Sekertarisku Ibu Susu Putraku

Sekertarisku Ibu Susu Putraku
S2-12


__ADS_3

Pergi pagi, bertemu di malam hari, begitulah hari-hari yang dijalani Lia dan Bara, lebih mengutamakan pekerjaan ketimbang menghabiskan waktu bersama.


Setelah berusaha menahan diri selama beberapa hari, Bara pun tak bisa menahannya lagi, di tambah Akas yang sama sekali memberikan informasi.


"Lia kemarilah, panggil Bara yang tengah duduk di sofa, Sedangkan Lia Beru saja membersihkan diri.


" Iya, ada apa mas?" tanya Lia lalu berjalan menghampiri dan duduk dipangkuan suaminya itu.


"Apakah kamu akan menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur? Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan ingin sekali aku tanyakan langsung padamu tapi selalu aku urungkan, takut kamu tersinggung." ucap Bara sambil mengusap paha mulus istrinya yang ada di atas pangkuannya.


"Apa yang sebenarnya ingin mas tanyakan? katakan, jika memang aku bisa jawab akan aku jawab, kita ini suami istri, jadi tidak ada yang harus di rahasianya." tutur Lia, ia pun menyandarkan kepalanya di dada Bara.

__ADS_1


"Kamu benar, kita adalah suami istimewa, jadi tidak seharusnya ada yang disembunyikan, dan kamu paham itu, tapi kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu yang membuatku merasa curiga dan berpikiran yang tidak-tidak padamu." tanya Bara, seketika Lia yang merasa jika pertanyaan suaminya itu menyangkut tentang Rian mantan suaminya yang masih ia rahasiakan.


"A-aku tidak pernah menyembunyikan sesuatu padamu mas, apa yang aku lakukan selalu aku ceritakan padamu. Lalu apa lagi yang perlu kamu curigai mas." Lia pun mulai sedikit menghindar.


"Benarkah? lalu kenapa saat aku bertanya pada resepsionis, dia seperti orang kebingungan dan ragu-ragu menjawab, dan juga kamu terkejut dengan kedatanganku. Aku menanyakan ini semua karena aku sudah tidak bisa menahannya untuk tidak bertanya langsung kepadamu.


Tangan Bara, mulai nakal dengan bermain-main di paha Lia sambil terus mencecar pertanyaan agar Lia Mau menjawab ataupun keceplosan untuk jujur.


Tapi Bara masih saja terus mengerjai istrinya yang mulai tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Mas please, jangan siksa aku." iba Lia yang sudah tidak kuat dengan jemari Bara yang mulai nakal.

__ADS_1


"Katakan dengan jujur, atau aku akan terus menyiksamu. Apa di luar sana ada laki-laki lain yang menyentuhmu, karena aku merasa kamu begitu berbeda."


"Mas, apa yang mas katakan, aku tidak pernah melakukan dengannya, aku tidak pernah mengkhianati pernikahan." ucap Lia tanpa sengaja membuat Bara yang menghentikan aktivitas tangannya.


"Dia?! dia siapa yang kamu maksud? Jujur Lia siapa yang kamu maksud dia. Aku sudah curiga jika kamu memang memiliki pria lain selain aku di luar sana."


"Gak mas, aku gak punya, dia cuma teman lama aku yang tak sengaja ketemu saat dia bermalam di hotel sekar, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya" Ucap Lia yang sudah kepalang tanggung.


"Benarkah, baiklah jika kamu tidak mau mengaku, maka aku yang akan mencari tau sendiri dan jangan salahkan aku jika akan ku buat dia, menyesal sudah berani mendekati kamu, karena kamu hanya milikku, tak ada orang lain yang bisa memiliki kamu selain aku."


Bara pun melanjutkan aktivitasnya, bermain dengan istrinya di ranjang, Belaian Bara membuat Lia menikmati setiap sentuhan yang diberikan, Walaupun pikirannya masih terngiang dengan ancaman yang diberikan dua dua lelaki, yang membuatnya tak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


To Be Continued ☺️ ☺️☺️☺️


__ADS_2