberapa jam kedepan, barulah ia pergi menuju restoran


Kegelisahan Arga bukan hanya saat di kampus saja, ia terus merasa gelisah sampai-sampai ia mengirim pesan untuk sang istri sampai beberapa kali, bahkan saat Vania ada kelas pun Arga terus mengirim pesan dan itu benar-benar mengganggu konsentrasi Vania.


"Hubby. Aku lagi ada kelas, bisa gak sih ngobrolnya nanti aja di rumah? kamu ganggu konsentrasi aku." pesan yang Vania kirim kepada Arga karen ia terus mengganggunya.


"Ko ganggu sih? aku cuma mau memastikan keadaan kamu, Sayang." balasan dari Arga.


"Aku sedang sibuk." jawabnya singkat.


"Siapa sih yang ngisi kelas kamu sekarang?"


"Kak Whisnu."


Mengetahui Whisnu yang sedang mengisi kelasnya, membuat Arga semakin tidak tenang, dan rasanya ingin sekali menggantikan posisi Whisnu di sana.


"Kenapa kamu gak bilang kalau Whisnu yang ngisi kelas?"


Pesan yang Arga kirim dan tidak terkirim karena Vania keburu menonaktifkan ponselnya, dan hal itu membuat Arga semakin gelisah.


"Nggak. Ini gak bisa gue biarin nih. Gue harus susul Vania ke kampus."


Arga meraih kunci mobilnya hendak menjemput Vania di kampus. Baru keluar dari ruang kerja, tiba-tiba Evan menarik tanganya.


"Mau ke mana, Bos?" tanya Evan.


"Ke kampus bini gue," cetus Arga.


"Lah. Mau ngapain? bukannya lo barusan nganter dia ke kampus?'

__ADS_1


"Sekarang gue mau jemput dia."


"Emang udah habis kelasnya?" tanya Evan lagi.


"Gue mau paksa udahin kelasnya hari ini.


Evan semakin tidak mengerti. "Eh. Lo gila atau gimana sih?"


"Tunggu. Tunggu. Lo kenapa seemosi ini, Mas Bro?"


"Vania matiin handphonenya, gila gak tuh?" kata Arga.


"Heh Kucrut. Bini lo lagi belajar,jelas aja di matiin."


"Tadi gue chatan sama dia, tiba-tiba aja dia dimatiin handphonenya."


"Jelas dimatiin lah, lo ganggu."


"Ah.. Bodo amat. Yang pasti gue mau susulin bini gue di kampus."


"Bodo amat."


Arga berusaha melangkah, dan Evan kembali mencegahnya.


"Sembarangan aja lo pergi. Lo udah di tungguin owner kita tuh di ruang metting."


"Metting?"


"Iya lah, dari tadi dia nungguin lo. Bisa-bisa bangkrut nih restoran kalau di kelola sama lo."


"Kampret lo," cetus Arga sambil mengeplak kepala Evan, sahabatnya.

__ADS_1


"Lagian. Lo gak serius sih ngelola restoran. Udah buruan." titah Evan


Arga sampai lupa kalau hari ini dia ada metting penting dengan seseorang. Mau tidak mau ia pun membatalkan niatnya untuk menjemput Vania di kampus.


Selesai metting, Arga kembali mencoba menghubungi Vania dan akhirnya ia bisa bernafas lega saat pesan yang ia kirim ternyata sudah masuk.


"Akhirnya."


"Sayang, kamu mau aku jemput jam berapa?" tanya Arga dalam pesan yang ia kirim."


"Sekarang, Hubby. Aku muntah-muntah di kampus, aku gak kuat."


Panik. Mengetahui sang istri muntah-muntah, Tanpa berfikir panjang lagi Arga menyusul Vania ke kampus. Begitu sampai di tempat tujuan, Arga langsung berlari menuju klinik tempat Vania berada.


"Sayang." Arga berlari masuk ke dalam lalu memeluk sang istri yang tanpa ia sadari di sana sudah ada Whisnu sedang duduk menunggu.




Aku datang lagi...



Jangan pernah bosa selalu mengikuti kisah mereka ya.


Dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak setelah membaca.


LIKE


KOMEN

__ADS_1



Sangat berarti untuk Author berkelas rempeyek ini.🥰🥰🥰


__ADS_2