Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
S2-7


__ADS_3

Alia segera bergegas bersama Mira menuju ke area restoran hotel untuk bertemu dengan klien yang sudah datang.


"Maafkan saya sedikit terlambat." ucap Alia dan langsung duduk.


"Tidak papa, aku masih sabar untuk menunggu." Lia langsung menatap kliennya yang suaranya sangat tak asing di telinga.


"M-mas Rian!" Ucap Lia dalam keterkejutannya saat mendapati kliennya ternyata adalah mantan suaminya sendiri.


"Iya aku, yang akan menanamkan saham di hotel milikmu. Silahkan duduk." Sapa Rian dengan tersenyum, membuat hati Lia kembali di landa ketakutan.


"Kita mulai saja, pembasahan nya agar segera selesai." titah Rian yang tengah duduk dengan santainya.


"B-Baik tuan. Kita akan segera mulainya sekarang." Jawab Mira.


Keduanya pun membahas kerjasama yang di tawarkan Cristal dan Rian pun,. sepertinya sepakat untuk bekerja sama, mengembangkan hotel.


"Kalian bisa pergi duluan, saya dah nona Alia ingin bicara empat mata." ucap Rian mengusir sekertaris kedua sekertaris.

__ADS_1


"Mira, kamu pergi duluan." Lia pun ngulang ucap Rian pada sekertaris-nya.


"Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu."


Kini mereka hanya tinggal berdua, Lia nampak canggung. Ingin rasanya Lia lari sejauh yang ia bisa, tapi kakinya tak mampu untuk melangkah walaupun hanya sejengkal.


"Ada apa lagi Mas?" tanya Lia.


"Jangan buru-buru, aku hanya ingin bersamamu saja, menikmati makan siang bersama. Apa kamu ingat. Dulu untuk pergi ke restoran saja hanya bisa kita lakukan sebulan hanya sekali. Apa kamu ingat?" Lia hanya mengangguk.


"Dulu, kita hidup dalam keadaan pas-pasan tapi sangat bahagia, ditambah lagi saat kamu di nyatakan positif hamil, kebahagiaan berlipat ganda rasanya. Saat aku bangun dari koma, aku pikir semuanya akan sama seperti yang dulu. Tapi ternyata aku salah. Yang aku rasakan istriku menjadi orang asing." imbuh Rian membuat Lia benar-benar


"Tidak, aku tidak pernah menceraikan kamu. Aku meninggalkan kamu karena aku koma, bukan kesengajaan. Jadi kamu itu masih tetap istriku paham."


"Tidak mas, tidak bisa."


"Kenapa Lia, kenapa kamu tidak mau kembali tinggal bersamaku. Aku masih suamimu."

__ADS_1


"Aku- aku sudah menceraikan kamu mas, cerai mati. hiks...hiks..." jelas Lia di sela Isak tangisnya.


Braakkk...


"Tidak bisa, aku tidak terima kamu menceraikan aku." Bentak Rian, tak perduli jika pengunjung lainnya menoleh ke arah Rian.


Rian pun menarik Lia dan membawanya pergi, dengan paksa.


"Mas lepaskan aku. Mas mau bawa aku kemana?" tanya Lia sembari berusaha melepas tangannya dari cengkeraman Rian yang berusaha terus menariknya.


"Tidak aku tidak akan melepaskan kamu lagi, mulai sekarang. Aku ingin tau siapa yang sudah mengambil kamu dari aku." Rian membawa Lia pergi dari hotel Sekar menuju apartemen miliknya yang sudah siapkan sebelumnya.


Rian pun menarik tubuh Lia masuk kedalam apartemen milik Rian. Lia benar-benar ketakutan dangan pria yang ada didepannya, yang sangat berbeda, sangat kasar sekali padanya. Padahal dulu Rian tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar di Depan istrinya.


Lia bersimpuh di kaki Rian dengan Isak tangisnya dan kondisi tubuhnya yang berantakan.


"Mas aku mohon lepaskan aku. Sekarang semuanya sudah berbeda, aku bukan lagi istrimu mas, aku sudah menjadi istri mas Bara sekarang. Lepaskan aku mas."

__ADS_1


"Bara... jadi kamu menikah lagi dengan Bara brengsek itu. Tak akan aku biarkan kalian bahagia. Aku akan pastikan kamu akan kembali jadi milikku secepatnya." ucap Rian dengan kesal.


__ADS_2