Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar
Episode 13


__ADS_3

“Yang mulia selir agung silakan cicipi teh yang baru saya seduh,” tawar selir lain menyodorkan gelas berisi teh pada Li Jihyun. Gadis itu tersenyum.


“Terimakasih. Tapi aku masih kenyang. Bagaimana jika kita mengobrol sebentar?” kata Li Jihyun menopang dagu. Matanya memperhatikan bergantian. Berbagai ekspresi terlihat diwajah para selir. Ada yang gelisah, tenang dan takut. Masing masing dari mereka mempunyai ekspresi yang berbeda. Namun selir yang menunjukkan kegelisahan sejak kedatangan Li Jihyun hanya satu orang. Dan Li Jihyun sudah bisa menebaknya dengan jelas. Selir itu adalah majikan dari dayang yang sudah menyakiti Yona beberapa waktu lalu. Ketika dia dulu merupakan selir tawanan.


Li Jihyun masih ingat perlakuan dayang yang membuat tubuh Yona terluka parah. Dia tidak akan pernah melupakan kejadian itu sampai kapanpun dan harus membalasnya berkali lipat dari sebelumnya. Matanya melirik ke arah dayang dibelakang selir itu. Dayang itu pun sama. Pandangannya terus tertunduk sambil memilin jemari gelisah.


Li Jihyun memiringkan wajah membuat dayang itu terperanjat. Wajahnya sedikit terangkat membuat mata mereka bertatapan. Tidak salah lagi dia adalah salah satu dayang yang melukai Yona waktu itu. Senyumannya tersungging semakin lebar. Membuat dayang itu bergidik ngeri dan menundukkan kepala dengan cepat. Apa selir itu ingat aku? Kenapa tatapannya menyeramkan? Batin dayang itu gelisah. Matanya sesekali melirik majikannya yang ikut gelisah. Wanita cantik itu wajahnya sudah memucat. Dia takut jika Li Jihyun akan berbuat buruk padanya.


Gadis itu pasti sedang merencanakan sesuatu. Seharusnya waktu itu aku menyingkirkannya dengan cepat. Aku terlalu santai membiarkannya hidup, batin selir itu dengan jemari gemetaran.


“Selir …” perkataan Li Jihyun terjeda sambil menunjuk ke arahnya. Wajah wanita itu semakin pucat pasi.


“Xu Diu yang mulia selir agung,” jawab salah satu selir membuat Li Jihyun mangut mangut. Kepala Xu Diu terangkat sejenak sebelum kembali tertunduk dalam.

__ADS_1


“Jadi selir Xu Diu apakah kamu sehat?” tanya Li Jihyun membuat tubuh Xu Diu tak berhenti gemetaran. Keringat dingin meluncur bebas didahi. Udara pagi yang hangat terasa dingin bagi Xu Diu. Wanita cantik berusia 25 tahun itu tidak tenang sama sekali. “Sejak kuperhatikan dari tadi wajahmu pucat dan gelisah. Apa kamu baik baik saja?” tanya Li Jihyun sekali lagi sambil menaikkan sebelah alis matanya. Xu Diu masih diam. Lidahnya mendadak kelu. “Jadi … sekarang kamu berani mengabaikanku? Apa kamu tau hukuman yang pantas diterima oleh wanita pajangan kaisar?” ujar Li Jihyun penuh penekanan pada kata wanita pajangan kaisar. Tangannya memegang gelas dan digoyangkan. Cairan teh yang tadinya hangat kini sudah dingin ditiup angin.


Xu Diu tersentak kaget diejek oleh Li Jihyun didepan selir lain. Kepalanya semakin tertunduk dan tangan dikepal erat. Giginya bergemulutuk. Sementara selir lain yang menyaksikan mulai gelisah. Temperamen Xu Diu termasuk paling buruk diantara selir lain. Dia takkan segan menganggu siapapun yang dirasa menyinggung. Bahkan dayang dari selir itu pun tak luput dari perhatiannya.


Meskipun orang itu tidak menyinggungnya secara langsung maupun tidak. Asal menurutnya menjadi batu sandungan maka dia akan melakukan apapun.


“Ya-Yang mulia apakah anda mau diganti tehnya?” tanya selir lain dengan hati hati. Sekarang kekuasaan mutlak ada pada Li Jihyun. Perkataan gadis itu adalah perintah di paviliun selir. Makanya mereka tak berani mengusiknya.


Li Jihyun menatap malas ke arah teko teh. “Baiklah. Tapi …” gadis itu menjeda perkataannya dan memegang gelas teh. Lalu dengan gerakan cepat dia menyiram Xu Diu yang tepat berada diseberangnya. Wanita itu terkejut dan menatap Li Jihyun. Wajahnya basah kuyup terkena siraman teh dari Li Jihyun.


“Selir Xu apa anda baik baik saja?” tanya dayang dibelakang selir Xu. Dia buru buru mengeluarkan saputangan dan hendak mengelap wajahnya. Tapi ditepis kasar Xu Diu. Matanya nyalang melihat Li Jihyun yang tertawa terbahak bahak. Ujung matanya sampai berair. Seolah perbuatannya tadi Cuma lelucon.


“Apa anda puas sekarang?” tanya Xu Diu menghentikan tawa Li Jihyun. Gadis itu mengusap ujung matanya yang berair. Dia mencondongkan wajahnya membuat jarak diantara mereka terkikis. Tangannya masih menopang dagu. Xu Diu sedikit pun tak bergeming. Mereka saling tatap.

__ADS_1


“Puas? Cuma segitu? Tidak! Aku masih belum puas,” ujar Li Jihyun mengejutkan semua orang. Rahang Xu Diu terkatup rapat. Matanya melotot.


“Dasar bejat,” makinya membuat alis mata Li Jihyun naik sebelah. Semua orang disitu menahan napas. Dia menjauhkan wajahnya. Diusapnya dagu sambil menatap lekat Xu Diu.


Astaga! Sekarang dia beneran marah. Sepertinya kali ini kehidupanku tidak akan membosankan untuk kedepannya, batin Li Jihyun. Yona yang berada di dekatnya ingin menghentikan tindakan Li Jihyun. Tapi dia tak punya keberanian sedikit pun. Sifat Li Jihyun sulit ditebak. Walau gadis itu pendiam tapi dia suka memprovokasi lawannya hingga amarah memuncak. Lalu berakhir dengan dipermalukan didepan umum. Li Jihyun tertawa pelan membuat wajah Xu Diu kebingungan.


“Wah, aku semakin penasaran berapa kira kira nyawa dari selir pajangan kaisar?” tanya Li Jihyun dengan nada sarkas. Jemarinya menyentuh dagu Xu Diu dan dinaikkan ke atas membuat wajah Xu Diu terangkat.


Xu Diu hendak menepis tapi anehnya tangannya tidak bisa digerakkan. Seolah tubuhnya membeku dihadapan Li Jihyun.  Gadis itu tersenyum senang melihat lawannya tak berkutik sama sekali. Berkat racun dikuku Li Jihyun membuat tubuh itu mati rasa. Sepertinya bukan hal buruk mengonsumsi racun sejak tinggal di paviliun selir. Itu alasan kedua Li Jihyun tidak melakukan balas dendam selain menyusun rencana lainnya. Sebelum diangkat jadi selir agung, dia meminum racun dengan kadar mematikan. Namun berapa kali diminum tubuhnya secara perlahan kebal. Tanpa diketahui semua orang dia menjadi ahli racun mematikan.


Bahkan kuku panjangnya dijemari tangan melukai kulit dibawah dagu Xu Diu. Dia meringis kesakitan dan darah merembes mengenai jemari Li Jihyun.


Tetesan darah berjatuhan mengenai meja. Orang yang menyaksikan berseru panik. “Sekali lagi kalian berisik. Aku akan membunuh kalian semua tanpa sepengetahuan orang lain,” ancam Li Jihyun mendelik tajam membuat mulut mereka seketika bungkam.

__ADS_1


Kepala mereka tertunduk, tak berani bertatapan dengan mata Li Jihyun. Aura membunuh menguar dari tubuhnya. Li Jihyun tak sabar menembus leher Xu Diu dengan kukunya. “He-Hentikan!” teriak dayang dibelakang Xu Diu.


Gadis yang pernah memukuli Yona sampai meringkuk kesakitan itu maju ke depan. Tubuhnya terlihat gemetaran. Li Jihyun menyeringai dan memiringkan wajah membuat dayang itu semakin takut. Wajahnya pun memucat.


__ADS_2