
Keesokan harinya, seperti biasa Lisa membersihkan kamar Bara dan mempersiapkan semua kebutuhan Bara. Dan seperti biasa Ayu pun mengantarkan minuman pada Bara.
"Biar saya yang memberikan mbak, ini sudah tugas saya. Lebih baik mbak untuk Alfin karena itu tugas mbak Ayu." Lisa mulai mencegah Ayu untuk memberikan minuman itu langsung pada Bara. Tanpa curiga Ayu pun menyerahkannya pada Lisa dan kembali keluar.
Segera setelah Ayu pergi, Lisa pun membuang minuman itu dan Mengganti dengan suplemen yang di berikan Akas pada Lisa lalu ia letakkan di tempat seperti biasa.
Lisa nampak cemas takut Bara mengetahui bahwa minumannya dia ganti. Tanpa curiga Bara pun menghabiskan minuman itu. Lisa hanya memperhatikan setiap Bara meneguk minuman itu hingga habis, sambil memperhatikan reaksi yang terjadi.
"Apa yang kamu lihatin? cepat selesaikan pekerjaanmu, Aku harus segera pergi ke kantor." ucap Bara sambil melihat jam di tangannya.
"Tunggu tuan..." henti Lisa dan Bara pun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.
"Apa apa lagi? aku buru-buru." Lisa pun menghampiri Bara dan berhenti tepat di hadapannya.
"Maaf tuan, bolehkah saya merapikan dasi tuan yang terlihat kurang rapi." ucap Lisa dan Bara pun memperhatikan dasinya kemudian dia mengaguk.
Lisa tersenyum setelah mendapat persetujuan dari bara. Dan kedua tangannya mulai bergerak merapikan Dasi yang bara kenakan.
Tanpa di sadari Ayu melihat Bara dan Lisa dari lantai bawah. Wajah Ayu merah padam, marah pada Lisa yang sudah berani menggoda Bara pikirnya.
"Sudah rapi tuan." ucap Lisa setelah selesai dan Bara pun langsung pergi meninggalkan Lisa yang masih berdiri di pintu.
"Aku akan membuatmu melemparkan Bunga untuk yang kedua kalinya. Tunggu bunga aku akan membalas semua penghinaan yang pernah kamu berikan padaku. Kau juga akan merasakan apa yang pernah aku rasakan." Lisa pun lanjutkan pekerjaannya dan dengan perasaan bahagia.
_____
Di kantor, Bara sibuk dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Di sisi lain Bunga berulang kali menghubungi Bara hingga membuat konsentrasi ambyar.
Untuk panggilan kesekian kalinya, Bara pun mengangkat panggilan Bunga.
"Bisakah menghubungiku nanti, aku masih sibuk banyak pekerjaan ku yang terbengkalai, paham."
__ADS_1
"Mas ... ,kamu kok gitu, bukannya mas janji mau mau nemanin Bunga shopping." jawab Bunga yang terdengar kesal.
"Bisakah lain kali, pekerjaanku menumpuk gara-gara selalu mengikuti kemauanmu. Sudahlah kita lanjut nanti."Bara pun langsung mematikan ponselnya dan meletakkan ponselnya di meja dengan kasar.
Bara pun memijit pelipisnya, pusing memikirkan Bunga. Namun sesaat ia teringat dengan kejadian pagi itu bersama Lisa.
"Ahhh... apa yang aku lakukan, bisa-bisanya memikirkan pembantu itu." Bara pun mengambil Gelang milik orang tuanya yang sempat di berikan pada Alia dan kini kembali ke tangan Bara.
"Kemana kamu Lia, kenapa aku tak bisa menemukanmu. Maafkan aku yang tak menuruti permintaanmu. Entah kenapa saat itu langkahku begitu berat untuk menjemputmu, pikiranku kacau. Maafkan aku telah menduakan mu. Mungkin kamu akan membenciku setelah kamu tahu aku bersama wanita lain." Bara menggenggam erat gelang Alia.
Saat Lisa sedang bersantai di kamarnya, tiba-tiba saja pintu kamar Lisa di gebrak dengan nyaring oleh Ayu, dan membuat Lisa kaget dengan kedatangan Ayu.
Ayu pun menghampiri Lisa yang sudah bangkit berdiri dan tiba-tiba saja ayu meraih rambut Lisa dan menjambaknya.
"Dasar wanita j*lang, berani-beraninya kemu menggoda tuan Bara, sudah ku katakan padamu jangan berani-berani mendekatinya, karena dia sudah ada yang punya." Ayu menjambak makin kuat.
"Aaauuuhhhh, lepaskan mbak sakit." Ayu pun melepaskan jambakkannya sambil mendorong Lisa hingga membuat kepala Lisa terbentur tembok.
Plakkkk
Sebuah tamparan keras melayang di pipi Ayu. Seketika Ayu pun memegang pipinya yang mendapat tamparan dan kembali berusaha menampar Lisa balik namun sayang serangan Ayu kali ini dapat di tahan Lisa.
"Kau pikir, aku ini wanita lemah yang bisa kamu ancam dengan mudah ha...., dan apa hak mu meminta ku untuk tidak mendekati tuan Bara. Selama dia belum menjadi milik sah orang lain, aku juga masih bisa mendapatkan tuan Bara" ucap Lisa sambil menghempaskan tangan Ayu.
"Apa tujuanmu datang kesini, kamu pasti ada maksud lain kan?" tanya Ayu dengan nada sedikit gemetar. Namun Lisa hanya tertawa lepas.
"Sama halnya dengan dirimu yang ada maksud lain dengan tuan Bara, aku akan menggagalkan semua rencanamu dan akan ku bongkar kedok mu di di depan tuan Bara, agar kamu bisa segera di depak dari rumah ini secepatnya."
"Kau..., Awas saja. Akan ku buat kamu menyesal telah melawanku wanita j*lang" Ayu pun pergi meninggalkan kamar Lisa dengan kemarahan.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan di depak duluan sama mas Bara." jawab Lisa lalu terduduk lemas di sisi ranjang.
__ADS_1
Setelah kejadian itu, Ayu langsung memberitahu pada Bunga tentang ancaman yang di lakukan Lisa pada dirinya dan itu juga membuat Bunga geram.
"Sepertinya wanita ada maksud lain masuk dalam rumah Bara. Dan sepertinya kita harus membuat dia secepatnya di usir Bara Sebelum dia merencanakan sesuatu." ucap Bunga.
"Sepertinya itu jalan satu-satunya yang kita punya jika itu tidak bisa jalan satu-satunya buat dia menyesal seumur hidup." jawab Ayu.
"Awasi terus gerak-geriknya, jangan sampai lengah, aku akan berusaha membujuk Bara agar segera menikahiku dan menjadi nyonya di rumah tersebut. Jangan lupa, campur terus suplemen dengan obat yang aku berikan padamu dan jangan sampai ia tak meminumnya."
"Jangan kuatir, aku selalu memberikan sesuai dosis yang kau berikan."
____
Bara pulang lebih awal tak seperti biasanya, wajahnya kusut seperti sangat kelelahan.
"Tuan sudah pulang." Sambut Lisa sambil mengambil tas yang di bawa Bara.
"Aku lelah." Jawab singkat Bara lalu pergi ke kamarnya, di ikuti Lisa yang membawakan Tas.
"Tuan, kalau boleh saya sarankan, coba tuan berenang. Biasanya itu bisa melepaskan semua beban yang ada di pikiran tuan".
"Sepertinya ide kamu bagus. Temani aku berencana sekarang."
"Tapi tuan, itu bukan tugas saya?"
"kamu itu pelayan yang mengurusku jadi apa yang aku perintahkan kamu harus turuti mengerti."
"Baik tuan." Bara pun segera ke kolam renang setelah memakai pakaian renang namun tidak dengan Lisa yang masih mengenakan seragam kerjanya.
Lisa hanya berjalan menunduk mengikuti Bara tanpa berani menatap tubuh pria yang ia jaga.
Sesampainya di kolam renang Bara pun langsung masuk ke kolam dan berenang sedangkan Lisa hanya berdiri di sisi kol renang melihat majikannya saja.
__ADS_1