
Setelah menyelesaikan beberapa berkas yang di tandatanganinya, Bara kembali memikirkan dengan sikap Lia yang sangat berbeda.
'Sebenarnya, apa yang terjadi padanya, aku yakin ada sesuatu yang di sembunyikannya dariku' gumam Bara sembari memikirkan sikap Lia yang tak seperti biasanya.
"Bara, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Akas yang tiba-tiba muncul mengagetkan Bara.
"Kau di sini?" tanya Bara.
"Iya, dari tadi aku memanggil kamu, tapi kamu malah melamun, Ada masalah apa sih Bara? cerita dong, siapa tau aku bisa kasih solusi."
Bara pun bangkit berdiri dan berdiri menatap sesuatu di balik dinding kaca.
"Aku merasa, Lia menyembunyikan sesuatu dariku, gak seperti biasanya dia bersikap dingin padaku, dan hari ini tiba-tiba dia minta izin membawa Raihan ke hotel." Jelas Bara.
__ADS_1
"Dia bersikap dingin karena kelelahan itu hal bisa dan masih wajar, tapi kalau tiba-tiba ingin bawa anaknya ke hotel, itu perlu di curigai. Setau aku Lia tidak pernah membawa Raihan ataupun Alfin keluar rumah tanpa dirimu." jawab Akas.
"Itu yang jadi pertanyaannya Akas, apa yang harus aku lakukan, jika aku bertanya langsung, aku takut dia akan tersinggung. Tapi jika tidak, aku yang akan di landa rasa penasaran, Apa yang harus aku lakukan Akas, kamu kan sahabatku, beri aku Solusinya.
"Sepertinya masalahmu itu tidak ada solusi yang lain kecuali kamu tetap harus ke sana untuk memastikannya." ucap Akas.
"Baiklah kalau begitu aku Kana segera kesana." Bara segera mengambil ponsel dan juga kunci mobil dan bergegas pergi ke hotel Sekar.
Sebelum ke hotel, Bara pun menyempatkan membeli buket bunga untuk istrinya Juga sedikit hadiah kejutan untuknya. Sepanjang perjalanan, Bara memikirkan apa ekspresi yang akan di berikan Lia padanya.
Disisi lain, Lia masih saja berdebat dengan Rian yang belum menemukan titik ujungnya.
"Lebih baik kamu keluar mas, jangan ganggu aku lagi, aku sudah menuruti keinginanmu dengan membawa Raihan kemari, dan sekarang kamu sudah melihatnya kan, Lebih baik kamu pergi." usir Lia untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi, tapi bukan berarti aku tidak bisa datang kemari lagi, untuk menemui kamu ataupun Raihan." Rian pun akhirnya keluar dari kamar hotel yang Lia tempati.
Tak lama bel berbunyi, "Kenapa kamu kembali lagi." teriak Lia saat membuka pintu, ia pun langsung membungkam mulutnya yang hampir saja keceplosan.
"Maksudmu? aku baru saja datang sayang."
"Maafkan aku mas, aku kira mas tadi pelayan yang sudah beberapa kali aku peringatkan untuk tidak terlalu sering datang ke kamar ini." Lia pun mempersilahkan suaminya masuk.
Bara mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang mencurigakan sambil duduk di sisi ranjang, sedangkan Raihan sedang tertidur pulas di atas ranjang.
"Mas, kenapa mas kesini gak bilang-bilang?" tanya Lia mengulanginya.
"Gak papa sayang, aku memang sengaja ingin buat kejutan sama kamu, kan sekarang kita jarang ada waktu berdua. Selain itu aku juga ingin memastikan, apa kamu baik-baik saja bersama Raihan."
__ADS_1
'Untung saja, mas Rian sudah aku usir keluar, jika tidak, entah apa yang akan terjadi padaku.' gumam Lia, dan menghembuskan nafas dengan kasar, ia pun menghampiri Bara dan duduk disampingnya, pura-pura semua baik-baik saja.
to be continued ☺️☺️☺️