
Sesampainya di rumah. Lia lebih dulu turun dan segera masuk duluan.
"Bara, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya pada Lia?" tanya Akas yang merasa penasaran dengan keputusan yang akan di ambil Bara.
"Entahlah, biar aku pikirkan dulu. Aku gak mau salah langkah dalam mengambil keputusan besar ini. Tapi bagaimanapun juga aku harus bertanggung jawab atas hidupnya Lia."
"Semoga keputusan yang kamu ambil itu keputusan yang terbaik." Akas penepuk pundak Bara lalu meninggalkannya.
Di kamar Lia sedang membayangkan wajah putranya yang lucu seperti Alfin. Ingin hati Lia bisa bertemu dan segera memeluk dan mencium putra kandungannya yang sejak lahir tak pernah ia temui.
"Nak kapan kita bisa bertemu, mama rindu ingin memelukmu." Tangis Lia tak tertahan menumpahkan semua kesedihan yang ia rasakan. Butuh kekuatan yang besar untuk menerima kenyataan pahit saat tahu orang di sekitarnya yang tega memisahkan anak dari ibu kandungnya.
Bara sendiri melemparkan tubuhnya di ranjang. mengingat-ingat foto yang ia lihat saat itu.
"Apa semua ini takdir atau apa, kenapa dia? tak pernah terlintas di pikiranku bahwa aku telah membuatnya menderita. Apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus menikahinya menggantikan suaminya yang meninggal atau bagaimana? Tuhan tunjukkan jalan keluar bagiku tak mungkin aku jujur padanya aku belum siap kehilangannya." Bara mulai frustasi akan masalah yang ia hadapi. Bara melemparkan bantal yang ada di atas ranjang ke segala arah.
Setelah puas melampiaskan diri, ia keluar kamar menuju mini bar untuk menenangkan pikiran. Namun siapa sangka ada sosok yang tak pernah masuk keruangan itu sudah ada di situ dan mulai mabuk.
"Apa yang kamu lakukan di sini, ini bukan tempatmu." Bara menghampiri Lia yang sudah mulai mabuk.
"Aku hanya ingin mencicipinya, aku ingin merasakan ketenangan. Aku lelah menjalani hidup begini, aku sudah tidak kuat. Orang-orang sekitarku tega menyakitiku" Lia mulai ngaco dengan pembicaraannya.
"Sudah Lia, hentikan minum ini, ayo aku antar kamu kembali ke kamar."
"Tidak, aku mau disini aku merasa tenang. kemarilah temani aku minum aku butuh teman." Bara pun duduk di samping Lia dan menuang alkohol di dalam gelas dan meminumnya.
"Hai Bara, apa kamu mencintaiku?"
"Apa maksudmu mengatakan itu."
"Jawab aku, jika kamu mencintai aku kenapa tak kau nikahi aku,aku lelah dan aku sudah bosan hidup seperti ini. aku butuh teman hidup yang bisa membimbingku dan memegang tanganku saat aku jatuh. Saat ini aku benar-benar ingin jatuh ke dalam jurang." oceh Lia semakin tak karuan
__ADS_1
"Kita bicara nanti, ayo kembali kekamar mu." Bara membopong tubuh Lia dan membawanya ke kamarnya.
"Apa yang terjadi padamu . Sebelumnya kamu tak pernah sampai mabuk begini. Jika itu masalah anakmu aku kan membantumu untuk mendapatkan hakmu Karena aku juga harus bertanggung jawab atas apa yang menimpamu."
Bara meletakkan tubuh Lia di ranjang namun Lia melingkarkan tangannya di leher Bara dan tak mau melepaskan.
"Lepaskan tanganmu Lia dari leherku."
"Jangan pergi mas, jangan tinggalkan Lia sendiri." Lia menitikkan air mata yang membasahi pipinya.
Bara menahan tubuhnya yang tak dapat bergerak karena ditahan Lia. Bara pun tak dapat menghindar saat dirinya begitu dekat dengan wajah Lia. Nafas mereka saling beradu.
"Lia lepaskan aku, jangan buat aku khilaf. aku gak mau melakukan itu padamu."
Lia pun mengendorkan tangannya dan bisa membuat Bara menjauh dari tubuh Lia. Barapun menyelimuti tubuh Lia yang mulai terlelap tidur.
"Jangan di ulangi lagi, atau aku bisa khilaf padamu." Bara mengusap pucuk rambut Lia dan meninggalkannya.
Bara kembali ke ruangan mini bar, di sana dia terus memikirkan ucapan Lia yang memintanya untuk menikahinya.
Iya itu foto Alia dan putranya yang pagi tadi baru di lihat Bara. Siapa yang menyangka, jika wanita yang menjadi ibu ASI untuk Alfin adalah wanita yang secara tidak sengaja menjadi korban atas ke egoisannya.
Akhirnya Bara tertidur dalam dunianya yang berkecamuk dengan rasa bersalah dan juga bingung.
________
Pagi harinya semua penghuni rumah bangun siang. Lia yang baru bangun merasakan sakit di kepalanya dan perutnya mual, akibat efek alkohol yang dia konsumsi sebelumnya.
"Ahhh sakit sekali kepalaku dan perutku terasa mual. apa yang terjadi padaku."
Di bawah Akas dan Bara sedang menikmati sarapan.
__ADS_1
"Ayu, coba periksa Lia di kamarnya aku takut dia kenapa-kenapa setelah efek alkoholnya hilang." perintah Bara
"Apa .... Lia habis minum. Apa benar yang kamu katakan, aku tak pernah melihatnya datang ke ruangan itu."
"Aku juga kaget tadi malam, saat aku melihatnya dia sudah mabuk berat. aku takutkan dia kenapa-kenapa Karena tak terbiasa minum alkohol."
"Pasti dia pusing dan Mual tu di kamar. Biar aku suruh bibi antarkan susu pada Lia biar dia agak enakan."
"Gak usah biar aku aja yang bawakan. Aku ingin melihat ke adaannya."
"Ya terserah, buruan sana kasian tu Lia."
Dengan menggunakan tangannya sendiri, bara membuatkan susu buat Lia dan segera membawanya ke kamar Lia.
"Giman keadaanmu?" tanya Bara dan meletakkan satu gelas susu di atas meja. Ayu pun turun meninggalkan mereka berdua.
"Apa yang terjadi padaku? apa aku mabuk."
"Dasar bodoh, siapa yang menyuruhmu minum alkohol yang kamu sendiri tak terbiasa."
"Kenapa sih mas Bara selalu ngatai Lia bodoh. memangnya Lia ini bodoh banget apa."
"Minum susunya dulu, baru aku kasih tahu kenapa kamu itu sangat bodoh."
"Gak mau, Sudah ku katakan dari dulu aku gak bisa minum susu, yang ada aku bisa muntah-muntah lagi."
"Baiklah, Sepertinya aku kan melakukan keinginanmu yang kau katakan tadi malam, maka bersiap-siaplah jika kamu menolak, aku akan tetap memaksamu demi ke baikanmu." Bara pun beranjak pergi meninggalkan Lia.
"Memangnya aku mengatakan apa dan apa yang aku inginkan. katakan padaku jangan buat aku mati penasaran dengan ucapanmu." Lia pun berteriak saat dirinya di acuhkan oleh Bara.
"Apa yang aku katakan dalam keadaan mabuk. Lia bodohnya kamu kenapa kamu sampai berani mabuk. Dan apa yang kau katakan sampai mas Bara mengatakan itu." Lia memarahi diri sendiri yang sudah menjadi wanita bodoh.
__ADS_1
MAKASIH YANG SUDAH BERKENAN MAMPIR BUAT BACA. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. LIKE, VOTE, HADIAH KOMENTAR DAN JUGA DI FAVORITKAN.
AKAN ADA KEJUTAN- KEJUTAN TERBARU YANG BIKIN PENASARAN. SELALU SETIA MENUNGGU.🆙🆙🆙