
Selama beberapa jam, Bara dan Lia menghabiskan waktu bersama, dan akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang, setelah pekerjaan Lia sudah selesai.
Lia masih berusaha menutup rapat-rapat, kemunculan Rian, Lia gak mau kalau sampai Bara tau, yang akan memunculkan konflik besar, namun Lia tidak bisa mengendalikan Rian, jika sewaktu-waktu akan mengadu pada suaminya.
*****
Keesokan harinya, Bara meminta Akas melakukan penyamaran untuk mengawasi istrinya itu. Bara merasa curiga dengan gelagat aneh istrinya yang sangat berbeda beberapa hari belakangan ini.
"Kamu yakin memintaku untuk menyamar dan mengawasi Lia. Kenapa tidak kamu saja yang melakukannya sendiri?" tanya Akas meyakinkan dengan keputusan Bara, jika sampai ketahuan Lia mungkin akan mengecewakan Lia.
"Bagaimana bisa aku melakukannya, Aku yakin dia pasti akan mencurigai aku. Selain itu pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Aku percaya semuanya pada. Satu Minggu saja, tolong awasi dia."
"Baiklah aku akan mengawasi dia tapi cukup satu Minggu saja tidak Lebih." Akas pun menyetujuinya dan bergegas pergi untuk menjalankan misi penyamaran.
Akas pun segera menuju ke hotel Sekar dengan penampilan baru, ia memesan kamar VIP yang dia inginkan, dan mengaku sebagai seorang konglomerat yang membutuhkan kamar selama satu Minggu.
__ADS_1
"Ini tuan kuncinya kamar VIP yang tuan pesan." Resepsionis itu memberikan kunci kamar yang diinginkan Akas dan kebetulan kamar tersebut masih kosong.
Akas segera menuju kamar yang di pesannya dan berada tepat di depan kamar VIP yang di gunakan sebagai ruang Lia bekerja sambil istirahat.
Akas berdiri tepat di depan pintu kamar Lia sambil mengacak pinggang, "Maafkan aku Lia, aku hanya menjalankan tugas." ucap Akas dan tiba-tiba pintu tersebut terbuka, seketika Akas menyembunyikan wajahnya dan berbalik untuk membuka pintu kamarnya.
'Mudah-mudahan Lia tidak curiga.'
Sejenak Lia memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kelapa, lalu ia beranjak pergi.
"Huhf, Hampir saja ketauan." Akas pun segera menghubungi Bara untuk mengabarinya.
📱
"Baiklah, aku akan mengabari setiap perkembangan yang aku dapat." jawab Akas setelah mendapatkan perintah selanjutnya.
__ADS_1
Karena Lia meninggalkan kamar, Akas pun mengunakan waktuku untuk istirahat dia kamar mahal yang ia pesan.
Disisi lain, Bara tak bisa fokus dengan pekerjaannya, ia masih saja memikirkan sikap Lia yang tiba-tiba berubah beberapa hari belakangan ini, di tambah sikap resepsionis yang tiba-tiba kebingungan saat dirinya mengatakan jika dia adalah suaminya di tambah lagi keterkejutan Lia saat mendapati dirinya datang. Alasan itulah yang membuat Bara yakin ada sesuatu yang disembunyikan Lia darinya.
'Aku harap firasat ku kali ini melesat,' gumam Bara, ia pun segera menghubungi Lia untuk meyakinkan jika Lia tidak menghianati dirinya.
📱
"Iya mas, ada apa?" tanya Lia saat mengangkat panggilan telepon dari Suaminya.
"Tidak papa, kamu ada di mana? sedang sama siapa? sudah makan belum?" tanya Bara.
"Mas, kamu baik-baik saja kan, kenapa kamu bertanya sedetail itu. Aku ada di hotel, sedang bersama klien, dan aku juga sudah makan. Mas sendiri bagaimana?" tanya balik Lia, setelah menjawab pertanyaan Bara.
"Sama seperti dirimu, hanya saja ada sedikit yang mengganjal di hatiku, tapi setelah mendengar jawabanmu aku merasa lega." Bara pun mematikan ponselnya.
__ADS_1
Lia pun menatap layar ponsel miliknya, " Aku tau kamu mulai mencurigai ku, maaf mas aku belum bisa cerita sekarang.
to be continued ☺️