
Setelah Vania tertidur pulas,pelan-pelan Arga menurunkan kepala sang istri dari atas dadanya sangat hati-hati. Ia berhasil memindahkan kepala sang istri tanpa membangunkannya. "Maaf sayang,aku harus pergi. Aku janji akan pulang sebelum kamu bangun." Arga mencium kening Vania,lalu pergi.
Arga membawa mobilnya,bertemu dengan pak Ucup di depan pos. "Mau ke mana den?" Tanya pak Ucup pada Arga,tepat di depan pintu gerbang.
"Aku mau cari makan dulu,Vania pengen makan."
"Oh,iya den."
Segera ia meninggalkan kediaman Burhan,menuju salah satu bangunan tua yang sering ia sebut balai masalah,karna di sana adalah tempat segala permasalahan di pecahkan.
tidak terlalu jauh dari kediaman burhan,hanya 15 menit menempuh perjalanan,ia sampai di tempat tujuan.
"Evan." Panggilnya dari kejauhan,Arga masuk dengan emosi yang berapai-api,sambil menghisap rokok.
Begitu sampai di depan tawanannya,ia langsung melayangkan pukulan tepat di perut mereka. "Bugh.. Bugh.." Mereka tersungkur ke lantai hanya dengan satu pukulan saja.
"Siapa bos kalian?" Masih menghisap rokoknyanArga bertanya sambil menarik kerah baju pria itu,sampai beberapa kancing terlepas.
Kediaman Burhan.
Vania yang tertidur pulas,mengerjap bangun saat akan memeluk Arga yang ia fikir berbaring di sebelahnya. "Hubby.." Ia pun duduk dengan kesadaran belum sepenuhnya terkumpul.
Menyalakan lampu di atas nakas,lalu bangun berusaha mencari keberadaan Arga. "Hubby.." panggilnya lagi,mencari di dalam kamar mandi,masih tidak ada,ia meraih ponsel di atas nakas,lalu turun ke lantai bawah. "Hubby..kamu di mana?" Mencari ke seluruh ruangan.
__ADS_1
Vania mulai panik,ia menghubungi Arga dalam sambungan telfon,namun tidak ada jawaban. Ia keluar dari rumah,berharap bertemu dengan pak Ucup. "***Siapa tau pak ucup*** ***tau***." Fikirnya.
Karna tidak bertemu denga pak Ucup,Vania membuka pintu gerbang utama lalu keluar,tanpa berhenti menghubungi Arga.
Vania menoleh ke arah kanan,tiba-tiba mobil melaju sangat cepat ke arahnya lalu... "Hubby..." Mobil itu berhasil menabraknya hingga tubuh Vania terpental sejauh 5 meter.
"Hu..hubby..." Tidak ada siapapun orang yang berlalu lalang,Vania mencoba berteriak dengan nafas terputus-putus,hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.
Di sana,Arga terus berusaha agar mereka mau membuka suara untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini,berbagai macan cara ia lakukan,akhirnya mereka mengaku. "Megan... Dia yang memerintahkan kami berempat." Suara pria itu sangat lemah karna luka di sekujur tubuhnya.
"Berempat?" Arga mengernyit. "Di mana dua orang lagi?"
"Apa..?"
"Bocil Bos.." Saut Evan.
"Gue harus cepet pulang. Lo bawa mereka ke kantor polisi,dan simpan baik-biak bukti rekamannya."
"Siap Ga."
Arga berlari sekencang-kencangnya menuju mobil,begitu sampai di mobil,ia mencari ponsel miliknya yang tertinggal. "Nia..?" Wajah Arga berubah panik,setelah melihat ada 11 panggilan tak terjawab dari sang istri.
Tanpa berfikir panjang,ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,di tengah perjalanan,ia mendapat telfon dari mertuanya. "Om."
__ADS_1
"Di mana kau bedebah?" Ucap pak Herlambang penuh emosi.
"Aku.. di perjalanan Om,di mana Nia ku?"
"Cepat ke Rumahsakit,kalau sampai dalam waktu 10 menit kau tidak ada,aku pastikan kau tidak akan bertemu putri ku lagi." Burhan terus mengatakan dengan suara lantang.
"Aku segera sampai Om." Jawab Arga.
Sambungan telfon pun terputus.
"Nia sayang,maafkan aku." Memegang kendali stir sangat kuat,kecepatan mobil di atas 120 km/jam tak lagi di hiraukan,di dalam pikirannya hanya. "Istri ku,tunggu aku."
Tepat waktu. 10 menit perjalanan,ia sampai di tempat tujuan,ia berlari menuju meja Reseptionis,lalu bertemu Inez akan naik Lift. "Bu Inez." Panggilnya sangat kencang.
Bu Inez menoleh. "Arga..?"
"Di mana istri ku Bu?"
"Ayo ikut dengan ku,Vania ada di ruang ICU.
Part berikutnya,kita penjarakan s Megan ya 😁👍
Komentar mencapai 30
Like mencapai 400
__ADS_1
dan bunga setaman
akan UP satu bab lagi siang kalau gak,habis maghrib Ok. 💋💋💋🙏🙏