Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
Toni 1


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kebersamaan Lia dan Dimas. Sama seperti Dimas. Toni menjemput Lia sepulang kerja di kediaman Bara.


"Mbak Lia.. Ada yang nyari mbak Lia di depan" ucap Ayu saat menghampiri Lia.


"Siapa mbak? mas Toni bukan?"


"Gak tahu mbak. Orangnya tinggi, tampan, sedikit brewokan dan pokoknya guanteng." jelas Ayu


"Tapi playboy cap kucing garong. Itu mas Toni." ucap Lia.


"Andai aku bisa seperti mbak Lia betapa bahagianya aku."


"Kalau mbak Ayu mau kita tukeran saja. Mbak Ayu jadi saya."


"Husss mbak Lia ngaco, mana bisa begitu. Sudah sana temuin pria berusia brewok itu, kasian kalau nunggu lama."


"Ia... mbak,"


Lia pun turun menghampiri Toni yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati kopi yang di buatkan bibi.


"Maaf mas menunggu agak lama." ucap Lia sambil duduk di dekat Toni.


"Gak masalah. Kalau sudah siap ayo kita pergi, aku gak mau menghabiskan banyak waktu yang sia-sia." Ucap Toni.


Lia pun bisa pergi kembali kali ini bersama Toni. Toni membawa Lia ke istananya yang besar dan begitu banyak gadis muda yang bekerja sebagai pelayan. Tak hanya itu semua pelayannya berpakaian sangat minim.


Lia hanya melongo melihat semua wanita seperti seorang P. yang siap melayani. Lia merasa risih bahkan ada gadis yang masih sangat muda sudah bekerja dengan Toni.


"Kenapa sayang, kamu heran dengan mereka?"


"Mas, aku gak mau tinggal di sini terlalu risih dan membuat mataku tak nyaman."


"Agap saja mereka gak ada. dan hanya aku di sini."


Seorang wanita muda mungkin usianya masih belasan datang menghampiri.

__ADS_1


"Tuan makan malam sudah siap. dan kamar nona juga sudah siap." ucap gadis itu.


"Eeeemmmm" jawab singkat Toni " Ayo sayang kita makan malam dulu setelah itu baru kita ngobrol lagi, anggap aja dua hari bersamaku sebagai awal perkenalan kita kembali."


"Iya mas. Banyak sekali yang ingin Alia tanyakan."


Di banding dengan Dimas dan Bara, Anton orangnya lebih royal ya walaupun, Toni ngomongnya selalu blak-blakan sesuka hatinya dan suka jajan bakwan. Tapi ada sisi lain yang selalu Alia kagumi semenjak kenal buat dengan Toni.


"Makan yang banyak, kalau perlu nambah lagi biar badannya berisi kembali sehabis sakit." ucap Toni.


"Ini aja sudah kenyang mas, mana muat perut Lia makan banyak." ucap Lia sambil menyelesaikan beberapa suap lagi.


Setelah selesai makan malam Lia memilih nonton tv karena Toni sedang kenyelesaikan pekerjaan yang belum beres.


Saat sedang asik nonton tv tiba-tiba saja Toni merebahkan kepalanya di pangkuan Lia. Membuat Lia sedikit terkejut.


"Nonton apa yank?" tanya Toni


"Ini sedang nonton drama. Mas dah selesai kerjaannya?"


"Belum, tinggal dikit mas sudah gak konsentrasi. Lanjut besok aja."


"Yayang pasti penasaran, kenapa mas mempekerjakan gadis- gadis itu di rumah mas."


"Aku sudah tahu, paling biar bisa dipakai dan gratis iya kan." jawab asal Lia


"Ihhh sayang nie terlalu negatif menilai mas."


"Terus......"


"Mas gak pernah mencicipi mereka. Mas malah menyelamatkan mereka dari perdagangan manusia. Mas menampung mereka dan memberikan pekerjaan buat mereka. Mas sudah mendapatkan izin untuk menampung mereka sementara sampai mereka mendapatkan uang yang cukup untuk mereka kembali kekampung masing-masih. Yayang tahu sendiri kan mas gak mau mengeluarkan uang tanpa mereka bersusah payah merasa beratnya mencari uang."


"Mas ini memang seorang dermawan, tapi kenapa mas harus menyuruh mereka memakai pakaian minim, gak baik mas buat yang masih remaja."


"Mas suka melihat yang seksi. Jadi jangan larang peraturan mas oke."

__ADS_1


"Terserah mas, lia gak mau ikut campur dengan pribadi mas. Yang Lia mau selama taruhan ini berlangsung lia harap mas bisa berhenti jajan dan lebih baik manfaatkan waktu untuk hal yang positif yang selalu mas jalankan."


"Ia bawel, selama kamu mau bersamaku. Mas akan berusaha menahannya."


"Yang, gimana menghabiskan waktu bersama mereka. menyenangkan gak?"


"Mas kepo, Lia gak mau ngasih tahu."


Toni adalah pria biasa sama seperti pria normal lainnya, hanya saja kehidupan masa lalunya membuatnya dan menjadikannya tak seperti pria lain.


Dia bekerja keras dari nol sampai sukses tanpa bantuan orang tua. Toni ingin menjadi orang sukses dan menolong orang- orang yang kurang mampu. Toni sudah merasakan saat dirinya berusia 12 tahun dirinya di usir oleh ibu kandungnya bersama ayahnya yang lumpuh.


Bertahun- tahun Toni bersama ayahnnya bertahan hidup dengan meminta-minta dan tak jarang orang memberikan makanan dengan iklas.


Hingga saat ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya dan berpesan pada Toni, nanti saat Toni sukses toni harus bisa membantu orang lain yang kesusahan dan meminta Toni untuk memaafkan ibu kandungnya yang khilaf.


Dari situlah Toni, berjuang siang dan malam selama bertahun-tahun hingga dirinya sukses dan tak lupa dengan amanat ayahnya namun satu hal yang tak bisa ia lakukan yaitu memaafkan ibunya hingga dia melampiaskan kebenciannya dengan mempermainkan wanita bahkan menikmatinya termasuk Lia korbannya.


Saat Toni cerita panjang lebar tak tahu bahwa Lia sudah tertidur.


"Dasar Lia. mas sudah cerita panjang lebar malah di tinggal tidur. Lia kamu memang wanita luar biasa, kamu beda dengan wanita lain yang hanya silau dengan harta, tapi kamu beda sikapmu tulus dari hati. Maaf jika aku memaksakan keinginanku yang melukai hatimu. Tapi aku lakukan itu karena aku sayang sama kamu dan gak mau kehilangan kamu." Toni pun mengecup kening Lia dan mengangkat tubuhnya dan membaringkan tubuh lia di ranjang.


"Selamat malam sayang semoga mimpi indah." ucap Toni dan keluar meninggalkan Lia yang sudah terlelap tidur.


Di sisi lain Bara yang masih ada di luar kota sedang memandangi foto Lia bersama Alfin.


"Mungkinkah kamu punya rasa seperti rasa yang ku miliki. Kamu wanita yang berbeda Lia. Kamu sangat spesial dimataku dan juga Alfin. Aku harap suatu saat kamu mau menjadi ibu sambung Alfin." ucap Bara dalam hati sambil memikirkan saat Sedang bersama Lia.


Sama halnya dengan Dimas yang sedang membayangkan kebersamaan saat bersama lia.


"Kamu sedang ngapain Lia bersama denganya. Aku sudah tak sabar bersama dengan kamu lagi." gumam Dimas


Sedangkan Toni menghabiskan waktu dengan menikmati minuman beralkohol di mini bar di dalam rumahnya di temani beberapa pelayan wanita.


"Tolong kalian perlakukan calon istri saya seperti ratu aku ingin selama dia bersamaku dia tak kekurangan apapun mengerti kalian."

__ADS_1


"Kami mengerti tuan. kami akan memperlakukan calon tuan seperti ratu kami."


"Bagus kalau kalian paham, aku gak ingin lia sampai mengeluh dengan pelayanan kalian, jika itu terjadi akan aku potong gaji kalian"


__ADS_2