Scandal Cinta Om Arga

Scandal Cinta Om Arga
part 42


__ADS_3

"Hubby,sakit." Vania merintih kesakitan saat ia menggerakan tubuhnya.


Arga tersenyum kecil mendengar Vania bicara. "Maaf ya sayang,emang sakit banget?" Ia mengusap lembut pipi sang istri yang membenamkan wajahnya di dada bidangnya.


Vania mengangguk malu.


"Maaf ya,lain kali aku akan lebih hati-hati lagi. Ayo makan,aku buatin nasi goreng."


Ia mendongakan kepalanya. "Tapi aku mau mandi dulu."


"Boleh."


"Mandiin.." Pintanya dengan manja.


"Aahh..kamu mau main-main lagi ya?"


"No Hubby.. Jangan coba-coba minta sekarang."


Ia meraih dagu Vania "Cup" satu kecupan berhasil mendarat di bibir ranum istri kecilnya. "Aku gak akan minta sekarang sayang,aku akan minta kalau kamu siap bertarung lagi." Lalu Arga turun dari ranjang.


"Iih..pengertian banget sih.. Ayo kita mandi." Seperti anak kecil,Vania mengulurkan tangannya ke atas.


"Siap tuan putri." Arga menggendong Vania masuk ke dalam kamar mandi,mendudukan istri kecilnya di atas wolk in closet,sementara ia menyiapkan air hangat di dalam Bathup.


"Kalau menikah seenak ini,kenapa kita gak nikah dari dulu aja sih Om?"


"Upss..." Menutup mulutnya dengan tangan. "Soory.. Keceplosan." he..he..he..


"Om lagi.."


"Iya maaf."


Sudah terisi penuh dengan air hangat,mereka berdua mandi berendam bersama.Vania duduk di depan Arga,ia membersihkan punggung Vania dengan Washlap. "Semoga aja,kita selalu bahagia seperti ini sayang,sampai maut yang memisahkan kita." Kata Arga penuh harap.


"Iya Hubby.."


"Tapi..namanya rumahtangga,pasti ada pasang surutnya,ada berantem,salah faham,dan lain-lain."


"Masih banyak lagi?" Tanya Vania sedikit menoleh ke belakang.


"Banyak,tapi.. semoga aja rumahtangga kita,rintangannya tidak terlalu berat."


Vania mengangguk dengan senyum,cukup lama mereka berendam,Arga kembali menggendong Vania keluar dari Bathup,membawanya ke bawah guyuran shower untuk membilas.


Vania terkikik lucu saat melihat ada yang tegak berdiri,tapi bukan keadilan. "Hubby..."


"Iya sayang?"


"Itu kenapa?" Menunjuk ke sana di balik pantulan cermin.


Arga melihat ke bawah. "Sayang..kamu jangan ngejek aku ya,aku lagi bekerja keras nih."


"Bekerja keras apa?"


"Untuk tidak meminta hak ku lagi."


Ha..ha.. "Iya,iya. Maaf."


Arga memutar tubuh Vania,sekarang tantangan terbesar,membersihkan bagian depan,tidak ingin berhenti menggoda suaminya,ia menempelkan telinganya di atas dada suaminya. "Hubby..ada apa dengan detang jantung mu? Kenapa seperti habis lari maraton?"


"Nia...berhenti menggoda ku..."


ha..ha.. "Kamu lucu,udah semaleman suntuk kita bertempur,tapi senjata kamu masih berdiri tegak."

__ADS_1


"Karna kamu sangat menggairahkan sayang." Ucapnya sambil meremas (hayooo..Om Arga lagi meremas apa?) pikiranya jangan traveling ke mana-mana ya? dia lagi meremas Washlap ko,soalnya mau gosong tubuh Vania kan." 😁🙏


Dengan susah payah menahan hasrat,akhirnya Arga berhasil memandikan istri kecilnya tanpa menggaulinya lagi.


"Baju mana yang mau kamu pakai?" Bertanya pada Vania yang saat ini duduk di tepian ranjang,dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya.


"Aku mau yang itu Hubby,dres warna pink,yang banyak bunganya."


"Ok."


Bukan hanya memandikan,dia bahkan memakaikan baju pada istrinya. "Padahal aku bisa sendiri loh.."


"Gak apa-apa,aku suka ko ngelakuinnya."


Selesai memakaikan baju,Arga menggendong Vania,lalu mendudukannya di atas sofa depan TV. "Aku suapin ya."


"Boleh." Vania duduk bersedekap menghadap Arga,dan mereka makan nasi goreng sepiring berdua. Aahh..so cuiit..


"Kamu mau kita bulan madu ke mana sayang?" Tanya Arga sambil menyendokan nasi ke dalam mulut Vania.


"Mmm..ke mana ya?"


"Jangan ke Belanda."


"Nggak sayang,masih inget aja lagian."


"Inget lah,kamu yang ngerjain aku waktu di sana."


"Ngerjain apa?" Pura-pura tidak tahu.


"Nia..kamu gak mungkin dong lupa,malam di mana kamu putus dari Whisnu,apa yang kamu lakuin?"


"Kamu benar-benar menguji ku." Lanjutnya.


"Tapi aku sadar sayang,kamu gak tau sih perjuangan aku ngadepin kamu waktu mabuk gara-gara si Whisnu tengik itu."


"Sulit ya?"


"Banget..,sampai aku harus mandi 3 kali dalam semalam."


Haa...haa.. Vania tertawa terbahak mendengar cerita suaminya. "Yang penting aku udah bayar semuanya sekarang."


"Hhmm..." Arga menggelengkan kepalanya,


"I Love you Hubby." Muachh.. Mencium pipi Arga singkat.


"Love you to."


"Udah ah,cepet habisin makannya,habis ini kita jalan-jalan."


"Jalan-jalan ke mana?"


"Kita ke pantai."


"yee..aku suka pantai Hubby."


Kebahagiaan Arga tak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata,ia merasa sangat beruntug memiliki istri seperti Vania,gadis kecil,tapi memiliki sifat dewasa.


Peran sebagai istri bukan hal mudah,apa lagi di usia Vania yang terbilang masih muda,ia betul-betul melaksanakan kewajibannya dengan sangat baik.


Dan hari ini,usia pernikahan mereka sudah berjalan selama satu bulan,Vania masih di izinkan untuk kuliah,dan Arga masih mengelola Restauran yang malah semakin pesat setelah menikah. "Mungkin ini yang di namakan rejeki menikah Van." Arga bicara pada Evan,saat mereka sedang menyantap makan siang di sebuah cafe.


"Kira-kira nanti nasib gue bisa kayak lo gak ya,"

__ADS_1


Arga menyeruput kopi nya,lalu meletakan kembali ke atas meja. "Bukan cuma bisa Van,bisa jadi nasib lo lebih bagus lagi dari gue."


"Bisa aja lo ah,bilang aja lo minta gue buru-buru nikah." Kata Evan sambil memutar-mutar air di dalam gelasnya.


"BTW hubungan lo sama Aura gak bisa di tahanin?"


"Gak lah,dia selingkuh men,harga diri kalau gue masih bertahan sama dia."


"Bagus,jangan mau di begoin."


Sedang asik berbincang,tiba-tiba ponsel Arga berdering,pesan dari sang istri yang memintanya untuk menjeput di depan kampus. "Gue duluan Van."


"Kemana?"


"Bidadari gue minta di jemput."


Arga meletakan uang sebanyak 300 ribu di atas meja untuk membayar kopi dan dan makan siang mereka. "Lebihnya buat lo?"


"Lebih dari mana lo,jangan-jangan nanti gue yang tekor kagi."


"Udah gak usah protes,gue duluan."


Arga pergi meninggalkan Cafe menuju kampus Vania. "Aku di Halte bis Hubby." pesan yang Vania kirim sebelum ia keluar dari kampus.


Dari kejauhan halte bis itu sudah terlihat,ia memberi reting kiri,perlahan mobilnya menepi,dan suasana di sana sangat ramai,tidak seperti para penumpang yang menunggu bis,lebih ke ramai kepanikan.


Arga melihat sang istri sedang di kerumuni banyak orang. "Ada apa ini." Arga keluar dengan wajah panik.


"Nia.." Panggilnya dari kejauhan.


"Hubby..." Vania berlari ke Arga,dan menangis dalam pelukannya.


"Kenapa sayang?"


"Tadi mbanya mau di tabrak mas." Kata salah satu ibu-ibu di sana yang membantu.


"Sayang,apa itu benar?"


"Mungkin karna aku kurang hati-hati." Kata Vania.


"Lain kali lebih hati-hati ya sayang."


"Iya Hubby."




Sedih,gak ada yang mau ngasih aku VOTE 😭😭.



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2