Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
S2- 6.kembali


__ADS_3

Seperti biasa, setelah selesai mengurus suami dan juga anak-anak, Lia akan pergi ke hotel, dan bergelut dengan masalah perhotelan yang belum kelar.


"Terimakasih kalian sudah bertahan dan juga selalu memberikan dukungan pada saya dan hotel ini. Berkat kalian, akhirnya hotel ini bisa kembali bangkit, dan Minggu depan kita akan memperkenalkan kembali nama baru hotel ini ke publik, saya harap kerja samanya sekali lagi." ucap Lia di depan para karyawan hotel sebagai seorang pimpinan.


Setelah selesai memberikan sedikit pengarahan, mereka semua pun bubar dan kembali menerima dan melayani para penyewa kamar hotel.


"Nona, ini data tamu kita selama seminggu ini, akhirnya hotel kita kembali ramai." ucap Mira, sambil menyerahkan laporan yang diminta Lia.


"Syukurlah, kalau ada peningkatan, aku hampir pesimis saat pertama melihat keadaan hotel yang sudah hampir mati ini."


Tiba-tiba telpon kantor berdering dan itu dari resepsionis.


☎️


"Nona... ada yang memaksa ingin bertemu dengan Nona."


"Siapa?" tanya Lia.


"Beliau bilang, suami Nona." jelas resepsionis


'Mas Bara! kenapa dia datang kemari? bukannya dia sedang ada rapat.' gumam Lia.


"Katakan padanya, aku tunggu diruangan." Jawab Lia lalu mematikan panggilannya.


"Mira, Sekarang kamu boleh keluar." titah Lia dan Mira pun segera meninggalkan Lia di ruangan.


'Tumben-tumben mas Bara gak kasih kabar, kalau mau kesini.'

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu, Lia menebak jika itu adalah Bara suaminya dan segera membukakan pintu untuknya.


"Mas, kenapa mau kesini gak-" Ucapan Lia terhenti saat melihat pria yang tengah berdiri di di depannya bukanlah suaminya Bara.


"Apa kabar sayang?" tanya pria yang membuat Lia benar-benar terkejut.


"Gak mungkin-, ini gak mungkin. K-kamu si-siapa." tanya Lia dalam keterkejutannya dan mundur beberapa langkah.


"Ini aku suamimu!" jawab pria itu.


"Gak mungkin, dia sudah mati. Mas Rian sudah mati. Kamu bukan mas Rian kan." cepat keluar dari ruangan ini." bentak Lia saat mengusir pria tersebut, namun pria yang sangat mirip Rian itu malah terus mendekati Lia hingga Lia pun terpojok ke dinding.


"Apa kamu benar-benar sudah melupakan aku sayang, ini aku suamimu Rian." Rian mencoba membelai pipi Lia.


"Kamu bukan suamiku, mas Rian sudah mati satu tahun yang lalu." elak Lia yang masih tak percaya.


Tubuh Lia langsung merosot dan terduduk di lantai, masih tak percaya dengan perkataan laki-laki yang mengaku suaminya itu.


Rian menyetarakan tubuhnya dengan berjongkok di depan Lia.


"Lia, kamu kenapa? apakah kamu tidak senang melihat aku sudah sadar? Apakah kamu sudah tidak menginginkan aku lagi? jika jawaban Ya. Itu artinya perjuanganku untuk kembali sadar dan mencari mu itu sia-sia. Lebih baik aku tidak sadar selamanya agar aku tidak mendengar kata penolakan dari wanita yang aku sayang."


Lia hanya bisa menggelengkan kepalanya, mulutnya tak mampu berkata sepatah katapun, bagaimana tidak. Disaat rumah tangganya baru saja memasuki babak baru, kenapa harus di hantam dengan bagai besar, yang menghadirkan pria dari masa lalunya.


Lia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Rian, dengan mata berkaca-kaca Lia mengusap lembut pipinya. Rian menggegam tangan Lia yang menyentuh pipinya.


"Kamu benar-benar masih hidup mas, Selama ini ternyata aku sudah di tipu keluargamu, yang mengatakan jika kamu sudah meninggal, bahkan aku hampir kehilangan Raihan. Kejadian itu membuat hidupku hancur mas, di saat aku membuka mata orang tuamu mengatakan jika kamu sudah meninggal. Dan sekarang kamu kembali mas. hiks... hiks ..." Lia langsung menghambur dalam pelukan rian, laki-laki yang pernah menjadi suaminya selama dua tahun.

__ADS_1


"Lia, Aku ingin kita seperti dulu lagi, hidup bersama-sama lagi." Ajak Rian, membuat Lia langsung melepaskan pelukannya.


Lia segera bangkit berdiri dan menjauh dari Rian.


"Kenapa Lia? apa perkataan ku salah?" Rian masih terus mengejar Lia untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


"Aku-"


Tok...Tok...


"Maaf Nona mengganggu, Saya hanya mengingatkan, kalau sudah waktunya kita bersiap untuk bertemu dengan klien." Ucap Mira yang baru saja masuk.


Lia segera menghapus air matanya. "Baik Mira, lima menit lagi aku keluar." saut Lia dan Mira pun kembali keluar.


"Aku harus pergi sekarang mas, jika mas butuh kamar di hotel ini, datang saja ke resepsionis minta kunci salah satu kamar." Ucap Lia sambil mempersiapkan diri, dan mengabaikan perkataan Rian sebelumnya.


"Baiklah, sepertinya kamu butuh waktu, aku akan menunggunya." Rian kembali menghampiri Lia dan mencium bi*birnya tiba-tiba, sebelum pergi lebih dulu.


Lia terdiam saat mendapat ciuman mendadak, Lia pun terduduk sambil menyentuh bibirnya.


"Kenapa jadi begini?" gumam Lia, namun ia tak bisa berfikir jauh lagi, ia harus segera pergi bertemu klien untuk kemajuan Hotel.


To be continued ☺️☺️☺️


Hallo, Semuanya, masih ada yang menunggu kisah ini gak ya, kalau masih ada jangan lupa angkat jempolnya ya, kita absen, biar semangat nya nambah buat terus update.


🤔🤔🤔 kira -kira apa yang akan dilakukan Lia, saat mengetahui jika suaminya dulu ternyata masih hidup dan ngajak balikan, sedangkan status Lia sekarang sudah jadi istri Bara? jangan lupa di kepoin bab selanjutnya.😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2