Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
Datang tiba-tiba


__ADS_3

Masalah satu belum selesai masalah lain muncul tiba-tiba menghampiri kehidupan bara dan Lia.


"Tuan ada yang mencari anda dan sekarang ada di ruang tamu." ucap salah satu pelayan saat Bara baru saja turun dari kamar Lia.


"Siapa bi, siapa tamu yang tak tahu waktu?"


"Seorang wanita tuan, dia menunggu anda di ruang tamu." jelas seorang pelayan dan kembali berkerja.


Bara pun menghampiri wanita itu. Seorang wanita yang mengenakan rok mini dan pakaian terbuka sedang menghadap keluar.


"Siapa anda, pagi-pagi bertamu di rumah saya?" tanya Bara yang merasa terganggu dengan kedatangannya.


"Kekuatan. . . ." wanita itu membalikan badannya dan tersenyum lalu berjalan menghampiri Bara.


"Aku merindukanmu." wanita itu memeluk Bara.


"Lepaskan aku, untuk apa kamu datang ke rumahku, kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi, sejak keluargamu menolak lamaranku." Bara mendorong tubuh Bunga agar menjauh darinya.


"Aku masih mencintaimu, maafkan kesalahanku yang tak bisa melawan orang tuaku demi cinta kita. tapi aku masih sangat-sangat mencintaimu, maukah kamu memaafkan aku." Bunga mencoba membujuk Bara agar mau menerima dirinya lagi.


"Tapi aku sudah tak mencintaimu, namamu sudah hilang di dalam hatiku."


"Apakah sudah ada wanita lain di hatimu? hingga semudah itu kau melupakan cinta yang sudah lama kita bina."


"Ya. . . sudah ada wanita lain di hatiku yang bisa menggantikan posisi dirimu yang telah mengecewakan aku." bentak Bara yang mulai kesal.


"Berikan aku kesempatan, sayang aku gak bisa hidup tanpamu. Selama aku pergi aku selalu merindukanmu. Aku mohon beri aku kesempatan." Bunga menangis dan berlutut di hadapan Bara.


Lia mendengar keributan di lantai bawah, menjadi penasaran dan dirinya pun keluar untuk mencari tahu. Walaupun kepalanya masih terasa pusing, namun rasa penasarannya lebih kuat membuatnya terus melangkah menuruni anak tangga.


"Akas ada keributan apa di ruang tamu?" tanya Lia pada Akas yang sedang bersiap untuk ke kantor.


"Oh. . . Mantan pacar Bara datang. Aku berangkat dulu Lia sudah siang."

__ADS_1


"Oh. . . iya hati-hati Akas, selamat pagi." Akas hanya melambaikan tangan pada Lia lalu pergi melewati pertengkaran yang sedang terjadi.


"Aku berangkat duluan, kalau sudah selesai lekas ke kantor." ucap Akas dengan santai seolah dialah bosnya.


Lia yang masih penasaran menghampiri keberadaan Bara. Namun betapa terkejutnya Lia saat yang ia lihat adalah Bunga. Spontan Lia menyebut nama bunga yang membuat Bara dan Bunga menoleh padanya.


"Bunga. . . ."


"Lia. . . ." bunga kaget dengan keberadaan Lia di rumah Bara. Segera saja dia berdiri dan menghapus air matanya.


"Apa yang kamu lakukan di sini Lia? tanya Bunga seraya mengintimidasi Lia dengan pertanyan singkatnya.


"Aku. . .aku. . ." Lia tak dapat berkata apa-apa.


"Jangan kamu mengganggu Lia, dia wanita yang sudah menggantikan posisimu di hatiku dan sebentar lagi kami akan menikah." ucap Bara dan berjalan menghampiri Lia yang masih mematung.


"Benarkan sayang." Bara meraih pundak Lia dan sedikit meremasnya memberikan kode.


"Apa benar itu Lia?" Bunga syok mendengar ucapan Bara barusan.


"Dasar wanita si*lan. Kamu selalu membuat sial dalam kehidupan keluargaku, kau sudah mengambil mas Rian dari kami hingga mas Rian meninggal dan sekarang kau mau mengambil Pria pujaanku. Kau benar-benar harus diberi pelajaran dasar wanita penggoda." Bunga mengangkat tangannya dan ingin menampar Lia. Dengan sigap Lia menangkap pergelangan tangan bunga dan meremasnya dengan kuat.


"Lepaskan tanganku, wanita si*lan." Lia menghempaskan tangan Bunga saat itu juga membuat bunga kesakitan dan memegangi pergelangan tangannya sendiri.


"Cukup Bunga dengan semua ocehanmu itu, aku bukanlah wanita seperti itu, jangan menyalakan apa yang sudah terjadi. Dan ingat kita sudah tak ada ikatan apa-apa setelah aku tahu semua kelicikan yang di lakukan oleh keluargamu padaku."


"Apa maksudmu membawa-bawa keluarga ku, bukannya kamu yang malah yang menghancurkan keluarga kami sampai mas Rian terhasut oleh rayuan manismu."


"Cukup Bunga dengan hinaanmu, lebih baik kamu pergi, mas Bara juga gak mau kamu ada di sini. Cepat pergi." bentak Lia sambil menunjuk arah keluar mengusir Bunga.


"Lebih baik kamu pulang Bunga,jangan membuat masalah lebih panjang lagi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Jadi lebih baik kamu keluar baik-baik atau satpam yang akan menyeretmu." ucap Bara


"Awas kamu Lia, aku tak akan tinggal diam, aku sudah kalah sekali dan tak akan terulang kembali, aku pastikan Mas Bara akan menjadi milikku. Dan kamu mas Bara, persiapkan dirimu untuk menjadi milikku seutuhnya." Bunga pun pergi meninggalkan kediaman Bara

__ADS_1


Lia terduduk seketika, setelah syok dengan apa yang barusan terjadi, perasaannya campur aduk di tambah kepalanya yang masih pusing karena alkohol membuat tubuh Lia tak mampu lagi bertahan dan membuatnya pingsan. Dengan sigap Bara menahan tubuh Lia yang hampir jatuh ke lantai.


"Lia sadar. . . Lia..." Bara mencoba menyadarkan Lia dan mengguncang tubuhnya namun tak ada respon dari Lia. Bara pun membawa kembali tubuh Lia di kamarnya dan meminta pelayan menghubungi dokter untuk memeriksa Lia.


Tak lama kemudian, dokter yang di panggil pun datang dan segera memeriksa Lia. yang belum sadar juga. Bara mondar-mandir merasa kuatir.


"Bagaimana keadaan Lia dok?" tanya Bara


"Gak usah kuatir, dia hanya kelelahan saja mungkin sedikit stress. Ini ada beberapa resep obat bisa di tebus di apotik. Dan untuk beberapa hari ini jangan buat dia berfikir terlalu keras dan suruh banyak-banyak istirahat."


"Baiklah dok, terimakasih atas sarannya."


"Kalau begitu saya permisi dulu, biarkan dia istirahat dulu." Bara pun mengangguk dan mengantarkan dokter itu keluar.


Bara meminta supir membelikan obat sesuai resep yang di berikan dokter dan kemudian Bara menghubungi Akas karena dirinya tak bisa ke kantor dan memintanya menghendel pekerjaan kantor hari ini.


Tak lupa juga Bara meminta pelayan membuatkan sup, untuk Lia. Bara ikut merasa bersalah atas apa yang menimpa Lia dan juga kejadian pagi ini.


Karena tak jadi ke kantor, Bara Memilih menghabiskan waktunya dengan berenang yang bisa membuatnya lebih rilex dan melupakan sejenak Semua masalah yang ada.


Bunga yang begitu kesal, pulang kerumah dengan marah-marah. Mamanya yang melihat segera menegur putri kesayangannya itu.


"Kenapa sayang, pulang dari rumah Bara kok malah marah-marah, gimana Bara mau balikan gak.?"


Bunga malah menagis dan memeluk mamanya. "Semuanya hancur ma, gak ada kesempatan lagi buat Bunga, dia mau menikahi wanita si*lan itu ma" Bunga terisak-isak menangis sambil menjelaskan pada mamanya.


"Siapa maksudmu wanita si*lan itu?"


"Lia mama. . . Alia mantan menantu mama, Sekarang dia merebut mas Bara dari bunga." mendengar nama bara membuat mamanya merasa geram dan menahan emosi yang seketika itu ingin meluap.


TERIMAKASIH SUDAH MAU MAMPIR MEMBACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE, HADIAH, KOMENTAR, FAVORIT DI TUNGGU YA.


__ADS_1


Alfin


__ADS_2