
Malam makin larut, Lia terbangun gara-gara cacing di perutnya bernyanyi minta di beri makan.
Lia yang masih setengah sadar dari tidurnya, meraba-raba ponselnya yang masih berada di dalam tas. Dengan pasti balik Lia memperhatikan dengan seksama layar ponsel yang sudah menunjukan pukul 23.20.
"Sudah tengah malam rupanya, kenapa perutku terasa lapar, apa aku belum makan malam?" Lia melempar ponselnya di atas kasur dan bergegas turun ke dapur.
Suasana rumah sudah sangat sepi, Lia berfikir mungkin semua orang rumah sudah tidur.
Lia mencari sesuatu di dalam kulkas dan memilih membuat nasi goreng.
Aroma masakan lia tercium hingga ke hidung akas yang sedari tadi ternyata belum tidur.
"Bau masakanmu harum sekali Lia, membuat perutku lapar. Buatkan aku juga Lia, aku juga mau." ucap Akas yang mengagetkan Lia.
"Aku kira orang rumah sudah tidur semua, gak tahunya masih ada hantu malam yang belum tidur." ucap Lia. Akas menghampiri Lia dan memperhatikan Lia yang sedang masak.
"Jauh-jauh kamu Akas, kamu bau alkohol. Kamu habis minum ya?" tanya Lia lagi.
"Eeeemmm, hanya minum sedikit tadi sama Bara. Tapi aku gak mabuk kok."
"Mas Bara juga ikut minum?" Tanya Lia sedikit heran.
"Hai. . . jangan heran. Bara memang dari dulu suka minum alkohol makanya sampai buat ruangan khusus untuk menikmati alkohol." jelas Akas yang sudah duduk di meja makan menunggu nasi goreng buatan Lia.
Lia sudah selesai masak dan membawa dua piring nasi goreng untuk dirinya dan juga Akas.
"Makasih Lia, kelihatannya lezat nasi goreng buatanmu ini." Akas langsung menikmati nasi goreng yang masih hangat.
"Dihabiskan dulu baru kasih komentar."
__ADS_1
Mereka pun menikmati nasi goreng bersama sampai habis.
"Lia kamu harus dengar ini, akan aku kasih tahu masa lalu bara biar kamu gak kaget, tapi jangan bilang-bilang sama bara ya, kalau dia sampai tahu aku menceritakan masa lalunya padamu, aku bisa cekik." Akas seperti ingin cerita serius walaupun bercampur pengaruh alkohol.
Flashback◀◀◀◀
5 tahun yang lalu Bara sukses membangun perusahaannya sendiri tanpa bantuan orangtuanya. Bara memiliki sifat seperti papanya yang arogan dan memiliki dua sisi yang berbeda atau bisa di bilang ada kelainan ke pribadian. Bara bisa berubah setiap waktu secara mendadak tanpa memandang situasi. Terkadang dia bisa baik, kadang bisa sangat jahat kadang juga sangat dingin bahkan orang untuk sekedar menyapanya.
Bara suka mengkoleksi topi dan jam tangan bermerek dan selalu memiliki koleksi barajg terbaru.
Pak Lukman yaitu papanya Bara, Seorang pengusaha kontruksi yang sangat besar dan sudah memiliki cabang di beberapa daerah. Namun pak Lukman memiliki sifat yang tak bagus pada keluarganya. Beliau suka main tangan pada anak dan istrinya, bahkan tak segan- segan menghukum mereka jika sudah tidak bisa mengendalikan emosi.
Mamanya Bara meninggal secara mendadak. Namun vonis dokter meninggal karena serangan jantung. Saat itu Bara sangat terpukul karena mamanyalah yang selalu melindunginya saat pak lukman menghakimi Bara.
Sifat pak lukman yang keras sama bos seperti bara membuat mamanya selalu menjadi pelampiasan papanya saat gagal melampiaskannya pada Bara.
Bara menyalahkan papanya atas meninggalnya mamanya dan membuat Bara makin benci pada papanya dan memilih pergi meninggalkan rumah dan memilih tinggal di apartemen.
Saat itu Akas sudah bekerja menjadi asistennya bara. Dialah yang selalu ada sebagai sahabat dan juga keluarga. walaupun mulutnya seperti wanita namun Bara menyayanginya dan sudah di anggap seperti adiknya sendiri.
Bara sangat tegas dalam memimpin perusahaan dan selalu tegas dengan para karyawannya yang lalai atau melakukan kesalahan kecil dan tidak sesuai dengan keinginannya ia tak segan memecatnya. Namun Bara tak suka main tangan seperti papanya, tapi lebih suka menggunakan sikapnya untuk menggertak karyawannya untuk patuh.
Sifat Bara yang menjadi-jadi kadang menjadi es kadang menjadi api. Bahkan saat papanya meminta bara kembali pulang, Bara tak peduli hingga papanya mulai kritis, Bara pun akhirny menyempatkan diri menemui papanya di rumah sakit.
"Bara putraku. . . " panggil pak lukman saat menatap putranya yang berada di ambang pintu dan baru tiba.
" Aku datang memenuhi janjiku, aku hanya sebentar di sini. waktuku tak banyak aku masih sibuk dengan pekerjaanku."Ucap Bara dengan nada masih benci. Akas yang ikut menemani bara hanya bisa menggelengkan kepala.
"Nak, masih begitu bencinya kamu pada papa. Maafkan kesalahan papa yang selama ini terlalu keras padamu, papa baru sadar saat papa kehilangan orang-orang yang papa sayang. Ternyata apa yang papa lakukan selama ini salah, papa terlalu egois dan mementingkan diri papa sendiri tanpa papa sadari sudah menyakiti hati kalian . Maafkan papa nak, sebelum papa pergi untuk selamanya papa ingin dengar maafmu untuk papa." Ucap pak lukman. Bara memalingkan wajahnya seolah tak perduli walaupun pada kenyataannya mata Bara memerah dan ingin menangis namun mencoba kuat.
__ADS_1
Pak Lukman menatap Bara dengan pandangan layu, mengharap putranya mau memaafkan semua kesalahannya.
Akas datang menghampiri Bara," pak, Kasihan pak Lukman. Beri beliau satu kali kesempatan untuk menjadi papa yang baik. Walau bagaimanapun beliau papanya bapak."Nasehat Akas.
Dengan menarik nafas berat. Bara kembali menatap wajah papanya yang sudah keriput dan pucat akibat penyakit yang dideritanya.
Bara menggenggam tangan papanya," Pa. . . aku memang membenci papa, tapi aku gak mau seperti papa yang tak pernah memberi kesempatan orang lain untuk berubah. Bara sudah memaafkan papa dan Bara berharap papa bisa segera sembuh dan bisa berubah, papa juga akan menjadi saksi pernikanku dengan bunga, calon istriku." Bara mencium kening papanya.
"Terimakasih nak, papa janji akan menjadi papa yang baik buat kamu dan kamu harus janji tidak mengikuti jejak papa yang jahat ini." Akhirnya mereka pun saling memaafkan.
▶▶▶
" Sungguh kisah yang mengharukan. Tapi lia ikut senang mas bara mau memaafkan papanya. sejahat dan sekejam apapun seorang papa tetap saja mereka ada ikatan darah yang tak terpisahkan." ucap Lia yang tampak serius mendengarkan cerita Akas.
"Aku juga senang bara mau meredam egonya dsn memilih memaafkan papanya."
" Terus bagaimana dengan hubungan Bara dan Bunga, kenapa mereka bisa batal menikah kalau mereka saling mencintai dan malah menikah dengan almarhumah mamanya alfin, aku jadi penasaran lanjutin donk ceritanya."
"Ha. . ha. . ." tawa akas, "kamu penasaran banget ya? aku ceritain gak ya, tapi apa untungnya buatku yang ada malah buat kamu cemburu."
"What. . .aku cemburu, memangnya aku ada huhungan apa dengan mas bara. Kalau kamu gak mau cerita juga gak masalah, aku gak jadi penasaran. Lebih baik aku tidur dari pada dengerin cerita yang nanggung" ucap Lia yang sedikit kecewa dan bangkit berdiri untuk pergi ke kamar.
"Lain kali aku lanjutin ceritanya, sekarang kamu tidur aja biar esok bisa bangun pagi. Kalau gak Bara bisa marah-marah."
" Baiklah, aku tunggu kelanjutan ceritanya, jangan sampai bohong." Lia pun kembali ke kamarnya dan meninggalkan akas yang senyum- senyum sendiri karena berhasil membuat lia penasaran.
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, HADIAH, VOTE, KOMENTARNYA DAN JANGAN LUPA DI FAVORITKAN BIAR TAU SAAT UPDATE.
YANG GAK SUKA DENGAN KARYA SAYA. DENGAN RENDAH HATI TOLONG JANGAN JATUHKAN KARYA SAYA DENGAN KOMENTAR JELEK, RITE JELEK DAN JUGA KATA-KATA YANG MEMBUAT SAYA JADI DOWN.
__ADS_1
SALAM SAYANG DARI AUTHOR AULIYA♡♡♡♡