Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
minuman apa itu


__ADS_3

Alfin merangkak, menghampiri Lisa seorang diri, ia menarik baju Lisa dari belakang yang membuat Lisa tersadar akan lamunannya.


"Ma...ma...., panggil Alfin yang sudah duduk di ujung anak tangga.


"Alfin !!!"Panggil Lisa spontan, lalu Lisa bergegas mengambil Alfin dan memangkunya.


"Dimana mbak ayu? kenapa dia tega membiarkan Alfin keluar kamar sendirian. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mbak ayu sekarang begitu ceroboh dengan Alfin, apa dia sudah bosan mengurus Alfin atau apa? aku harus menyelidiki mbak aku, tak akan ku biarkan ke ceroboh mbak Ayu membahayakan Alfin." gumam Lisa.


Lisa pun membawa Alfin dan mencari keberadaan Ayu, namun di tempat biasa ayu yang Lisa tahu tak jua menemukan keberadaan Ayu. Namun tanpa sengaja Lisa memergoki Ada Bunga yang sedang menunggu di gerbang luar rumah Bara, seperti sedang menunggu seseorang.


"Bukankah itu Bunga? sedang menunggu siapa dia di sana, kenapa dia tidak langsung masuk saja jika ingin bertemu dengan mas Bara." Lisa yang masih berada di ujung halaman dan agak jauh dari tempat Bunga Menunggu membuat Lisa leluasa memperhatikan Bunga. Dan tak lama kemudian Ayu muncul dari dalam rumah dan menghampiri Bunga. Entah apa yang mereka bicarakan atau mereka rencanakan.


Lisa hanya dapat melihat gelagat Ayu dan bunga tanpa bisa mendengar obrolan mereka.


"Apa hubungan Mbak Ayu dan Bunga? apa yang sedang mereka obrolkan?" Lisa pun mulai curiga dengan Ayu dan mulai waspada, ia pun berniat untuk menyelidiki hubungan Ayu dan Bunga.


_______


Beberapa hari kemudian, Lisa diam-diam menyelidiki gerak-gerik Ayu, walaupun tak sepenuhnya ia bisa mengawasi.


Bara, pun semakin menjadi jadi, dengan sifat arogannya, bahkan ia tak segan-segan, memecat pelayanannya yang tak sengaja melakukan kesalahan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa mas bara berubah dan apa sebenarnya yang terjadi di rumah ini dan juga dimana Akas, yang biasa selalu bersama dengan Mas Bara." pertanyaan yang berkali-kali muncul di benak Lisa membuatnya makin curiga dengan Ayu. Bahkan Lisa beberapa kali memergoki Ayu memberikan minuman pada mas Bara yang seharusnya itu tugas dirinya.


Pagi itu saat Lisa sedang membersihkan kamar Bara, tiba-tiba Ayu datang ke kamar Bara yang saat itu Bara sedang mandi.


"Mbak Ayu? kenapa mbak masuk kekamar tuan Bara? bukannya tugas mbak Ayu itu hanya menjaga Alfin?" tanya Lisa yang curiga.

__ADS_1


"Aku... aku ... hanya ingin mengantarkan ini buat tuan Bara, tadi bibi minta tolong pada saya untuk mengantarkan ini, katanya ini permintaan tuan." Jelas Ayu Namun Lisa tak percaya.


"Ohhh..., kalau begitu biar saya saja yang memberikan minuman ini pada mas Bara karena ini tanggung jawab saya." pinta Lisa. Awalnya Ayu ragu namun akhirnya iapun memberikan minuman itu pada Lisa dan Ayu pun pergi.


"Apa yang harus aku lakukan, aku buang atau aku biarkan minuman ini di minum mas bara agar aku tahu apa reaksinya, agar aku bisa lebih waspada lagi lain kali? aku yakin minuman ini pasti sudah di campur sesuatu." gumam Lisa sambil ragu-ragu meletakkan gelas tersebut.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bara yang baru keluar dari kamar mandi, membuat Lisa kaget dan sedikit menumpahkan minuman tersebut. Lisa mengelus dadanya untuk menghentikan detak jantung yang berdetak cepat karena kaget.


"Maaf tuan. tadi bibi mengantarkan ini buat tuan katanya ini permintaan tuan?" jawab Lisa


"Berikan padaku, badanku terasa lemas jika tak minum itu"


"Memangnya ini minuman apa tuan? kok sepertinya tuan seperti kecanduan." Tanya Lisa sambil memberikan Minuman itu pada Bara.


"Ini hanya minum suplemen saja, Akhir-akhir ini aku selalu meminumnya setiap pagi." Dengan segera Bara menghabiskan minuman yang ada di gelas sampai habis tak tersisa. Lisa hanya memperhatikan saja sambil memberikan baju kerjanya pada Bara.


"Apa yang kamu lakukan di sini? apa kamu mau melihatku ganti pakaian." bentak Bara secara tiba-tiba membuat Lisa kaget.


"Maaf tuan, bukan maksud Lisa, sekali lagi maafkan Lisa." Lisa pun pergi meninggalkan Bara dan sesekali masih menoleh ke arah Bara yang sedang memakai pakaian kerjanya.


"Apa isi minuman itu? kenapa mas Bara tiba-tiba saja berubah setelah meminumnya?, aku harus cari tahu keberadaan Akas dia pasti tau tentang perubahan Mas Bara ini."


Lisa segera mencari nomor ponsel Akas yang masih ia simpan. Segera saja ia mengirim chat lada Akas untuk menemui di salah satu tempat yang ditentukan Lisa dan segera mengirimnya dan berharap Akas segera membacanya.


Tak berapa lama kemudian, Lisa pun mendapat balasan dari Akas dengan jawaban ya.


Bara pun segera keluar kamar dan turun untuk sarapan.

__ADS_1


"Lisa..." panggil Bara. Lisa yang mendengar bergegas menghampiri Bara.


"Iya tuan? ada apa memanggil saya?" tanya Lisa saat sudah sampai sebelah Bara.


"Duduk dan temani aku sarapan." ucap Bara.


"Saya tuan?"


"emangnya dari tadi aku ngomong sama siapa? duduk dan sarapan bersamaku."


"Baik tuan" Lisa pun melayani Bara sebelum Lisa ikut sarapan.


"Mulai sekarang apa yang aku perintahkan harus kamu patuhi dan jangan pernah membantah atau akan aku pecat sama seperti pelayan lainnya. Dan ingat satu hal aku tak mau dengar ada kata penolakan dari mulutmu, karena aku tak suka ada yang melawan perintahku."


"Iya tuan, akan saya patuhi semua perintah tuan." jawab Lisa sambil menunduk. Bara pun segera berangkat ke kantor dan meninggalkan Lisa yang masih duduk di meja makan.


Saat ingin melanjutkan makannya, ponsel Lisa kembali berdering dan lagi-lagi dari pamannya.


"Halo Paman, ada apa?"


"Ada yang ingin bicara padamu, tolong bicaralah padanya." pamannya pun memberikan ponselnya pada Sekar.


"Alia... Kamu di mana nak? pulang nak, mama janji tak akan memaksamu lagi melakukan ke ingin kami, pulang nak, mama rindu."


"Ma, maafkan Alia, untuk saat ini Alia belum bisa kembali. Tapi Alia janji setelah Alia mendapatkan apa yang sedang Lia kejar, Lia kan segera kembali. Mama jangan pikirkan Alia, mama harus sembuh dan sambut Alia di saat Alia kembali. Mau kan mama berjanji pada Alia." ucap Alia di iringi tangisnya yang tak tega melihat mamanya sakit karena dirinya.


"Paman, tolong jagalan Mama, buat Alia. Alia akan segera kembali jika urusan Alia selesai di sini, dan tolong jangan katakan keberadaan Lia, Karena Alia tidak mau ada yang menggangu Alia sempai semuanya selesai dan Alia bisa kembali."

__ADS_1


"Iya sayang, hati-hati di sana jika butuh bantuan, jangan lupa hubungi paman, paman akan selalu siap membantu Alia."


__ADS_2