Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
S2-8


__ADS_3

Berkali-kali Lia memohon, namun Rian tak mau melepaskannya.


"Baiklah aku akan melepaskan kamu, dan membiarkan kamu pergi, asalkan kamu mau menuruti semua perintahku. Besok aku ingin bertemu dengan putraku, bawa dia ke hotel bersamamu dan aku akan menemuimu."


"Tapi mas..."


"Tidak ada kata tapi, jika tidak maka suamimu akan tau semuanya."


"Aku mohon jangan katakan apapun padanya, baiklah aku akan membawa Raihan besok. Sekarang izinkan aku pergi, aku ingin pulang."


Rian pun akhirnya mengizinkan Lia pulang. Dengan langkah tertatih, Lia segera meninggalkan apartemen Rian.


Sepanjang perjalanan, Lia terus menangis di dalam taksi, pakaiannya berantakan dan bahkan matanya sudah terlihat sembab.


Sesampainya di rumah, Lia segera merapikan pakaiannya dan menghapus sisa-sisa air mata.


'Mudah-mudahan mas Bara tidak ada di rumah.' gumam Lia dan segera menuju pintu. Namun saat hendak membuka pintu, ternyata lebih dulu pintu di buka dari dalam dan Bara berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


"Darimana saja kamu, Kenapa aku hubungi tidak ada satu panggilan pun di jawab bahkan pesan yang aku kirimkan tak satupun kamu balas." cecar Bara.


"Maafkan aku mas, tadi aku sangat sibuk di kantor, sampai lupa memeriksa ponsel. Aku capek mas, kita bahas ini lagi besi saja." Lia pun segera pergi melewati Bara yang masih heran dengan sikapnya.


"Sebenarnya Lia kenapa sih, apa dia benar-benar sibuk atau sedang ada masalah?" tanya Bara pada dirinya sendiri.


Ia pun membiarkan Lia istirahat lebih dulu dan tak ingin mengganggunya.


Keesokan harinya, saat sedang sarapan Lia pun bicara dengan Bara.


"Mas, aku ingin membawa Raihan ke hotel hari ini." ucap Lia.


"Gak mas, malah dengan membawa Raihan akan lebih semangat."


"Baiklah, terserah kamu saja."


Setelah mendapatkan izin dari Bara, Lia pun membawa Raihan ke hotel tanpa babysitter, Lia gak mau jika ada orang lain tau jika dirinya bertemu dengan laki-laki lain dibelakang suaminya.

__ADS_1


Lia pun membawa Raihan ke hotel dan disana dia menghabiskan waktu untuk bermain.


"Apa yang harus mama lakukan Raihan, papa kembali dan dia menginginkan mama dan kamu kembali bersamanya, tapi Mama tidak bisa, Karena mama sekarang adalah istri papa Bara." Lia pun berkali-kali mengecup kening Raihan yang disambutnya dengan tawa.


Tak lama, rian muncul di kamar hotel yang khusus di tempati Lia. Entah dari mana Rian bisa mendapatkan akses hotel Lia.


"Mas Rian! bagaimana mas bisa masuk ke kamar ini?" tanya Lia yang terkejut,


"Tidak perlu kamu tau aku dapat dari mana, walaupun kamu adalah pemiliknya aku bisa mendapatkan aksesnya." Rian pun melirik bocah kecil yang sedang duduk dan sedang memandangi dirinya dengan takut.


"Dia Raihan, putra kita?" tanya Rian sebelum melangkah menghampirinya. Namun sayangnya Raihan ketakutan dan langsung menangis.


"Jangan mendekat mas." ucap Lia menghentikan langkah Rian. Rian pun menatap Lia yang mengambil Raihan dan langsung memeluknya.


"Berikan Raihan padaku, aku ingin memeluknya Lia, dari sejak pertama dia lahir sampai sekarang aku belum pernah memeluknya Lia, berikan dia padaku." Bujuk Rian dan terus mendekati Lia. Lia pun terus mundur sampai ia terpojok di dinding.


"Kau boleh mengancam ku atau memaksaku. tapi kamu tidak akan pernah bisa menyentuh Raihan, karena dia tidak punya ayah seperti kamu. Kamu bukanlah Mas Rian yang aku kenal, kamu orang lain yang mengaku-ngaku sebagai Rian kan."

__ADS_1


"Lia apa kamu masih tak percaya denganku, bukti apa lagi yang ingin kamu tau."


To be continued. ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2