Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
Jangan remehkan


__ADS_3

Setelah selesai mandi Lisa pun segera keluar, dan tanpa sengaja menabrak tubuh Bara yang telanjang dada dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Apa yang tuan lakukan di sini, Apa gak tahu saya sedang mandi."


Bara yang masih saja di hadapannya, berlahan menghampiri Lisa dan membuat Lisa melangkah mundur masuk lagi ke dalam kamar mandi.


"Tuan, apa yang mau anda lakukan lagi, saya bisa teriak-teriak biar yang lain tahu." ucap Lisa sambil terus mundur hingga mentok sampai ke dinding.


"Teriak saja, bukannya kamu yang akan malu. Dan mereka mengira kamulah yang sudah menggodaku." saut Bara dan mendekatkan wajahnya pada Lisa.


"Minggir tuan, saya mau keluar, saya sudah selesai mandi." Lisa berusaha mendorong tubuh Bara yang sangat dekat dengannya. Namun usaha Lisa tak dapat membuat Bara bergerak dari posisinya dan malah menyalakan kembali shower yang berada tepat di atas mereka.


Air yang turun membasahi tubuh Lisa dan Bara,


"Kau tak dapat menghindar dariku lagi" ucap Bara sambil memegang dagu Lisa.


"Apa maksudmu tuan aku tidak paham, Bukannya di sini yang harus berkata seperti itu adalah aku. Tuan tidak bisa menghindar dari apa yang tuan lakukan pada saya dan tuan harus bertanggung jawab atas perbuatan tuan."


"Jangan pura-pura lagi, aku sudah tahu semuanya, tapi aku tak akan memaksamu aku akan menunggu sampai kamu mengatakannya sendiri dengan jujur. Jika kamu ingin aku menikahimu baik akan aku kabulkan tapi dengan satu syarat, tidak ada yang boleh tahu tentang tentang pernikahan ini bahkan seluruh pelayan yang ada di rumah ini. Apa kamu mau nyetujuinya." Bara mendekatkan bibirnya pada bibir seksi Lisa untuk di jelajahi namun dengan rapat Lisa menutup mulutnya hingga Bara hanya dapat menikmati bagian luarnya saja.


Lisa dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Bara dan itu berhasil, Bara mundur beberapa langkah dan bisa membuat Lisa segera menghindar dan keluar dari kamar mandi. Lisa meraih handuk kimono milik Bara dan bergegas keluar dengan mengendap-endap agar tak ada yang melihat dengan keadaannya sekarang.


Sedangkan di kamar mandi Bara kembali mengguyur tubuhnya di bawah shower, ia tersenyum sendiri mengingat tingkah Lisa, yang sejatinya membuatnya bahagia.


_____


Hari ini Bara tak berangkat kerja, ia hanya bermalas-malasan di rumah sambil menikmati hiburan di TV dan menikmati secangkir kopi.

__ADS_1


Lisa menemani Bara, karena itu perintahnya. Ia duduk berjauhan dengan Bara walaupun masih dalam satu sofa.


Lisa terlihat salah tingkah sendiri saat berada di dekat Bara, yang terus saja memperhatikan setiap gerakan Lisa.


"Kenapa aku jadi begini, aku jadi grogi setiap mas Bara menatapku. Tatapannya yang tajam seakan menembus jantungku dan membuatnya berdetak tak beraturan."


Ayu datang menghampiri Bara dan membawa Alfin yang menangis memangil papanya. Bara yang sudah bisa menyayangi Alfin dengan tulus. Kebenciannya pada Sofia sudah ia kubur dalam-dalam dan tak membawanya dalam kehidupan Alfin.


"Papa.." panggil Alfin yang sudah berhenti menangis saat Bara mengambil tubuh mungil itu dari gendongan Ayu.


Mata Lisa berkaca-kaca melihat anak dan ayah yang semakin dekat. Begitu bahagianya Lisa bisa melihat secara langsung orang yang ia cintai nampak bahagia.


Bel rumah pun berbunyi, entah siapa yang datang bertamu. Beberapa kali bel di tekan namun tak ada satu pelayan pun yang membuka pintu, mungkin semua sedang sibuk.


"Lisa, lihat siapa tamu yang datang, jika mencariku bilang aku sedang sibuk tidak bisa di ganggu." perintah Bara


"Maaf nona jika mencari tuan, tuan tidak bisa di ganggu, lebih baik anda datang lain kali." ucap Lisa sambil menghadang Bunga.


"Awas minggir, gak mungkin Mas Bara mengusirku, aku ini calon istrinya jadi cepat minggir atau aku laporkan ulahmu biar mas Bara cepat memecatmu.


"Sudah saya katakan, ini perintah langsung dari tuan Bara. Anda di sini adalah tamu bukan nyonya pemilik rumah, jadi harap silahkan anda pulang atau saya panggilkan scurity untuk mengusir Anda."


"Tutup mulut mu Lisa, beraninya kamu bicara seperti itu pada calon Istri Tuan Bara." ucap Ayu yang membela Bunga.


"Masih calon kan, belum resmi menjadi milik tuan Bara kan. Aku rasa nona ini sebentar lagi akan kecewa dengan impiannya untuk memiliki tuan Bara. Jadi lebih baik mulai turunkan khayalan yang terlalu tinggi itu atau nanti akan terjun bebas ke dasar yang paling dalam." ucap Lisa dengan santainya.


Bunga mengepal kedua tangannya, emosinya memuncak dan dengan segera ia mengangkat tangannya untuk menampar Lisa namun dengan sigap Lisa menepis tangan Bunga.

__ADS_1


"Jangan pernah bermimpi bisa menyakitiku. Sampai kapanpun aku tak akan membiarkan kamu dan kamu bisa bertingkah bebas di rumah ini." Ucap Lisa sambil menunjuk menggunakan jari telunjuknya ke wajah Bunga dan Ayu membuat dahi mereka mengkerut.


Tanpa di sadari mereka, Bara sedari tadi memperhatikan adegan demi adegan yang sedang terjadi di rumahnya. Namun ia hanya membiarkan.


Alfin bertepuk tangan melihat adegan itu walau tak tak mengerti apa yang terjadi.


"Mama. . ." ucap Alfin sambil menunjuk ke arah Lisa.


Berdekatan sengit mereka bertiga pun tak terelakan hingga bunga memilih untuk mundur dan pergi sedangkan Ayu pun memilih pergi meninggalkan Lisa yang masih berdiri di ambang pintu dan melipat kedua tangannya.


"Ternyata diam-diam, Kamu pemberani juga, Bisa mengusir wanita seperti Bunga" ucap Bara yang baru datang dan membuat Lisa kaget.


"Tuan, maaf jika saya melakukan kesalahan, saya hanya menjalankan perintah tuan."


"No problem, Aku suka sikapmu."


"Mama..." panggil Alfin sambil mengangkat kedua tangannya agar Lisa mau menggendongnya.


"Mama... dia bukan mamamu saya." ucap Bara pada Alfin.


"Mama..." ucap Alfin sekali lagi.


"Tuan bolehkah, saya menggendong tuan muda sebentar saja. Sepertinya dia ingin bersama saya sebentar."


"Benarkan?, Alfin sayang apa kamu ingin minta gendong Pelayan ini?" tanya Bara pada Alfin dan Alfin pun mengangguk.


"Baiklah jika kamu mau, bersama pelayan ini." Bara pun memberikan Alfin pada Lisa dan meninggalkannya.

__ADS_1


Bara tersenyum melihat yang terjadi, entah apa yang ada di pikiran Bara sekarang. Bara pun kembali menikmati waktu santainya seorang diri. Sedangkan Lisa sibuk bermain dengan Alfin


__ADS_2