Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
Lisa


__ADS_3

Beberapa waktu Alia belum menampakkan dirinya. Dia tahu bahwa semua orang sedang mencarinya.


Alia mengubah identitasnya, berpenampilan baru dan mengubah namanya.


Alia Halilintar kini berubah nama menjadi Lisa Dia akan mencoba melamar menjadi seorang pembantu di kediaman Bara.


Dengan penampilannya yang baru berharap Bara tak mengenal dirinya. Alia melakukan itu hanya semata-mata agar bisa lebih dekat dengan Bara begitu juga dengan Alfin. Tak mungkin bagi dirinya untuk kembali sebagai Alia. itu sama saja menyerahkan diri.


Tujuan dirinya sekarang adalah mencari kebahagiaan sesungguhnya, harta kekayaan tak akan menjadi jaminan dirinya akan bahagia di tambah lagi sikap orang tuanya yang mengekangnya membuat dirinya tak betah tinggal bersama walaupun itu orang tua kandungnya.


_____


Hari ini Alia akan keluar dari tempat persembunyiannya setelah pasti bahwa di kediaman Bara sedang membutuhkan seorang pelayan untuk menggantikan pelayan sebelumnya yang pensiun.


Alia melangkah dengan pasti menuju depan pintu masuk rumah Bara dan segera memencet bel rumah. Tak selang beberapa lama seseorang membukakan pintu dan sedang menggendong Alfin.


"Maaf sedang mencari siapa?" tanya Ayu. Alia masih menatap Alfin bayi mungil yang sangat ia rindukan, tapi tubuhnya kembali kurus, entah karena dia mulai aktif atau karena apa.


"Maaf mbak, anda sedang mencari siapa?" tanya ulang Ayu yang menyadarkan Alia.


"Maaf, saya datang kesini ingin melamar pekerjaan, dari informasi yang saya dapat rumah ini sedang membutuhkan seorang pelayan." ucap Alia.


"Oh... tunggu sebentar, Akan saya panggilkan majikan saya." ucap Ayu lalu masuk meninggalkan Alia sendiri. Sambil menunggu Alia memandangi sekeliling halaman yang yang tak berubah.


"Mbak silahkan masuk, majikan saya menunggu anda." Alia pun mengikuti Ayu dan masuk menemui Bara yang sedang sibuk dengan laptop di depannya.


"Maaf tuan, ini mbaknya sudah disini." Ucap ayu dan Bara langsung menutup laptopnya dan menatap Alia dari ujung kaki sampai ujung rambut.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya Bara.


"Lisa tuan." jawab Alia.


"Apa keahlian yang kamu miliki, karena aku tidak butuh seorang pelayan yang tidak bisa bekerja dengan baik di sini."


"Saya bisa masak, nyapu, ngepel, bersih-bersih rumah dan..."


"Cukup, aku butuh seorang pelayan yang menyiapkan kebutuhan pribadiku. Oke aku akan melihat kinerjamu selama satu Minggu jika bagus akan aku terima dan jika tidak silahkan angkat kaki dari rumah ini." ucap Bara.


"Ternyata kamu gak berubah, selama sebulan lebih kita berpisah namun sifatmu itu selalu membuatku rindu ya, mungkin saat ini hanya aku yang merindukanmu entah dengan dirimu, aku mulai ragu saat kau menolak ku untuk menjemput diriku dan membawa ku bersama denganmu, mungkin cintamu padaku hanya sebesar kerikil jalanan yang belahan-lahan akan habis terkikis." gumam Lia.


"Ayu antar Lisa ke kamar pembantu yang ada di belakang dan kamu Lisa setelah aku kembali temui aku, akan ku beritahu tugas yang harus kamu kerjakan."


Bara pun pergi meninggalkan mereka berdua, sedangkan ayu menatap Lisa dengan tatapan tak suka.


"Iya mbak." Lisa pun membuntuti Ayu hingga sampai ke sebuah kamar yang sempit yang ada di belakang rumah.


"Ini kamar Lo sekarang, dan ingat jangan coba-coba goda tuan Bara, karena dia sudah ada yang punya." ucap ketus Ayu. Lalu pergi meninggalkan Lisa seorang diri di kamar yang sepertinya sudah lama tak di tempati.


"Kenapa mbak ayu sikapnya berubah, apa yang terjadi padanya?" pertanyaan yang muncul di kepala Lisa dengan sikap ayu.


Lisa pun membersihkan kamar yang berdebu dan merapikannya. Mulai sekarang aku akan memantau mu mas, walau aku berpura-pura menjadi seorang pelayan mu, setidaknya aku bisa melihat mu dan Alfin.


"Maaf jika aku harus berbohong, tapi semua ini aku lakukan hanya agar aku bisa berada dekat dengan mu walaupun harus berkorban lagi dengan meninggalkan ke-dua orang tua ku."


Sebuah pesan masuk di ponsel Lisa, dan itu adalah paman Lisa yang selama ini telah membantu Lisa kabur dan menyembunyikan keberadaan Lisa.

__ADS_1


Paman Pras yaitu adik bungsu dari Sekar. Dia juga adalah seorang pengacara. Lisa meminta informasi mengenai Sekar yang sedang sakit dan Lisa meminta mengabari setiap perkembangannya.


Setelah selesai membersihkan kamarnya, Lisa berkeliling untuk melihat segala sesuatu yang pernah ia lihat Sebelum dirinya pergi.


Saat sedang berjalan, Lisa melihat Ayu sedang berbincang dengan seorang wanita dan meninggalkan Alfin bermain sendiri di halaman tanpa pengawasan.


"Sedang berbicara dengan siapa mbak Ayu disana? kenapa meninggalkan Alfin bermain seorang diri tanpa pengawasan. Begitu pentingnya kah orang yang sedang bersamanya sampai ia meninggalkan tanggung jawabnya." Gerutu Lisa lalu menghampiri Alfin yang sedang bermain.


"Alfin sayang, bunda Lia rindu banget sama Alfin. Kenapa Alfin sekarang kurus, Baru sebulan lebih bunda tinggal kok sudah berubah, Alfin kangen gak sama bunda?" ucap Alfin pada Lisa dan ternyata Alfin masih mengingat wanita yang sedang berbicara dengannya, wajah bahagia dan tawa Alfin berikan tangannya pun langsung di angkat meminta agar Lisa menggendongnya.


Lisa pun langsung menggendong, sambil terus menciumi bayi mungilnya. Tak terasa air mata jatuh di pipi Lisa, karena begitu rindu dirinya dengan sosok Alfin.


"Bunda janji, bunda tak akan pergi lagi, bunda akan menemani Alfin selalu." ucap Lisa tanpa ia sadari Ayu sudah kembali.


"Siapa yang menyuruhmu, menggendong Alfin?" ucap Ayu membuat Lisa kaget.


"Maaf mbak ayu, saya kasihan melihatnya bermain sendiri."


"Turunkan dia, jangan lancang kamu dengan anak majikan mu, tak ada yang boleh mengurusnya selain aku. Baru saja kamu datang kerumah ini sudah berani kamu mau mengusik saya."


"Maaf mbak saya gak ada maksud begitu."


"Sekarang pergi dan jangan dekati Alfin." usir Ayu dan Lisa pun pergi dan meletakkan kembali Alfin. Alfin menangis saat Lisa melepasnya namun Lisa tak dapat berbuat apa-apa dan dengan terpaksa meninggalkan Alfin yang masih menangis.


Ayu mengambil Alfin dan membawanya masuk sedangkan Lisa hanya memandangi Alfin dari kejauhan. Hatinya sangat sedih melihat anak angkatnya menangis menginginkan dirinya.


"Mbak, apa kamu gak kenal dengan aku, kenapa kamu berubah, dan kenala kamu perlakuan Alfin seperti itu. Apakah ini sebenarnya jati dirimu, kau tak benar-benar menyayangi Alfin."

__ADS_1


Bara baru datang membawa amarah, entah habis bertemu dengan siapa dirinya, terdapat luka di sudut bibirnya dan baju yang sedikit berantakan, Ia pun langsung ke kamar dan membanting pintu, terdengar sesuatu pecah dari dalam kamar. semua pelayan yang melihat termasuk Lisa hanya terdiam dan memiliki tanda tanya di benaknya, apa yang terjadi dengan majikannya?.


__ADS_2