Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
Sah


__ADS_3

Tak ada pilihan lain buat Lisa selain terpaksa memakai kebaya itu. Berkali-kali ia bercermin melihat tubuhnya yang berbalut kebaya putih walaupun tanpa make-up.


"Kamu terlihat cantik dan seksi walaupun tanpa make-up, sungguh laki-laki mana yang tak tergoda melihat diriku ini. Tapi maaf cintaku sepertinya sudah nyangka di mas Bara, untuk yang lain sorry sudah tidak bisa daftar." Lisa memuji dirinya sendiri sambil terus tersenyum membayangkan sesuatu.


Tak lama seseorang datang, dia adalah salah satu MUA yang di kirim Bara untuk merias dirinya. Lisa hanya menuruti dan duduk di meja rias sedangkan tangan MUA itu dengan terampil memoles wajah polos Lisa dan di sulapnya menjadi wanita yang sangat cantik.


"Mbak, ini beneran saya? kenapa saya terlihat begitu cantik?" Lisa kembali memuji dirinya sendiri, Lisa yang tak pernah menikmati harta orang tuanya memanjakan diri di rumah kecantikan adalah hal yang tak pernah ia lakukan karena baginya uang yang ia miliki adalah hal berharga yang tak boleh di hambur-hamburkan.


Setelah selesai merias diri, Lisa masih harus menunggu lagi karena waktu yang masih menunjukan pukul 6 petang.


_____


Bara pun ternyata sudah ada di hotel tersebut namun berbeda kamar dan sedang bersiap diri. Akas yang dari awal tak di beritahu merasa terkejut saat Bara mengatakan bahwa dirinya akan menikah siri, karena belum mendapatkan restu calon mertuanya.


"Kamu mau menikah dengan siapa Bara?" tanya Akas dengan terkejut.


"Dengan seorang wanita, memangnya kenapa? aku sengaja tak memberitahumu agar kamu tak ikut campur dan menggagalkan semua rencana yang sudah aku persiapkan Selama seminggu ini." jelas Bara.


"Bagaimana dengan Lia? apa kamu sudah melupakannya, dia pasti akan kecewa dengan keputusan yang kamu ambil dengan menikahi wanita lain tanpa menunggu dirinya."


"Aku sudah pikirkan semuanya, memang seharusnya ini yang terbaik, mungkin Alia bukan jodohku. Maka dari itu dia datang namun tak ada menampakkan dirinya padaku." saut Bara dengan santai.


"Aku benar-benar kecewa dengan mu Bara, aku kira cintamu akan berlabuh pada Alia, ternyata pendapatku salah, kamu memang tak berubah selalu mempermainkan wanita."

__ADS_1


"Sudahlah jangan berdebat, sekarang kamu mau jadi saksi pernikahan ku atau kamu mau pergi tanpa melihat pengantin wanita yang akan aku nikahi?"


"Aku...aku..., baiklah aku akan bersiap. Aku juga penasaran bagaimana wajah wanita yang sudah membius laki-laki didepan ku ini."


_____


Pintu kamar hotel Lisa kembali di ketuk karyawan hotel.


"Ada apa lagi, apa ada kejutan lagi?" tanya Lisa dengan ketus karena terlalu bosan dengan kejutan yang belum ada habisnya.


"Sudah waktunya nona, sekarang silahkan kenakan penutup mata ini dan pakai selendangnya untuk menutupi wajah anda, saya yang akan menuntun anda sampai ke tujuan." ucapnya.


"Tidak... aku tidak mau lagi ada kejutan, ini saja sudah membuatku pusing mau di tambah ke suatu tempat lagi, bilang pada pak Bara aku tidak mau mengikuti permainannya lagi." Lisa pun mengusir karyawan itu dengan menutup kembali pintu kamar tersebut.


Karyawan itu pun segera melapor dan tak lama ponsel Lisa berdering dan itu dari Bara dengan malasnya Lisa mengangkat panggilan itu.


"Sudah puas bicaranya? sekarang cepat keluar dan turuti perintah Wanita yang sedang menunggumu di depan pintu dan jangan membantah jika kamu tetap keras kepala akan ku pastikan kamu tidak akan bisa bekerja di tempat ku lagi ataupun di mana saja, paham sekarang buka pintunya dan turuti pelayan itu." Bara pun langsung menutup panggilannya


"Sebenarnya apa sih maunya mas Bara, kejutan apa lagi yang ingin ia berikan, atau dia mau membunuhku secara perlahan." gerutu Lisa sambil kembali membuka pintu dan mendapati pelayan itu masih ada di depan pintu.


"Sekarang kamu puas, sudah mengadukan aku padanya. Sekarang terserah apa yang mau kamu lakukan aku sudah gak peduli, aku sudah pasrah." Lisa mengambil penutup mata yang ada di tangan pelayan itu dengan kasar dan langsung menutup kedua matanya dan menutup wajahnya dengan selendang yang ia kenakan.


"Aku sudah melakukan apa yang kamu mau, sekarang bawa aku kemana tujuanmu." pelayan itu hanya diam tak menjawab sepatah kata pun yang di lontarkan Lisa. Ia membimbing Lisa berjalan menyusuri tempat yang masih asing buat Lisa hingga sampai di salah satu aula yang di sewa untuk akad nikah.

__ADS_1


Bara sudah duduk di depan penghulu dan Lisa pun di didudukkan di sebelahnya. Di ruangan itu hanya ada beberapa orang saja yang menjadi saksi pernikahan yang akan mereka gelar.


"Apa kamu sudah siap?" Bisik Bara di telinga Lisa, dengan posisi Lisa yang masih tertutup matanya.


"Tuan Bara, apa maksud tuan? apa sebenarnya yang terjadi? tanya Lisa yang masih bingung. Bara pun membuka penutup mata yang Lisa kenakan dan meminta Lisa untuk membuka mata dan melihat di sekelilingnya.


"Apa ini tuan? apa tuan mau menikahi saya?" tanya Lisa yang masih terkejut.


"Sudah ku katakan, aku bukan laki-laki pengecut yang tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang aku perbuat dan sekarang kamu akan menjadi istriku walaupun kau akan mendapatkan begitu persyaratan."


"Tapi tuan,Saya belum siap, ini terlalu buru-buru dan tuan apa tuan tahu siapa saya dan dari mana saya berasal."


"Tenang saja, semua sudah aku siapkan, sekarang bersiaplah sebentar lagi kamu akan sah menjadi seorang istri." ucap Bara dengan suara pelan.


Sedangkan Akas masih saja mencari sela untuk mengetahui siapa wanita di balik penutup yang sedang duduk bersanding di sebelah Bara.


"Kenapa pakai acara di tutup segala sih? aku kan jadi penasaran dengan wanita itu? " gerutu Akas.


Akhirnya acara pun di mulai, Lisa was-was pada dengan nama yang akan di sebuah Bara jika salah berarti pernikahannya pun tak akan sah. Tapi dari mana Bara tahu dirinya yang sebenarnya jika tak bertanya langsung pada dirinya? pertanyaan yang terus muncul dalam benak Lisa.


Sebuah kejutan muncul saat ijab Kabul. Dengan lantang Bara menyebut nama Alia Halilintar, itu membuat Alia langsung terbelalak dan menoleh pada Bara begitu juga dengan Akas yang melongo mendengar Nama Alia Halilintar di sebut.


"Mas Bara tahu Siapa aku sebenarnya? Dan sekarang aku... aku... di persuntingnya." Air mata langsung mengalir di pipi Lia, perasaan campur aduk mengobrak-abrik perasaannya.

__ADS_1


"Kau menipuku Bara kenapa tak tak bilang dari awal kalau kau mau menikahi Alia." gumam Akas.


Kata Sah sudah terdengar dari para saksi membuat Bara nampak lega, dan resmi menikahi Alia walaupun dengan banyak adegan.


__ADS_2