Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
Part 49


__ADS_3

Dengan nafas yang masih memburu,Arga berbaring di samping Vania,dengan tangan menjadi bantalan kepala sang istri. "Hubby.."


"Iya sayang?"


"Kenapa aku belum juga hamil? padahal kita sudah beberapa bulan menikah." Ucapnya khawatir.


"Mungkin belum waktunya sayang."


"Lama.. Aku mau cepat-cepat punya anak."


Arga mengecup kening Vania. "Kamu harus sabar,kita baru menikah beberapa bulan,banyak yang menikah bertahun-tahun tapi belum di karuniai seorang anak."


Vania mendongakan kepalanya ke atas. "Kita program hamil aja." Pintanya antusias.


"Boleh,tapi jangan terlalu buru-buru ya,kita nikmati dulu aja masa-masa bulan madu kita."


"Ini bukan bulan madu Hubby."


"Tapi dengan mu,serasa bulan madu setiap hari cinta ku."


Vania tersenyum tersipu. "Benarkah?"


Arga mengangguk meraih dagu Vania,lalu mencium bibirnya singkat.



"Hubby..." Teriak Vania di dalam kamar mandi,aah..sungguh teriakannya mampu mengguncang dunia,yang mati pun bisa hidup lagi,apa lagi seseorang yang hanya tertidur.



Bukan hanya bangun,Arga langsung berlari ke kamar mandi tanpa mengenakan pakain,setelah berperang semalam. "Kenapan sayang?"



"Hubby...lihat."



Alat Tespect dari berbagai macam merek ia berikan kepada sang suami. "Apa ini sayang?" Masih bingung,mungkin akibat kesadaran yang belum terkumpul.



"Ini lihat Hubby.." Vania menunjukan salah satu Tespeck yang bergaris plus (\+).



Masih bingung. "Tapi ini apa sayang."


__ADS_1


"Iih..masa gak paham sih?"



Vania menunjukan satu alat tespeck yang satunya,yang menunjukan dua garis merah. "Nah..kalau ini aku paham,ini untuk hasil tes kehamilan kan?"



"Iya.."



"Lalu..?" Aah..kenapa pria setampan dia sangat lambat berfikir sih?



"Lalu?" Mengernyit.



"Iya,lalu ini maksudnya apa sayang?"



Aah..sudah habis kesabaran,Vania keluar dari kamar mandi kesal. "Bodo ah,kamu fikir aja sendiri." Ia menghentakan kakinya keluar dari kamar mandi.




Arga menjatuhkan semua alat ke lantai,berlari mencari keberadaan Vania yang tidak ia dapati di dalam kamar. "Nia sayang,maaf,maaf,maaf." Arga menuruni anak tanggga tanpa mengenakan pakaian.



"Shit... pakaian ku." Ia kembali ke dalam kamar,untuk mengenakan boxer,lalu kembalu mencari keberadaan sang istri.



"Istri ku,cinta ku. Maaf sayang,maaf aku lambat menyadari." Ia memeluk Vaia dari belakang,menautkan dagunya di bahu Vania.



"Sangat lambat Hubby.. kamu membuat ku kesal." Ucapnya tanpa menghentikan aktifitasnya membuat jus alpukat.



"Iya sayang,aku salah." Arga memutar tubuh Vainia,lalu Arga bersimpuh di depannya. Muach..muach.. "Maafkan Dady sayang,Dady terlambat menyadarinya." Ucapnya sangat bahagia,ia terus mengelus perut Vania yang masih rata. "Di sini ada keturunan ku?" Arga mendongakan kepalanya ke atas.


__ADS_1


Vania mengangguk,sambil mengusap rambut Arga. "Iya Hubby,di sini ada buah cinta kiya."



Setelahnya Arga pun bangun lalu memeluk Vania sangat erat. "Terimakasih sayang,terimakasih kamu sudah mau mengandung anak ku." Muach... Arga menghujani Vania dengan Ciuman di mana-mana,hingga Vania kegelian dengan rambut-rambut yang kembali tumbuh lebat di wajahnya.



"Hubby,hentika,geli." Vania menangkup pipi Arga lalu menjauhkannya. "Cukur dulu,aku gak mau."



"Jangan,bukannya kamu suka sama rambut yang tumbuh di wajahku? apa lagi kalau berada di sini." Ucapnya sambil masukan tangan kekarnya ke dalam C\*D.



"Hubby..Hentikan,keluarkan tangan mu,aku ada jadwal kuliah pagi."



"Satu kali lagi sayang." Merengek seperti anak kecil meminta jajan.



"Nggak,nanti aku terlambat."



"Ayolah.."



"No Hubby.."



Tidak perduli,Arga tetap membawa tubuh mungil Vania masuk ke dalam kamarnya,dan.. Terjadilah olahraga pagi.



Banyak LIKE


Banyak KOMEN


Banyak VOTE


Banyak BUNGA


Banyak UP pula.

__ADS_1


Maaf ya banyak maunya 😂🙏


__ADS_2