
Selama dua hari Lia menjalani perawatan di rumah sakit, selama itu pula Lia berfikir keras agar bisa kabur dari keluarganya dan juga Toni.
Jika dirinya kabur pasti orang tuanya akan bisa menebak kemana dia akan lari, setelah dirinya tahu bahwa papanya selalu mengawasi setiap langkahnya.
Hari ini Lia di jemput Sekar untuk kembali kerumah setelah dokter mengizinkannya untuk pulang.
"Ma..., panggil Lia pada mamanya yang sedang membereskan baju milik Lia.
"Eeemmm."
"Mama, maafin Lia, kalau Lia selalu buat mama cemas dan sedih." Lia berdiri tepat di hadapan Sekar sambil menundukkan wajahnya.
"Apa yang kamu pikirkan, mama adalah mamamu sampai kapanpun mama akan selalu memaafkanmu." Sekar memegang wajah Lia yang masih tertunduk.
Mereka pun kembali ke rumah Halilintar. di sana bibi pengasuh Lia waktu kecil sudah menunggu Lia.
"Non Lia, akhirnya sudah bisa pulang, bibi sangat cemas dengar non masuk rumah sakit."
"Lia gak papa bi Ningsih, terimakasih sudah mencemaskan Lia."
"Bagaimana bibi gak cemas non, dari kecil bibi sudah merawat non. jadi perasaan bibi gimana dengar non sakit." Lia pun memeluk bi Ningsih dengan hangat.
Tak lama Toni pun datang menemui Lia dengan membawa buket bunga dan juga buah.
"Lia temui nak Toni, kasihan nak Toni sudah Jauh-jauh datang kerumah."
"Tapi ma," Sekar pun menggeleng tidak mau mendengar alasan apapun.
Lia pun menghampiri Toni yang sudah sampai depan pintu. Dengan senyuman terpaksa Lia menyambut Toni.
"Gimana kabarmu sayang, apa kamu sudah baikkan.?" tanya Toni sambil memberikan buket bunga dan juga buah.
__ADS_1
"Aku sudah baikkan, terimakasih sudah perhatian padaku. ayo duduk biar bi Ningsih membuatkan minum untukmu." mereka pun duduk di sofa tamu sambil berbicara basa-basi.
"Apa kamu akan menetap di sini atau kembali mengurus bisnismu di sana?" tanya Lia.
"Sepertinya aku akan kembali mengurus Bisnisku di sana tapi setelah menikah denganmu." saut Toni sambil tertawa.
"Jangan mimpi bisa menikah denganku. Sebelum kamu mengikatku. aku akan pergi jauh dan tak seorang pun tahu keberadaan ku termasuk kamu." gumam Lia sambil tersenyum.
______
Hari-hari begitu saja cepat berlalu, tak terasa hampir satu bulan Alia tinggal bersama orang tuanya dan tinggal menghitung jam Toni akan datang untuk meminangnya.
Waktu yang berjalan tak di sia-sia Lia untuk membuat perencanaan matang agar bisa kabur. Semua sudah di persiapkan tinggal menghitung jam lagi Lia akan kabur untuk yang kedua kalinya.
Kecerdasan yang di wariskan orang tuanya membuat Lia, lebih mudah menyusun rencana.
"Maafkan aku, kalau aku akan pergi meninggalkan kalian untuk yang kedua kalinya. Aku sayang kalian tapi aku tak bisa, menjalani hidupku sesuai keinginan kalian. Aku harap kalian bisa memahami keputusan yang ku ambil ini." gumam Lia. Lia yang sudah mengenakan kebaya dan merias diri agar tak di curigai pun mampu mengalihkan perhatian Sekar.
Sekar begitu bahagia, melihat putrinya akan menikah dan dirinya masih bisa menyaksikan.
Suasa semakin ramai rombongan Toni sudah memasuki halaman rumah.
"Mama turun dulu sayang, menyambut mereka. kamu siap-siap dulu nanti Lo mama panggil baru kamu keluar." ucap Sekar lalu pergi meninggalkan Lia.
"Iya ma." saat Sekar keluar segera saja Lia mengunci pintu dan bersiap untuk kabur.
Mobil sudah terparkir di luar pagar dengan segala sesuatu yang sudah ia siapkan. Seperti adegan di senetron. Lia kabur melalui jendela kamarnya yang langsung menuju halaman belakang. Tak perduli ia sedang mengenakan kebaya langkahnya yang lincah mampu mengelabui orang-orang sekitar.
Saat Sekar mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban. Saat itu juga Lia sudah sampai di mobilnya.
"Maafkan aku ma, selamat tinggal." Lia masih sempat menatap rumah mewah keluarganya.
__ADS_1
Teriakan Sekar membuat Sata dan Toni langsung menghampiri dan membuka paksa kamar Lia. Alangkah terkejutnya melihat kamar Lia yang kosong dan jendela terbuka. Toni sempat melihat kepergian Lia dari jendela yang mengendarai mobil sport hitam pergi meninggalkan kediaman halilintar.
"Lia sudah pergi." ucap Toni
"Tidak, Lia gak boleh pergi. Cari Lia pa, bawa dia kembali." ucap Sekar Sebelum jatuh pingsan.
"Serahkan Lia padaku om, aku akan membawanya kembali. Aku tahu kemana dia akan pergi."
"Aku percayakan Lia padamu jika dia tetap menolak pulang seret dia. Anak gak bisa didik, mempermalukan orang tua saja."
Pesta pernikahan itu pun batal dengan korban Lia kabur dan Sekar jatuh sakit. Toni yang sudah menebak yang akan dilakukan Lia tak begitu sedih. Ia pun segera kembali ke tempat di mana itu juga tujuan Lia.
___
Setelah sampai di kota X tempat di mana bara tinggal. Alia pun merubah penampilannya agar tak ada yang mengenalinya jika ada suruhan papanya atau Toni mengejar dirinya sampai ke kota X.
Lia menjual mobil sportnya yang ia pakai kabur dan sudah membuat rekening baru dan mengalihkan semua uang yang ada sebelum papanya memblokir kartu debitnya setidaknya untuk Persiapan.
Kini Lia memakai kacamata bulat, memakai gigi kawat dan juga tompel di pipinya tak lupa, ia juga menggunakan wig agar penampilannya 180 derajat berubah dan tak ada yang mengenalinya.
___
Toni mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Alia yang kabur. Dan kabar itu pun terdengar oleh Akas dan segera di sampaikannya pada Bara.
"Apa kau bilang, Alia kabur lagi?" Ucap bara saat dia kaget.
"Aku dapat info, jika dia kabur ke kota ini, tapi belum ada yang menemukannya."Ucap Akas.
"Cari keberadaan Lia, tapi jangan sampai ada yang tahu lakukan dengan diam-diam." perintah Bara pada Akas,
"Lia- Lia apa sih yang ada di otakmu. kenapa kamu pakai acara kabur segala. Dan sekarang kamu ada di mana kenapa tak menghubungiku atau datang kerumah." gumam Bara.
__ADS_1
Selama beberapa hari Lia memilih menyewa sebuah tempat kos-kosan untuk sementara waktu agar dirinya tak ketahuan Sebelum langkah selanjutnya ia laksanakan.
"Kembali dari nol lagi, makan mie instan dan telur ceplok makanan yang penuh dengan kenangan. Lia ... Lia sudah ada kemewahan di depan mata kenapa kamu malah kabur dan kembali makan mie instan dan telur ceplok lagi, apa kurang harta kekayaan orang tuamu? kamu malah milih mengejar cinta yang belum jelas. apa cinta membuatmu kenyang dan apa cinta membuatmu bahagia. Yang ada sering membuatmu sakit hati." Lia memaki dirinya sendiri sambil menghabiskan makanannya Sebelum dingin.