
Di kamar Lia beberapa kali mencoba menghubungi Bara, namun tak ada jawaban. Setelah puluhan kali Lia mencoba dan mencoba kali ini Bara mengangkat panggilan dari Lia.
📱
"Ada apa Lia malam-malam menghubungi?"
"Kenapa mas Bara susah sekali di hubungi, apa mas Bara mulai menghindar dariku, atau memang mas Bara mau melupakan aku." tanya Lia yang menyudutkan Bara.
"Bukan begitu sayang, maafkan mas. Beberapa hari ini mas sangat sibuk sekali di kantor, jadi mas gak sempat memegang ponsel."
"Mas Bara jahat, kenapa mas tega ninggalin Lia di sini. Sudah Lia katakan Lia mau ikut mas, Lia gak mau disini."
"Maafkan aku Lia, bukan maksudku meninggal kan kamu di sana, tapi ..."
"Lia gak mau dengar penjelasan mas lagi, Sekarang Lia mau tanya sama mas. Mas Bara apa benar-benar mencintai Lia dan mau menikahi Lia? jika iya mas harus jemput Lia dan bawa Lia pergi dari sini atau mas Bara selamanya gak akan pernah bertemu lagi dengan Lia.
"Lia please, jangan desak mas. Mas sayang sama kamu mas mau menikah dengan kamu. Tapi kamu tahu sendiri kan papamu memintaku untuk menunggu."
"Aku tak peduli dengan itu, yang aku mau mas jemput Lia. atau papa akan ..." belum selesai Lia bicara sambung telpon pun terputus. Lia kembali menghubungi Bara namun tak bisa.
______
Bara baru menyadari kalau dirinya lupa mengisi daya baterai hingga ponselnya mati.
"Astaga ... kenapa aku lupa mencas ponselku. Lia pasti mengira aku sengaja mematikan panggilannya." Bara buru-buru mencas ponselnya dan bergegas menemui Akas.
"Akas gue pinjam ponselmu sebentar, ponselku mati lupa mencesnya." Akas pun memberikan ponselnya pada Bara.
Bara berusaha menghubungi kembali Lia namun ponsel Lia sudah tak aktif, mungkin Lia marah pada Bara.
__ADS_1
_____
Saat sarapan, Lia tak ada muncul bersama keluarga.
"Mana Alia ma?" tanya Sata
"Alia masih di kamar, gak mau turun. Pa, sekali lagi mama tanya sama papa, apa sudah papa pikiran melakukan ini pada Alia?" tanya Sekar dan Sata menghentikan aktivitas sarapannya.
"Ma, papa lakukan ini untuk Alia. Karena papa sudah berjanji dengan orang tuanya untuk menikahkan mereka. dan pantang bagi papa untuk mengingkari janji yang papa buat. Sudah lama papa persiapkan ini. Apa mama pikir papa selama ini diam saja mengetahui putri kita menghilang. Sejak kepergian Alia papa sudah mengirim orang untuk mencari dan mengawasi Alia. Papa tahu semuanya papa tahu dengan siapa dia berhubungan dan bagaimana dia menjalani hidup di luar sana. Dan bahkan papa yang meminta Pak Bambang untuk memisahkan Alia dengan anaknya. Papa yakin Lia mau menerima perjodohan ini karena dia juga sudah mengenal laki-laki itu." Jelas Sata.
Sekar yang mendengar pengakuan suaminya syok seketika."Papa benar-benar egois, kenapa papa lakukan ini pada Alia. kasian dia pa, papa sudah mempermainkan perasaan Alia. Dan kenapa papa gak pernah cerita ini semua pada mama, mama berhak tahu pa."
"Sudahlah jangan menyudutkan mama, papa lakukan ini agar Alia tahu, bahwa keluarga Halilintar adalah keluarga terhormat, tidak bisa baginya untuk melakukan sesuatu seenaknya."
"Setelah papa pikir-pikir, papa akan tetap menikahkannya. Setuju atau tidak dia tetap tidak bisa menolak. Dan satu hal lagi Suruh dia menjemput calon suaminya di bandara, karena hari ini dia akan datang. Dan katakan juga putranya akan segera kembali ke pelukannya. Papa harus kekantor sekarang, papa serahkan semuanya pada mama sekarang karena mama sudah mengetahui semua."
"Alia, kamu sudah bangun nak. Mama Mia bicara." ucap Sekar sambil mengetuk pintu Alia dan tak lama pintu pun terbuka.
"Ada apa lagi ma, Lia lagi malas berdebat."
"Gak sayang, mama tidak mau berdebat denganmu, papa cuma mau menyampaikan pesan papamu yang memintamu untuk ke bandara menjemput seseorang."
"Siapa ma? kenapa tak meminta sopir aja untuk menjemputnya. Alia malas kemana-mana, Alia mau dirumah saja."
"Jangan begitu sayang, ini papamu langsung yang meminta. dan satu hal lagi yang mau mama sampaikan kata papamu, cucu mama yaitu anak kamu akan datang."
"Apa ma? anak Alia akan bersama Lia, papa mengabulkan permintaan Lia. Kapan ma, kapan Alia bisa bertemu dengan putra Lia ma."
"Sabar sayang. Tapi kamu harus menuruti permintaan papa untuk menjemput seseorang di bandara baru akan papa kasih tahu kapan kamu bisa bertemu putramu."
__ADS_1
"Baiklah ma, akan Alia lakukan, Alia akan menjemput siapapun dia. Yang terpenting sekarang Alia akan segera menggendong putra Lia. kalau begitu Alia kan segera bersiap. Tapi ma, menanganinya siapa namanya yang mau Lia jemput? kan Alia gak tahu siapa orangnya."
"Kamu jemput saja, dia sudah tahu kalau yang akan menjemput dirinya itu kamu. Sekarang cepat bersiap dan sarapan dulu." Alia pun mengaguk dengan wajah berseri. Akhirnya penantiannya selama ini akan segera berakhir dia akan segera memeluk putranya yang sejak lahir tak pernah ia sentuh.
"Maafkan mama nak, mama tak bisa membantumu. Ini semua sudah direncanakan papamu. Mama harap ini akan menjadi keputusan terbaik untuk masa depanmu. Maafkan mama yang lemah ini tak berdaya ini."
____
Setelah bersiap Alia segera pergi ke bandara sesuai permintaan papanya untuk menjemput seseorang. Cukup lama Lia menunggu karena dirinya tak tahu siapa yang ia jemput dan tak tahu harus mencari kemana. Lia memilih menunggu di kursi tunggu dan memperhatikan orang-orang yang datang dan pergi.
Lia tak menyadari seseorang pria yang sedang menarik koper datang menghampiri Alia yang duduk melamun.
Pria itu duduk di samping Alia.
"Sedang menunggu siapa di sini sendirian?" Tanya pria itu.
"Sedang menunggu seseorang, yang tak ku kenal. Jadi aku menunggu di sini saja biar dia yang menghampiri." ucap Alia tanpa menoleh ke arah pria yang bertanya padanya.
"Oh ... bagaimana kalau dia yang ingin kamu jemput ada di sebelahmu."
Alia langsung menoleh pada pria yang ada di sebelahnya dan pria itu membuka masker yang ia pakai.
"Kejutan ... gimana ... apa kamu masih ingat denganku."
Lia ternganga, melihat pria yang kini ada di hadapannya, "Kamu mas, ... bagaimana kamu tahu aku yang menjemput mu dan mas kenal dengan papa?"
"Ceritanya panjang sayang. Sekarang ayo pulang ngapain lama-lama duduk di sini. Aku ingin segera pulang kerumah ku yang lama ku tinggal"
"Berarti mas juga tinggal di kota ini,kenapa gak pernah cerita sama lia. Nie mas yang nyetir Lia malas jadi sopirnya mas." Lia memberikan kunci mobilnya dan memintanya untuk menyetir.
__ADS_1