
Hari begitu cepat berlalu, Menjalani pemulihan pasca operasi membuatnya terasa sangat bosan. Tak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan. Alia yang terbiasa aktif dan tak mau berdiam diri terkadang membuat Bara sangat kesal.
Ia terus saja melakukan apa yang dia mau, tak peduli ia sedang dalam pasca pemulihan. Namun hanya kata-kata yang keluar dari mulut Bara untuk menasehatinya.
Alvin dan Raihan, kedua putranya itu yang selalu menemani di saat dirinya merasa sedih, tingkah lucu dan menggemaskan seolah menjadi obat mujarab buat Lia.
Kini Bara yang kembali aktif bekerja. Lia yang kondisinya sudah membaik juga ingin kembali bekerja kembali.
Namun keinginannya di tolak mentah-mentah oleh Bara. Bara tak mengizinkan Lia untuk bekerja, namun bukan Alia namanya kalau tak bisa melakukan keinginannya.
Alia tetap bersikeras untuk tetap bekerja, dengan alasan yang begitu banyak. Selain itu kondisi hotel yang tiba-tiba menjadi sepi di saat dirinya baru mengambil alih hotel, membuat Lia tak bisa duduk manis, Alia ingin membangkitkan kembali hotel peninggalan dari mamanya.
"Baiklah kalau itu mau kamu, aku tak akan mencegah mu lagi, tapi dengan syarat, kamu gak boleh bekerja terlalu berat. Perintahkan bawahan untuk mengerjakan sesuatu, kamu hanya harus duduk manis di meja kerja. Dan jika lelah istirahatlah. Aku juga akan bantu agar hotel Sekar bisa kembali ramai." Dengan terpaksa Bara pun mengizinkan istrinya, dan saat itu juga Lia langsung menghambur dalam suaminya yang sudah mengizinkannya kembali bekerja.
"Makasih ya mas. Lia janji tak akan melakukan pekerjaan berat." Alia mencium pipi kiri suaminya sebagai tanda terimakasih.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mas harus berangkat dulu. Kalau ada apa-apa hubungi mas."
"Ya mas, hati-hati. Lia juga mau bersiap untuk berangkat."
Lia menunggu hingga suaminya menghilang di balik gerbang. Alia segera bergegas bersiap untuk berangkat ke hotel tak lupa ia akan menyempatkan waktu untuk untuk bermain dengan kedua putranya.
******
Alia pergi sendiri dengan menggunakan mobil milik suaminya. Ia menuju hotel Sekar di jalan cendrawasih yang letaknya cukup jauh dari rumah. Sesampainya di halaman parkir dan turun dari mobil dirinya hanya bisa ternganga melihat penampakan hotel yang nampak tak terawat dan juga sepi pengunjung. Padahal setengah tahun yang lalu hotel tersebut masih terawat dan juga masih banyak pengunjung yang datang.
Dimana orang yang di beri kepercayaan untuk mengurus hotel Sekar dan kemana perginya uang yang selalu keluar untuk biaya hotel Selama ini? Alia mengira hotel sepi karena memang situasinya, namun kenyataannya berbeda. Kesalahan Alia yaitu tak pernah mengunjungi hotel setelah di ambil alih dan terus mempercayakan hotelnya pada orang kepercayaan dari mama sebelumnya. Alia ingin
Saat ia ingin melangkahkan kaki tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri Alia. Gadis kecil yang mungkin berusia 8 tahun itu nampak lusuh, dengan pakaian compang camping. Mengulurkan tangannya meminta sedekah pada Lia.
Seketika amarah Lia buyar dan tergantikan dengan rasa iba pada gadis kecil tersebut. Lia pun membungkuk dan menyetarakan tubuhnya dengan gadis kecil itu, "Siapa namamu nak?" tanya Alia
__ADS_1
"Anis,Tante cantik." Lia pun tersenyum dan mengeluarkan selembar uang bewarna merah di hadapan gadis kecil itu.
"Akan kamu gunakan untuk apa jika tante memberikan uang ini padamu."
"Anis lapar, akan Anis belikan makanan dan akan Anis bagikan dengan teman-teman Anis" jawab Anis dengan polosnya.
"Ya... Tuhan, ternyata di balik ujian yang engkau berikan, ternyata ada Rancana indah yang sedang engkau siapkan." Lia menitikkan air mata, ia baru sadar hal itu.
"Baiklah, Anis ini Tante berikan buat Anis, dan belikan apa yang Anis ingin belikan." wajah bahagia langsung terpancar dari wajah mungil Anis dan lalu pergi meninggalkan Lia.
Lia pun kembali ke masalah awalnya. Dengan langkah lebar Alia masuk ke dalam hotel. dan meminta semua karyawan dan kepala bagian untuk berkumpul di hadapannya.
Alia meminta penjelasan apa yang terjadi dengan hotel miliknya. Dan jawaban semuanya sama. Orang kepercayaan Sekar sebelumnya telah membawa kabur uang dari penghasilan hotel bahkan mereka belum mendapatkan gaji selama dua bulan.
"Astaga... bagaimana ini bisa terjadi. Baiklah. Kalian akan mendapatkan gaji sesuai dengan hak kalian, tapi beri saya waktu untuk mengurus semua terlebih dahulu dan saya harap kalian masih mau bekerja disini. Akan saya pastikan hotel ini akan segera membaik."
__ADS_1
Para karyawan pun mengerti dengan situasinya dan memberikan kesempatan untuk Alia memperbaiki semuanya dan berharap hotel Sekar bisa kembali ramai pengunjung.
To be continued ☺️