Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
S2-5. Gagal dapat jatah.


__ADS_3

Hari yang begitu melelahkan, hari pertama Lia bekerja sudah di hadapkan dengan masalah yang besar. Satu-satunya saat ini yang bisa mendukung dirinya hanya suaminya.


Alia pun menghampiri Bara yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang, mungkin hari ini juga hari yang melelahkan baginya.


"Mas..." panggil Lia, saat berada di samping Bara dan memeluk dada bidang suaminya.


"Eeemmm" Bara membuka matanya dan menoleh ke arah Lia.


"Bagaimana kerjanya hari ini, apa melelahkan?" tanya Lia sambil memainkan jemarinya di dada Bara.


Bara meraih jangan Lia dan menggenggamnya, sesekali mencium tangan putih, mulus milik Lia, "Ada apa sayang, Sepertinya ada yang ingin kamu sampaikan. Apa ada masalah dengan hotel Sekar?" Bara langsung tahu intinya. Lia pun mengangguk dan menyandarkan kepalanya di lengan Bara.


Lia pun menjelaskan semua masalah yang ada di hotel secara detail, Titik permasalahannya, Bara berjanji akan menyokong dana untuk pemulihan hotel Sekar bahkan ia pun memberi saran untuk kemajuan hotelnya.


"Makasih mas, sudah mau mendukung Lia. Lia janji setelah hotel kembali bangkit, lia akan mengembalikan dana perusahaan mas."


"Apapun masalah kamu, itu juga masalah ku, kita sebagai suami istri harus saling mendukung satu sama lain, apapun masalahnya akan kita hadapi bersama, tapi kali ini mas gak cuma-cuma memberikan dana, mas minta syarat dan harus di penuhi."


"Syarat." Lia menaikkan alisnya mendengar suaminya mengajukan syarat seperti tak ikhlas membantu.

__ADS_1


"Jangan salah paham dulu, bukan maksudku gak ikhlas, cuma aku minta syarat ini." Bara memberikan kode yang langsung di pahami Lia.


"Mas," Lia melotot memahami maksud suaminya.


"Habis sudah hampir tiga bulan mas nganggur, dan sama sekali belum pernah dapat lagi. kalau gak mikirin kamu, Mas bisa saja jajan di luar. Eemm, Mau kan sayang, kali ini saja. setelah itu besok-besok lagi."


"Mas kan tahu kondisi Lia seperti apa. Ya Lia minta maaf kalau tidak bisa melakukan kewajiban Lia sebagai seorang istri. Tapi..." Lia menggantung ucapannya


"Tapi apa?" Lia pun berbisik di telinga Bara, tapi Bara malah tertawa.


"Kok ketawa sih... ini beneran loh, gini-gini Lia masih rasa perawan." Lia tersipu malu dengan kata-katanya sendiri.


Saat Ingin pemanasan, tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk, ternyata itu babysitter Alfian. Lia bergerak membukakan pintu.


"Ada apa mbak?" tanya Lia.


"Maaf nyonya mengganggu, den Alfin nangis terus dari tadi." Lia pun bergegas ke kamar Alfin.


"Apa badannya panas mbak?" tanya Lia lagi saat menghampiri Alfin.

__ADS_1


"Tidak nyonya, den Alfin tidak demam." jelas babysitter nya Alfin, masih terdengar tangisan Alfin yang belum berhenti. Lia segera menghampiri dan mengangkat tubuh Alfin dan berusaha menenangkannya.


"Mbak istirahat saja, biar Alfin saya bawa ke kamar. Sebelum pergi, Lia mengusap kepala Raihan yang sudah terlelap tidur."


Lia kembali ke kamar dengan membawa Alfin yang sudah berhenti menangis namun masih terjaga.


"Mas malam ini Alfin tidur di sini." ucap Lia sambil meletakkan tubuh Alfin di ranjang.


"Memangnya Alfin kenapa? apa demam?" tanya Bara, dan mencoba memeriksa kening putranya itu.


"Tidak mas, cuma rewel aja, biasa anak-anak."


"Jaga Alfin sebentar, Lia mau ke kamar kecil dulu." Lia pun meninggalkan mereka.


Bara memiringkan tubuhnya menghadap Alfin yang bermain sendiri. usianya yang sudah satu tahun mulai paham setiap di ajak bicara.


"Kenapa anak papa ini rewel?" Alfin hanya tertawa mendengar papanya bertanya, "Apa kamu tahu nak gara-gara kamu rewel, papa jadi gagal dapat jatah dari mamamu yang sudah lama menunggu." curhatan papanya hanya di tanggapi dengan celoteh dan tawa oleh Alfin, dikiranya sedang di ajak ngobrol.


Lia kembali dari kamar kecil dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Alfin, hingga posisi Alfin saat ini berada di tengah, memisahkan mama dan papanya.

__ADS_1


Butuh hampir satu jam untuk menidurkan Alfin kembali, Lia dan Bara bergantian untuk menidurkan Alfin, dan akhirnya Alfin tidur di atas dada Bara.


__ADS_2