
Kondisi Vania mulai membaik,ia sudah di pindahkan ke ruang rawat inap berkelas VIP,ruangan seluas kamar Vania,cukup membuatnya nyaman berada di Rumahsakit,Senyaman-nyamanya Rumahsakit,tetaplah rumah sendiri yang paling nyaman bukan?
"Aku mau pulang Hubby.." Pintanya merengek sambil bersandar di bahu suaminya,Vania menautkan jarinya ke jari jemari Arga.
"Jangan dulu,dokter belum kasih izin sayang." beberapa kali Arga mencium puncak rambut sang istri.
"Bosan." Kata Vania mengerucutkan mulutnya.
"Di dekat ku?" Kata Arga.
"Bukan itu Hubby,aku bosan di Rumahsakit."
"Kan ada aku." Arga menarik dagu Vania lalu menciumnya. "Aku di sini,di samping mu sayang." Mengusap bibir Vania dengan ibu jarinya.
Vania kembali mengeratkan pelukannya,ia merasa beruntung memiliki suami seperti Arga,suami yang sangat menyayanginya,dan selalu menjaganya,bukan hanya saat ini,bahkan di awal mereka bertemu.
Usia Arga yang sudah lebih dari kepala empat,tidak pernah menjadi masalah baginya,karna wajah Arga yang menolak tua,membuat ia bangga dengan suaminya. "Bahkan banyak wanita iri pada ku Hubby,karna aku memiliki suami sangat tampan seperti mu." Ucapnya sambil mengusap brewok Arga yang mulai tumbuh di dagu dan hampir menutupi pipinya.
"Hubby.."
"Iya sayang?"
"Aku mau apel,tolong kupas." Pintanya selalu manja.
"Siap tuan putri." Arga melepaskan pelukannya,meraih apel di atas nakas dan mulai mengupasnya.
"Hubby.."
"Iya sayang?"
"Apa Megan dan mamah Jehan benar-benar sudah di tangkap?"
"Sudah,tapi hanya Megan,Jehan tidak terbukti bersalah."
"Preman itu?" Kembali bertanya.
"Aku sudah memenjarakan keempat preman itu sayang,mereka sudah di dalam sel."
"Berapa lama hukuman mereka?"
__ADS_1
"Mmm.." Menghentikan sejenak aktifitasnya seraya berfikir. "20 tahun penjara."
Selesai mengupas,dan memotong menjadi potongan dadu,Arga menyuapi Vania dengan sangat telaten sampai potongan apel itu habis. "Mau yang lain?" Ucapnya sambil menyimpan piring kecil di atas nakas,lalu menyeka sudut bibir Vania yang sedikit basah dengan jarinya.
Vania menggelengkan kepalanya. "Naiklah,aku mau tidur di bahu mu Hubby."
"Iya sayang." Arga pun naik ke atas ranjang,lalu Vania tidur di atas bahunya. "Tidur lah cinta ku."
Satu bulan berlalu setelah kejadian penabrakan itu,Arga tidak pernah meninggalkan Vania sendiri di apartemen,ia selalu mengajak sang istri kemanapun ia pergi,termasuk ke Restaurannya.
Buka hanya itu,Arga sengaja menyekat kantornya untuk menambah satu ruangan istirahat sang istri kalau-kalau ia mengantuk.
"Hubby..aahh.."
Vania tidak bisa lagi menahan kenikmatan yang Arga berikan,tangan kekar Arga sangat lihat memainkan ujung puncak gunung kembar miliknya yang terlihat sedikit kecoklatan.
"Hubby...aku sudah tidak tahan."
"Sebentar sayang." Arga mencabut senjatanya,dan menggesekan ujung kepalanya di area sensitifnya.
Vania semakin menggila,tubuhnya semakin menggeliat meminta Arga cepat menuntaskan kenikmatan yang hampir mencapai puncak.
__ADS_1
Melihat raut wajah Vania yang meminta di tuntaskan,adalah bagian yang paling ia suka. "Cinta ku,kamu menginginkannya sekarang?"
"Iya Hubby,aku menginginkan sekarang,aku sudah tidak tahan. Ayo Hubby."
"Baiklah,aku akan masuk."
Perlahan Arga kembali memasukan senjatanya,lalu menghentakan sampai ujung.
"Sekarang Nia sayang."
"Hubby..aahh.."
Arga terus memompa sampai akhirnya mereka melakukan pelepasan untuk yang kedua kalinya."
Semakin menghentakan,saat ia menyemburkan benih di rahim sang istri. "Terimakasih sayang,kamu selalu memuaskan." dengan nafas yang masih memburu,Arga mencium kening Vania,lalu melepaskan senjatanya.
Banyak LIKE
Banyak KOMEN
Banyak VOTE
Banyak BUNGA
Banyak UP pula.
Maaf ya banyak maunya 😂🙏
__ADS_1