
Lia duduk di sisi ranjang tempat Sata terbaring dan tengah menyuapinya makan. Tiba-tiba Bara muncul dari balik pintu dan menghampiri Lia dan juga Sata.
Lia segera bangkit berdiri dan melangkah menuju Bara,"Mas bara? kenapa mas masuk kesini, kan sudah Lia bilang belum tepat waktunya." ucap Lia dengan pelan, saat yang menghampiri Bara.
"Aku gak bisa terus menerus bersembunyi,
bagaimanapun juga papamu harus tahu kalau kita sudah menikah." ucap Bara di hadapan Sata.
Bara menghampiri Sata yang terbaring dan tak bisa berbuat apa-apa. "Papa mertua yang terhormat, gak usah berpura-pura lagi, aku tahu kalau anda hanya berpura-pura sakit hanya untuk mencari perhatian dari putri anda. Aku tak percaya seorang Sata Halilintar melakukan permainan seperti ini hanya untuk mencari perhatian yang gak pernah didapatkan." Ucap Bara di depan mertuanya yang di anggap pura-pura sakit itu.
"Apa maksud mas? kenapa mas berkata demikian pada papa?" ucap Lia yang sedikit emosi.
Bara mengambil sesuatu dari dalam sakunya dan memberikannya Surat keterangan dari rumah sakit kepada Lia. Dengan segera Lia membuka dan membaca isi dari kertas yang diberikan Bara.
"Papa... apa ini semua benar? papa hanya berpura-pura saja." tanya Lia yang syok dan melebarkan bola matanya.
Sata yang sudah ketahuan pun akhirnya mengakuinya dengan cara ia duduk dan bangkit berdiri seorang diri.
"Iya, aku memang pura-pura sakit karena aku gak mau, kamu berhubungan lagi dengan pria ini. Apa kamu sadar Lia bukan papa saja yang berbohong padamu? Apa kau lihat laki-laki yang kamu nikahi dan yang kamu perjuangkan hingga memalukan nama besar keluarga, dia juga menyembunyikan rahasia dari kamu."
"Apa maksud papa? jangan buat Lia bingung."
__ADS_1
"Apa kamu tahu, Bara ini adalah dalang dari terjadinya kecelakaan yang kamu dan Rian suamimu, Benar kan itu bara?" Sata menatap Bara dengan sinis.
Jantung Lia seakan berhenti seketika. Saat orang-orang di dekatnya tega membohongi dirinya, tanpa memikirkan perasan dirinya.
"Gak mungkin..., gak mungkin mas Bara ada di balik semua ini." Lia menatap Bara yang terdiam.
"Katakan padaku mas... apa semua yang dikatakan papa benar? kenapa mas tega menyembunyikannya dari ku?" Lia mengguncang tubuh Bara, dan air mata tak dapat di bendung lagi, diamnya Bara memberikan jawaban pasti.
Ia pun langsung pingsan tak mampu menerima kenyataan yang baru saja ia terima.
****
"Kenapa mas tak pernah jujur dari awal, kenapa mas harus berbohong. Aku benci mas Bara." ucap Lia menahan emosinya.
"Maaf, aku memang salah, dari awal tak jujur padamu, aku lakukan ini semua karena aku gak ingin kamu mengingat masa laluku. Berikan aku kesempatan sekali lagi Lia, Aku janji tak akan mengulangi kesalahan lagi." Bujuk Bara.
"Mungkin mulutku bisa berkata memaafkan mu mas Bara, tapi hati ini butuh waktu." saut Lia.
"Mas paham. Bisakah kita mulai semuanya dari awal, kita pulang dan kita perbaiki semuanya."
"Lebih baik kamu tetap di sini dan tinggalkan suamimu! masih banyak laki-laki yang lebih baik dari dia." ucap Sata yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Lia.
__ADS_1
"Cukup pa! cukup papa ikut campur. Aku sudah kecewa dengan papa, selama ini Aku kira papa sudah berubah, tapi nyatanya semuanya tetap sama. Aku muak pa! aku muak hidup dalam kebohongan, Aku gak bisa terus begini." jawab Lia setengah berteriak yang menunjukkan emosi yang meledak.
"Dan kamu mas, aku gak bisa menjalani hubungan dengan seorang pembohong seperti dirimu mas, lebih baik ceraikan aku, kita jalani hidup masing-masing." ucap Lia dengan penuh emosi, merasa sakit hati.
"Tidak, aku tidak akan pernah berpisah denganmu dan aku tak akan pernah menceraikan kamu, aku sudah berjanji akan bertanggung jawab dengan semua kesalahan yang aku perbuat." jawab Bara dengan tenang, tak ingin memperkeruh suasana.
"Kamu boleh membenciku, kamu boleh melakukan apapun terhadapku, tapi please jangan meminta ku untuk menceraikan mu karena aku tidak mau."imbuh Bara, membuat Lia terdiam tak dapat berkata-kata lagi.
Lia pun akhirnya memutuskan untuk kembali bersama Bara, jika bukan karena Alvin dan juga Rehan Lia tak ingin tinggal satu atap.
Sata tak bisa mencegah keputusan Lia untuk pergi meninggalkan dirinya. Selama perjalanan kembali Lia dan Bara tak saling bicara, Lia tampak sangat membenci Bara. Bukan tanpa sebab Lia menjadi sangat membenci Bara. Karena semenjak kecelakaan itu, ia tak bisa lagi memiliki anak lagi.
Bara hanya memandang wajah Lia yang nampak pucat, ia tak bisa lagi menyentuh ataupun mencium istrinya sendiri.
"Mungkin ini adalah karma atas perbuatan ku yang tanpa sengaja sudah menghilangkan nyawa seseorang." gumam Bara.
Season 1 selesai ya, akan lanjut season 2, dengan nuansa baru dan beberapa pemain pendatang.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Perjuangan Bara mempertahankan hubungannya atas kebencian Alia terhadap dirinya.
To be continued ☺️
__ADS_1